Proyek Penahan Tebing Jalan Provinsi di Tanjung Bulan Diduga Dikerjakan Asal Jadi Kini Retak & Terancam Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR — Kondisi proyek pembangunan penahan tebing di ruas jalan provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan warga. Proyek yang disebut baru selesai dikerjakan sekitar satu hingga dua minggu pada Agustus 2026 itu dilaporkan mengalami retak-retak pada sejumlah bagian dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dari kondisi yang dikeluhkan warga, retakan terlihat memanjang di sekitar area pembangunan dengan panjang kurang lebih 50 meter. Sejumlah bagian penahan tebing juga disebut mulai keropos, batu tampak bergeser atau terlepas, sementara timbunan dan badan jalan di sekitar lokasi turut menunjukkan tanda-tanda retak.

Warga setempat, Paisol Usman (40), melalui unggahan di media sosial menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Menurutnya, kondisi bangunan yang baru selesai dikerjakan tetapi sudah menunjukkan kerusakan patut menjadi perhatian serius, terlebih menjelang musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Aneh bin ajaib DPO Polda Jambi bebas berkeliaran

“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir penahan tebing ambruk dan jalan ikut longsor. Ini bisa membahayakan masyarakat,” keluhnya.

Sorotan lain adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui sumber anggaran, instansi penanggung jawab, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun waktu pelaksanaan proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik apakah pekerjaan tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atau Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Warga juga mempertanyakan material dan konstruksi yang digunakan. Berdasarkan keluhan yang beredar, terdapat dugaan penggunaan campuran material yang kurang baik serta konstruksi yang minim penggunaan besi. Namun, hal tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi tersebut berada di area yang kerap dilalui masyarakat dan disebut sering menjadi tempat anak-anak bermain. Jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko bangunan ambruk dan longsor dapat meningkat, terutama ketika curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Usia 68 Hari, Jagung Binaan Polsek Sabak Auh Siak Siap Masuk Fase Generatif

Masyarakat meminta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan teknis, memastikan siapa penanggung jawab pekerjaan, serta mengambil langkah pengamanan apabila ditemukan konstruksi yang tidak memenuhi spesifikasi.

Persoalan ini juga menjadi bagian dari keluhan lebih luas mengenai kondisi ruas jalan provinsi dari wilayah Payaraman hingga Rambang Kuang dan Muara Kuang yang di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan.

Publik kini menunggu keterbukaan pemerintah: siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggarannya, bagaimana spesifikasi teknisnya, serta apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi standar keselamatan dan mutu konstruksi.

Jika benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi longsor atau jatuhnya korban. Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

Laporan: Ketua Tim Pewarta Ogan Ilir Indonesia

Berita Terkait

Karhutla Nihil di Tanah Karo, 46 Personel Gabungan Tetap Siaga Patroli
Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor
Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor
Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu
HORAS PRESISI: Kapolres Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Girsang Sipangan Bolon
Dorong Program Lestari, Agung Lantik Nina Nelmayenti Lurah Umban Sari
Peduli Warga Binaan, Kodim 0205/TK Salurkan Air Bersih ke Desa Raya Berastagi
Pesta Pencuri Meriahkan HUT ke-2 Teater SMAN 1 Pekanbaru

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB