Proyek Penahan Tebing Jalan Provinsi di Tanjung Bulan Diduga Dikerjakan Asal Jadi Kini Retak & Terancam Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR — Kondisi proyek pembangunan penahan tebing di ruas jalan provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan warga. Proyek yang disebut baru selesai dikerjakan sekitar satu hingga dua minggu pada Agustus 2026 itu dilaporkan mengalami retak-retak pada sejumlah bagian dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dari kondisi yang dikeluhkan warga, retakan terlihat memanjang di sekitar area pembangunan dengan panjang kurang lebih 50 meter. Sejumlah bagian penahan tebing juga disebut mulai keropos, batu tampak bergeser atau terlepas, sementara timbunan dan badan jalan di sekitar lokasi turut menunjukkan tanda-tanda retak.

Warga setempat, Paisol Usman (40), melalui unggahan di media sosial menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Menurutnya, kondisi bangunan yang baru selesai dikerjakan tetapi sudah menunjukkan kerusakan patut menjadi perhatian serius, terlebih menjelang musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Di Polres Tanah Karo

“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir penahan tebing ambruk dan jalan ikut longsor. Ini bisa membahayakan masyarakat,” keluhnya.

Sorotan lain adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui sumber anggaran, instansi penanggung jawab, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun waktu pelaksanaan proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik apakah pekerjaan tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atau Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Warga juga mempertanyakan material dan konstruksi yang digunakan. Berdasarkan keluhan yang beredar, terdapat dugaan penggunaan campuran material yang kurang baik serta konstruksi yang minim penggunaan besi. Namun, hal tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi tersebut berada di area yang kerap dilalui masyarakat dan disebut sering menjadi tempat anak-anak bermain. Jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko bangunan ambruk dan longsor dapat meningkat, terutama ketika curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Geucik Desa Lubuk Pusaka Sanggah Tudingan Yang Melanggar Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008

Masyarakat meminta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan teknis, memastikan siapa penanggung jawab pekerjaan, serta mengambil langkah pengamanan apabila ditemukan konstruksi yang tidak memenuhi spesifikasi.

Persoalan ini juga menjadi bagian dari keluhan lebih luas mengenai kondisi ruas jalan provinsi dari wilayah Payaraman hingga Rambang Kuang dan Muara Kuang yang di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan.

Publik kini menunggu keterbukaan pemerintah: siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggarannya, bagaimana spesifikasi teknisnya, serta apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi standar keselamatan dan mutu konstruksi.

Jika benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi longsor atau jatuhnya korban. Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

Laporan: Ketua Tim Pewarta Ogan Ilir Indonesia

Berita Terkait

Lomba Perahu Bidar/Kenceran Tanjung Raja Siap Meriahkan HUT RI ke-81 di Sungai Ogan
Sebut Oknum TNI Backing Galian C, Wadandenintel Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siapkan Langkah Hukum
Prof. Sutan Nasomal Minta Kapolda Sultra Perintahkan Kapolres Kolaka Usut Transparan Dugaan Penganiayaan di Lingkungan PT MPP
Camat Seunagan Timur Buka Secara Resmi Perlombaan LCC Semarak HUT RI Ke 81.
Pemkab Karo Apresiasi Gereja Inkulturatif GBKP Bukit Kelasis Barus Sibayak, Usung Arsitektur Rumah Adat Karo
Konsolidasi Jelang Pemilu 2029: LAMR Meranti dan Bawaslu Gelar   
Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga
Bulog Sumut Tingkatkan Distribusi Beras SPHP dan Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Lomba Perahu Bidar/Kenceran Tanjung Raja Siap Meriahkan HUT RI ke-81 di Sungai Ogan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07 WIB

Proyek Penahan Tebing Jalan Provinsi di Tanjung Bulan Diduga Dikerjakan Asal Jadi Kini Retak & Terancam Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Prof. Sutan Nasomal Minta Kapolda Sultra Perintahkan Kapolres Kolaka Usut Transparan Dugaan Penganiayaan di Lingkungan PT MPP

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Camat Seunagan Timur Buka Secara Resmi Perlombaan LCC Semarak HUT RI Ke 81.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Pemkab Karo Apresiasi Gereja Inkulturatif GBKP Bukit Kelasis Barus Sibayak, Usung Arsitektur Rumah Adat Karo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Konsolidasi Jelang Pemilu 2029: LAMR Meranti dan Bawaslu Gelar   

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:07 WIB

Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Bulog Sumut Tingkatkan Distribusi Beras SPHP dan Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita Terbaru