Foto: Dokumentasi SMAN 1 Pekanbaru, Kepala Sekolah Dra. Baini, M.Pd., berpose di depan banner pentas tunggal “Pesta Pencuri” karya Sanggar Teater Lentera Ungu di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru.
_Sanggar Teater Lentera Ungu SMAN 1 Pekanbaru menggelar pentas tunggal di Anjung Seni Idrus Tintin._
PEKANBARU, waspadaindonesia.com – Memasuki usia ke-2 tahun, Sanggar Teater Lentera Ungu SMA Negeri 1 Pekanbaru membuktikan kedewasaan berkaryanya melalui pentas tunggal teater berjudul “Pesta Pencuri” yang dilaksanakan pada 25-26 September 2026 di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin.
Perjalanan menuju panggung ini diawali dari kobaran semangat seluruh anggota sanggar untuk membuktikan eksistensi melalui sebuah karya yang merekam sejarah berdirinya sanggar di SMAN 1 Pekanbaru.
Pementasan ini merupakan adaptasi dari naskah _Le Bal des Voleurs_ karya Jean Anouilh.
Rinaldi, S.Pd., selaku guru pembina sekaligus pelatih dan sutradara, mengatakan pentas tunggal ini menjadi momen emas untuk menunjukkan identitas Teater Lentera Ungu.
“Usia dua tahun bukanlah penghalang untuk melahirkan karya yang matang, melainkan momen emas untuk menunjukkan identitas Teater Lentera Ungu di atas panggung,” ujar Rinaldi.
Pentas ini mengusung konsep teater Eropa yang dipadukan dengan nyanyian dan tarian, sehingga pertunjukan menjadi satu kesatuan yang utuh di atas pentas.
Seluruh proses, mulai dari pembedahan naskah, eksplorasi karakter, hingga penggarapan artistik, dilakukan sebagai wujud dedikasi kolektif tim.
“Pentas tunggal ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan pembuktian atas kerja keras, kebersamaan, dan komitmen penuh seluruh anggota sanggar, sehingga lahirlah karya pertunjukan teater Pesta Pencuri ini,” katanya.
Sinopsis
_Pesta Pencuri_ mengisahkan sebuah komplotan pencuri yang dipimpin oleh Peterbono bersama para anggotanya, Hector dan Gustave, di sebuah kota resor musim panas di Vichy.
Dengan segala siasat yang mereka miliki, komplotan ini berniat merampok dan menipu sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Namun, rencana yang awalnya tampak sederhana ternyata tidak berjalan semulus yang mereka bayangkan.
Akankah komplotan Peterbono berhasil menjalankan aksinya? Atau justru mereka yang terjebak dalam permainan yang mereka ciptakan sendiri?
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Dra. Baini, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pementasan tersebut.
“Saya mengapresiasi dan bangga dengan anak-anak yang tekun mau belajar. Begitu juga dengan orang tua siswa yang selalu support sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dan berjalan lancar. Saya kagum melihat anak-anak begitu senang dan cerianya saat tampil,” ujar Baini.
Rinaldi berharap Sanggar Teater Lentera Ungu dapat melahirkan aktor-aktor teater masa depan, dan setiap karya yang dibuat menjadi semangat serta motivasi bagi siswa-siswi di sekolah lain untuk terus berkarya.
Sumber: Guru Pembimbing/Pelatih SMAN 1 Pekanbaru
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Rosbinner Hutagaol


































