Jadi DPR RI Tak Cukup dengan Nyanyi, Gaji dan Fasilitas Cukup Fantastis, Kinerja Jangan Malah Miris

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 27 Oktober 2023 - 13:01 WIB

50270 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditulis oleh: Asrinaldi, S.AP

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) seharusnya merupakan wakil rakyat yang memahami dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Namun, ironisnya, ada anggota DPR yang seolah-olah hanya pandai menyanyi, sedangkan pengetahuan mereka tentang tugas dan fungsi sebenarnya sangat minim.

Kapasitas anggota DPR RI seharusnya mencakup pengetahuan mendalam tentang kebijakan publik, undang-undang, serta masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi rakyat. Namun, ada anggota DPR yang lebih memilih bersuara demi kepentingan pribadi dan donaturnya, bukan untuk rakyat yang seharusnya mereka wakili. Mereka menjual nama rakyat demi keuntungan pribadi, tanpa memperdulikan aspirasi yang seharusnya mereka sampaikan di parlemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Layaknya selebriti, mungkina adapula DPR RI menikmati gaji dan fasilitas fantastis yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun tak digunakan sebagaimana mestinya. Sebagaimana diketahui, setiap anggota DPR RI memiliki anggaran kunjungan dapil sebesar 450 juta rupiah per tahun, namun sayangnya, anggaran tersebut sering pula tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan, mereka lebih suka menghabiskannya untuk ngopi dan kunjungan pribadi.

Tak hanya itu, ada pula praktik-praktik korupsi tersembunyi di balik fasilitas yang seharusnya untuk kepentingan rakyat. Ironisnya jika bantuan pemerintah dan berbagai sumber lainnya malah dialirkan ke usaha pribadi dan keluarga anggota DPR RI, bukannya fokus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Ratusan Personil Batalyon Yonif 856 TP /Satria Bumi Sakti Gotong Royong Massal di Ibukota Suka Makmue

Tak sebatas itu, bahkan menggunakan fasilitas negara untuk kampanye pribadi menjelang pemilu, tanpa memperhatikan integritas dan etika yang seharusnya dimiliki oleh seorang anggota DPR.

Tentu saja, fenomena menciptakan paradoks lainnya yang sulit dipahami juga perlu diperhatikan. Bagaimana mungkin dalam laporan E LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), kekayaan seorang anggota DPR RI semakin menurun setiap tahunnya padahal gaji dan fasilitas mereka rutin dan fantastis? Pertanyaan ini menggambarkan betapa tidak rasionalnya kondisi ini, apakah ada yang sengaja ditutupi dari kekayaannya agar dianggap merakyat atau laporan yang diberikan cenderung fiktif dan copy paste dari tahun ke tahun.

DPR RI seharusnya menjadi penjaga kepentingan rakyat, bukan ajang pencitraan atau jalan menuju kekayaan pribadi. Sudah saatnya rakyat menyadari bahwa memilih wakil rakyat yang sesungguhnya peduli dan mengerti kebutuhan mereka adalah kunci untuk membawa perubahan yang sejati. Dalam situasi di mana DPR RI hanya bisa “nyanyi” tanpa makna, rakyat harus berani memilih wakil yang sungguh-sungguh bersuara untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau donatur.

Untuk itu, sebagai rakyat tentunya kita harus lebih membuka mata hati dan tidak terus terjebak dengan bahasa manis dan janji lima tahunan yang tak kunjung ditepati. Dan sudah waktunya kita memilih wakil yang benar-benar memiliki pemahaman yang baik dengan tugas dan fungsinya untuk menghasilkan wakil rakyat yang peduli, mampu memberi bukti dan berkomitmen tinggi bukan sebatas haba mameh semata. Kejelian kita sebagai rakyat dalam mendukung dan memilih wakil rakyat merupakan penentu untuk nasib rakyat lima tahun mendatang, untuk itu sudah saatnya kita tidak terjebak terus menerus dengan cover calegnya semata sehingga kita tak terjebak di kesalahan yang sama, bahkan keledai pun tak ingin jatuh di lubang yang sama, apalagi kita manusia.

Baca Juga :  Akibat Mati lampu Ratusan Mobil Antri Di SPBU Paya Undan Nagan Raya

Sebagai generasi muda, kita berharap kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih dan memilih, jangan sampai kecolongan 5 tahunan terulang kembali. Harus kita pahami, Wakil rakyat yang kenal kampung dan orang kampung ketika pemilu saja bukanlah wakil rakyat. Namun, lebih tepat diibaratkan lintas darat, yang datang untuk menghisap darah dan pergi disaat kenyang. Rakyat tentunya tak ingin terus menerus di alun dengan nyanyian nyiur menambah di tepi pantai, walau indah dan manis kedengarannya namun tak lebih dari cerita dongeng pada kenyataannya.

Penulis adalah Alumni UIN Arraniry, Koordinator Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat(GeMPUR)

Berita Terkait

Batalyon C Pelopor Gelar Sertijab Danki dan Perwira Jajaran.
Bencana Ekologis mengancam Kaltim, Solusi Islam Menjadi Jalan Yang Penting
TRK Bupati Nagan Raya Buka Diklat Kader MKGR Aceh 2025 Secara Resmi.
Pemkab Nagan Raya Tutup Perusahaan PT Mon Jambe Karna Belum Ada Izin
Satgas Aman Nusa II Brimob Polda Aceh Bersihkan Masjid di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Puluhan Personil Polri Bantu Bangun Bendungan Irigasi Persawahan di Bener Meriah
Personil Brimob Dan Relawan Gelar Gotong Royong Bersama Jembatan Darurat Sungai Kala Ili
PMI Aceh Dampingi PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Bencana Alam : Ini Kata Fauzi Husaini

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:38 WIB

LSM LIRA Ungkap Dugaan Pelanggaran oleh Kasat Narkoba dalam Penanganan Bandar di Medan

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:04 WIB

Ketum PPA Desak Presiden Ringankan Tagihan PDAM dan PLN bagi Korban Banjir di Aceh

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:58 WIB

Aliansi Pers Akan Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Sediakan Layanan Keluhan

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:15 WIB

Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri Diterima, TAPA Segera Kaji dan Laporkan ke Gubernur

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:23 WIB

Dari Dapil Ke Senayan : Kisah Jamaluddin Idham Mengawal Harapan Rakyat Selama 365 Hari

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:55 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bantu Petani Cabai Aceh Tengah

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:22 WIB

Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB