Cendekiawan Dr. Ana Sopanah Sosok Perempuan Berpikir Out of The Box dan Visioner

Waspada Indonesia

- Redaksi

Minggu, 21 Januari 2024 - 19:53 WIB

50257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang — Menjadi emas di manapun berada maupun disimpan akan tetap menjadi emas. Semakin ditempa emas semakin berkilau dan cantik. Walaupun emas terjatuh dalam kubangan lumpur kotor tak menjadikannya berubah bentuk baik menjadi perak atau perunggu.

Gambaran itu rasanya sedikit banyak mewakili perjalanan hidup Dr. Ana Sopanah Supriyadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., yang saat ini mendapatkan amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widya Gama, Malang.

Ana Sopanah merupakan anak tunggal dari pasangan H. Wahidin dan Hj. Darningsih. Ia lahir di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Ana menjadi Lulusan terbaik di S1 Akuntansi UWG, S2 Universitas Gadjah Mada dan S3 di Universitas Brawijaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ana membuktikan kualitas dirinya dalam hal pendidikan dan akademik. Ana termasuk sosok manusia pembelajar dan suka berbagi ilmu dan mengajar, karena itu ia sangat antusias dan menikmati pekerjaannya sebagai dosen.

“Dosen itu pengabdian, bukan pekerjaan yang dapat memperkaya seseorang. Jadi kalau mau penghasilan tambahan yang lebih banyak, ya harus berbisnis,” tandasnya.

Australia menjadi titik awal memulai menaklukan dunia. Ana mendapat beasiswa ke Australia untuk mengikuti Program Sandwich di University of South Australia (UniSa). Menjadi tahun bersejarah karena waktu itu adalah pertama kalinya ia bikin pasport dan pertama kali pula ke luar negeri.

Kesempatan belajar dan bertemu banyak teman baru dari berbagai negara kembali membuka cakrawala dan memperkaya pengalamannya. Bahwa ada banyak negara di belahan dunia untuk memparipurnakan pengalaman dan pengetahuan akademik, harus bermindset global dengan spirit keindonesiaan.

Selesai tugas belajar, ia kembali ke kampus dan mendapatkan amanah sebagai Ketua Program Studi Akuntansi di Universitas Widya Gama Malang pada 2015. Menjabat di kampus membawa konsekuensi.

Baca Juga :  Kabareskrim Polri: Satgas TPPO Behasil Selamatkan 2.149 Korban

Ana memutuskan untuk tidak aktif di bisnis yang dirintis sebelumnya. “Itu komitmen saya sejak awal. Tugas utama tetap di kampus, lagi pula sistem perusahaan sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Jabatan bagi Ana bukan sekadar prestise, ada tanggungjawab besar yang diemban bersama dengan amanah yang diberikan. Ia punya target akreditasi Akuntansi harus A. Pekerjaan yang tidak mudah namun akhirnya berhasil ia raih di tahun 2016. Bahkan, Akreditasi A Akuntansi itu menjadi yang pertama dari 15 program studi yang ada di Universitas Widya Gama Malang.

Ana sukses membawa akreditasi A ke UWG dan mendapatkan amanah menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) pada 2017, double jabatan. Ia terima amanah tersebut dan menjalankan dengan totalitas sehingga program-program KUI makin dikenal. Kariernya terus menanjak dan Ana terpilih menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG pada 2020, bertepatan dengan pandemi Covid-19.

Pendidikan itu Bekal Utama.

“Pendidikan adalah bekal masa depan, hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib kita. Punya wawasan, punya pengetahuan lebih, bisa menghasilkan ide-ide kreatif, dan membuka cakrawala kita tentang apa saja,” urai perempuan yang juga menjadi salah satu Bendahara LPNU Kota Malang ini periode 2022-2027. Prinsip Ana rupanya sejalan dengan pandangan suaminya. Mereka mewajibkan pendidikan tinggi untuk anak. Ana sendiri memberikan contoh lewat dirinya, selain menyelesaikan jenjang S1 sampai S3, ia memiliki 10 gelar profesi (Ak, CA, CMA, CIBA, CBV, CAPM, CAPF, CERA, CDMS, CPS) hingga tahun 2023.

Ana mengambil pendidikan profesi akuntan tersertifikasi internasional dan tersertifikasi Australia di samping pendidikan profesi lainnya. Ia tidak menuliskan semua gelar itu di namanya, karena terlalu panjang.

Baca Juga :  KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Hakim Agung Gazalba Saleh

​Saat ini Ana fokus dengan pekerjaan dan tugasnya sebagai pendidik dan membuat target dapat mengajukan profesor pada tahun 2025. Ia menata segala kebutuhan yang diperlukan untuk pengajuan tersebut.

Salah satunya dengan menulis 20 buku, 8 publikasi di jurnal internasional dan 80-an publikasi dalam jurnal dalam nasional terakreditasi maupun yang belum terakreditasi. Selain itu Ana juga sibuk mendampingi Suami H. Mohammad Supriyadi seorang pengusaha dan 2 anak perempuannya Rabindra Annesa Danesjvara dan Rabiya Alawiy Supriyadi.

Ketua Forum Akuntansi Manajemen Ekonomi (FAME) Indonesia DPW Jatim ini mengatakan kepada seluruh perempuan di Indonesia, bahwa hidup itu pilihan. Siapapun berhak memilih mau menjadi apa saja, asalkan mulia. Mau menjadi dosen, pengusaha, atau fokus sebagai ibu rumah tangga. Semuanya baik. “Terpenting melakukannya dengan baik sesuai target kita masing-masing. Saya menghargai semua pilihan tersebut, sebab perempuan harus berani memilih hidupnya mau sukses di bidang apa,” tandasnya.

​Untuk mencapai kesuksesan, lanjut Ana, seseorang harus fokus dalam bekerja, pasti akan berhasil. Walaupun kadar dan standar keberhasilan itu berbeda-beda di setiap orang. “Saya paling suka melihat perempuan sukses. Perempuan itu multi talent. ” kata Ana. Ana mengungkapkan, ia sering berbicara dengan dirinya sendiri: “Harus cinta pekerjaanmu, harus cinta lingkunganmu. Kalau lingkunganmu nggak mencintaimu, ya lakukan sesuatu supaya ia suka dengan kamu”.

​“Itu motivasi dan pengingat untuk diri sendiri. Caranya, bukan sekadar dengan kata-kata, tapi aksi nyata. Sebab orang sukses adalah yang tidak hanya punya rencana, tapi juga melaksanakannya,” pungkas Ana.

Berita Terkait

Karang Taruna Cipta Mandiri Bojonghaleang Gelar Santunan Yatim dan Pembagian Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik
Bukan Miniatur, Fawaz Salim Bangun Jimny dan VW Safari Kayu yang Bisa Dikendarai
Partai Gerindra KBB Gelar Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi Kader dan Masyarakat
STOK BERAS DAN MINYAK GORENG DI JAWA BARAT DIPASTIKAN SANGAT AMAN
IKAWIGA Gandeng PT. IKKN Gelar Bukber Bersama Anak Yatim Piatu, Dhuafa dan Pekerja Sosial Se Malang Raya
Program Makanan Bergizi Puteran 2 Berjalan Lancar, Menu Baru Lebih Variatif dan Disukai Siswa di 20 Sekolah
Rp300 Juta untuk Studio Vodcast, BUMDesma di Cipatat Disorot Soal Transparansi

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:02 WIB

Keluarga Besar Faqih Fakhrozi Bin H. Makmun Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Senin, 16 Maret 2026 - 01:24 WIB

Marselinus Edwin & Co. Law Office Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:35 WIB

Forum “Perkara Bangsa” Bahas Posisi Indonesia di Tengah Konflik Global, H.A.B Law Firm Resmi Diluncurkan

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:56 WIB

DPP AKPERSI Kecam Intimidasi Terhadap Ketua DPC Pekanbaru, Instruksikan Jajaran Tetap Solid

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:55 WIB

Limbuk : “Dinantikan banyak penonton, menyajikan humor segar ditengah serius alur cerita wayang

Senin, 9 Maret 2026 - 21:31 WIB

HIMLAB Raya Jakarta Gelar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Labusel, Dorong Penguatan Pembangunan Daerah

Senin, 9 Maret 2026 - 01:22 WIB

Safari Ramadhan dan Diskusi Publik, DPP LIPPI Soroti Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran, Apresiasi Kinerja Menko Pangan

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:29 WIB

AKPERSI Apresiasi Kebijakan Menkomdigi, Pembatasan Media Sosial Anak Berlaku 28 Maret 2026

Berita Terbaru