Ibu dan Anak Tewas Usai Tertabrak Bus Sekolah di Aceh Tenggara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:05 WIB

50359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Sebuah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (22/11/2025) pagi. Korban adalah Juliana br Lbn Tobing (45) dan anaknya, Novia (15), warga Desa Tanoh Megakhe, Kecamatan Badar.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ibu dan anak tersebut tengah dalam perjalanan menuju sekolah menggunakan sepeda motor. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, keduanya melaju dari arah Desa Tanoh Megakhe menuju arah barat, tepatnya ke arah Desa Mendabe, yang merupakan rute biasa yang dilalui sang anak untuk bersekolah.

Sepeda motor Honda yang dikendarai Juliana, dengan nomor polisi B 5274 TCC, disebut hendak mendahului Bus Sekolah yang berada di depannya. Namun, insiden terjadi saat motor tersebut gagal mendahului dan akhirnya tertabrak oleh bagian depan bus yang datang dari arah yang sama. Dalam peristiwa tersebut, sang anak tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala, sementara ibunya sempat dievakuasi oleh warga dan aparat ke RSUD Haji Sahudin Kutacane. Namun, nyawa Juliana tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Baca Juga :  Pengutipan SPP di SMA Perisai Kutacane Dipertanyakan, Dinilai Tidak Sesuai Prosedur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, telah terjadi kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia. Keduanya merupakan pengendara sepeda motor yang berboncengan, seorang ibu dan anak,” ujar Kasat Lantas Polres Aceh Tenggara, Iptu Mardani, melalui Kanit Laka Lantas, Aipda Muhammad Muchaidir, S.H., saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyebut telah mengamankan sopir Bus Sekolah guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sopir bus saat ini masih dalam proses pemeriksaan untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat desa yang mengenal keduanya sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam lingkungan sosial. Juliana diketahui merupakan ibu rumah tangga yang dikenal bersahabat dan peduli terhadap kegiatan masyarakat, sementara Novia merupakan pelajar yang rajin dan tengah menempuh pendidikan menengah.

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga korban sejak pagi hingga pemakaman dilangsungkan pada sore harinya. Prosesi pemakaman dihadiri ratusan warga desa, keluarga, dan sahabat yang tak kuasa menahan tangis menyaksikan kepergian ibu dan anak dalam musibah yang begitu mengejutkan.

Baca Juga :  Dalam 6 Bulan, Polres Aceh Tenggara Berhasil Amankan Bandar dan Pemakai Narkoba di Wilayah Hukum Polres Aceh Tenggara

Perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat turut menyampaikan belasungkawa, serta mengajak warga agar meningkatkan kehati-hatian di jalan raya, khususnya pada jam-jam rawan dimana aktivitas masyarakat sedang tinggi. Mereka juga berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran serius bagi semua pihak, terutama dalam hal keselamatan lalu lintas.

Kecelakaan ini menambah jumlah kasus kecelakaan fatal yang terjadi akibat kelalaian mendahului kendaraan di jalan umum. Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan memperhatikan kondisi sekitar saat berkendara, terutama saat membawa penumpang yang rentan seperti anak-anak.

Sementara itu, hingga Sabtu sore, Satlantas Polres Aceh Tenggara masih melanjutkan penyelidikan dan menunggu hasil keterangan sopir bus serta saksi dari lokasi kejadian. Situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif, namun bekas-bekas insiden masih tampak di sepanjang ruas jalan dekat permukiman warga.

Musibah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam berlalu lintas. Kepergian ibu dan anak dalam aktivitas harian yang begitu biasa menyisakan duka yang mendalam bagi banyak pihak.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik
Tabligh Akbar Peringati Isra Mi’raj di Aceh Tenggara Berlangsung Khidmat, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Teladani Keteladanan Rasulullah SAW
DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan
Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe
Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran “Hantu” dan Pembiaran Sistematis
Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang
Wakil Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
STKIP Usman Safri Kutacane Wisuda 87 Mahasiswa, Pemkab Apresiasi Kontribusi Dunia Pendidikan bagi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:38 WIB

LSM LIRA Ungkap Dugaan Pelanggaran oleh Kasat Narkoba dalam Penanganan Bandar di Medan

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:04 WIB

Ketum PPA Desak Presiden Ringankan Tagihan PDAM dan PLN bagi Korban Banjir di Aceh

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:58 WIB

Aliansi Pers Akan Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Sediakan Layanan Keluhan

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:15 WIB

Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri Diterima, TAPA Segera Kaji dan Laporkan ke Gubernur

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:23 WIB

Dari Dapil Ke Senayan : Kisah Jamaluddin Idham Mengawal Harapan Rakyat Selama 365 Hari

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:55 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bantu Petani Cabai Aceh Tengah

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:22 WIB

Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB