Aceh Tenggara — Sebuah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (22/11/2025) pagi. Korban adalah Juliana br Lbn Tobing (45) dan anaknya, Novia (15), warga Desa Tanoh Megakhe, Kecamatan Badar.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ibu dan anak tersebut tengah dalam perjalanan menuju sekolah menggunakan sepeda motor. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, keduanya melaju dari arah Desa Tanoh Megakhe menuju arah barat, tepatnya ke arah Desa Mendabe, yang merupakan rute biasa yang dilalui sang anak untuk bersekolah.
Sepeda motor Honda yang dikendarai Juliana, dengan nomor polisi B 5274 TCC, disebut hendak mendahului Bus Sekolah yang berada di depannya. Namun, insiden terjadi saat motor tersebut gagal mendahului dan akhirnya tertabrak oleh bagian depan bus yang datang dari arah yang sama. Dalam peristiwa tersebut, sang anak tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala, sementara ibunya sempat dievakuasi oleh warga dan aparat ke RSUD Haji Sahudin Kutacane. Namun, nyawa Juliana tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sesaat setelah tiba di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, telah terjadi kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia. Keduanya merupakan pengendara sepeda motor yang berboncengan, seorang ibu dan anak,” ujar Kasat Lantas Polres Aceh Tenggara, Iptu Mardani, melalui Kanit Laka Lantas, Aipda Muhammad Muchaidir, S.H., saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menyebut telah mengamankan sopir Bus Sekolah guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sopir bus saat ini masih dalam proses pemeriksaan untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat desa yang mengenal keduanya sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam lingkungan sosial. Juliana diketahui merupakan ibu rumah tangga yang dikenal bersahabat dan peduli terhadap kegiatan masyarakat, sementara Novia merupakan pelajar yang rajin dan tengah menempuh pendidikan menengah.
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga korban sejak pagi hingga pemakaman dilangsungkan pada sore harinya. Prosesi pemakaman dihadiri ratusan warga desa, keluarga, dan sahabat yang tak kuasa menahan tangis menyaksikan kepergian ibu dan anak dalam musibah yang begitu mengejutkan.
Perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat turut menyampaikan belasungkawa, serta mengajak warga agar meningkatkan kehati-hatian di jalan raya, khususnya pada jam-jam rawan dimana aktivitas masyarakat sedang tinggi. Mereka juga berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran serius bagi semua pihak, terutama dalam hal keselamatan lalu lintas.
Kecelakaan ini menambah jumlah kasus kecelakaan fatal yang terjadi akibat kelalaian mendahului kendaraan di jalan umum. Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan memperhatikan kondisi sekitar saat berkendara, terutama saat membawa penumpang yang rentan seperti anak-anak.
Sementara itu, hingga Sabtu sore, Satlantas Polres Aceh Tenggara masih melanjutkan penyelidikan dan menunggu hasil keterangan sopir bus serta saksi dari lokasi kejadian. Situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif, namun bekas-bekas insiden masih tampak di sepanjang ruas jalan dekat permukiman warga.
Musibah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam berlalu lintas. Kepergian ibu dan anak dalam aktivitas harian yang begitu biasa menyisakan duka yang mendalam bagi banyak pihak.
Laporan : Salihan Beruh

































