Sebanyak 800 kepala keluarga (KK) menjadi penerima bantuan yang tersebar di 11 desa terdampak dengan tingkat kerusakan paling parah. Adapun desa-desa tersebut meliputi Bener Berpapah, Lewa Penanggalan, Penungkunan, Jati Sari, Lak Lak, Keyambe, Louser, Lewa Aunan, Bukit Baru, Simpur Jaya, dan Rumah Bundar. Distribusi difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur dan kesulitan akses terhadap bahan pangan.
Proses penyaluran dilakukan secara langsung oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Tenggara dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Bantuan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh Baitul Mal Aceh. Penyaluran dilakukan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat di tengah masa tanggap bencana.
Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Tenggara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan warga terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
Baitul Mal Aceh memastikan distribusi bantuan dilakukan secara merata dan transparan, dengan harapan dapat mengurangi beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Pemerintah daerah juga mengapresiasi sinergi antara lembaga zakat dan masyarakat dalam memperkuat solidaritas di masa krisis.
Melalui penyaluran beras ini, diharapkan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi sementara waktu, sekaligus menjadi pendorong bagi berbagai pihak lain untuk turut membantu proses pemulihan pascabencana di Aceh Tenggara.
[ Aliasa ]

































