KBB , Padalarang, waspada indonesia.com // Jumat 12 Desember 2025 —
Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO-I) Kabupaten Bandung Barat melaksanakan audensi resmi dengan DPRD KBB di Gedung DPRD KBB . Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi, S.Pd.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas inisiatif IWO-I. Ia menilai kehadiran organisasi media sebagai mitra strategis yang sangat dibutuhkan dalam memperkuat transparansi dan kontrol sosial.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran DPD IWO-I. Kritik, saran, dan masukan adalah bagian penting untuk terus meningkatkan kinerja DPRD, baik dalam pelayanan maupun transparansi,” ujar H. Muhammad Mahdi, S.Pd.

DPD IWO-I Hadir Solid dan Kompak
DPD IWO-I KBB yang dipimpin oleh Rushendi datang bersama jajaran pengurus lengkap. Suasana audensi berlangsung humanis, komunikatif, serta profesionalitas.
Dialog berjalan dinamis, pertanyaan disampaikan secara terstruktur, dan jawaban dari Ketua DPRD diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Tiga Agenda Utama IWO-I dalam Audensi
1. Silaturahmi & Penguatan Komunikasi
Ketua IWO-I KBB Rushendi menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi ruang untuk:
* mempererat hubungan kelembagaan,
* membangun pola komunikasi sesuai tupoksi,
* meningkatkan transparansi informasi publik,
* mendorong sinergi dalam kerangka simbiosis mutualisme: kerja sama yang saling menguntungkan antara media dan lembaga legislatif.
2. Pelayanan Publik & Transparansi Anggaran
DPD IWO-I KBB menekankan pentingnya:
* transparansi penggunaan anggaran,
* keterbukaan program kerja DPRD dan pemerintah daerah,
* memastikan bahwa manfaat anggaran publik terasa oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.
Hal ini selaras dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mengamanatkan hak masyarakat untuk memperoleh akses informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Evaluasi Pokok Pikiran (Pokir) Dewan
DPD IWO-I KBB menyoroti banyaknya dugaan penyalahgunaan dan pemanfaatan Pokir oleh oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan dewan.
Evaluasi Pokir sangat penting mengingat mekanismenya diatur dalam:
Permendagri No. 86/2017 (tahapan perencanaan pembangunan daerah),
di mana pokok pikiran DPRD harus bersumber dari aspirasi masyarakat yang disampaikan secara resmi melalui reses.
Masukan dan Temuan Para Pengurus IWO-I
Beberapa pengurus IWO-I menyampaikan temuan serta kritik konstruktif di lapangan:
• Kusmawan (Sekjen)
Menyoroti persoalan pelayanan rumah sakit yang dinilai masih lamban dan belum responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
• Derry (Humas)
Mengkritisi pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang sering tidak sinkron antara prosedur aturan dan implementasi di lapangan, sehingga rawan menimbulkan polemik.
• Ladi sebagai Ketua Bidang Investigasi IWO-I , Menyoroti dugaan penyimpangan Pokir pada sektor pertanian, berupa indikasi penjualan alat pertanian yang seharusnya menjadi fasilitas bantuan untuk kelompok tani.
• Eddy (Bendahara IWO-I)
Mempertegas sejumlah aspirasi terkait:
tindak lanjut DPRD terhadap laporan masyarakat dan media mengenai dugaan penyimpangan pembangunan fisik maupun anggaran, serta pentingnya membangun kerja sama strategis DPRD dengan media sebagai mitra kontrol sosial guna meningkatkan transparansi informasi publik.
Tanggapan Tegas dan Terbuka dari Ketua DPRD
Menanggapi seluruh masukan, Ketua DPRD menegaskan bahwa kritik dari masyarakat dan media adalah bahan evaluasi penting.
“Kami berterima kasih atas kritik dan sarannya. Ini menjadi bahan introspeksi bagi DPRD untuk terus meningkatkan pelayanan, kinerja, dan transparansi. Kami tidak alergi kritik, justru siap bersinergi dengan media,” ujar Mahdi.
Beliau juga menyatakan komitmen DPRD untuk:
* memperkuat kolaborasi dengan media,
* meningkatkan pengawasan terhadap laporan-laporan masyarakat,
* serta memastikan Pokir, pelayanan publik, dan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Penutup
Audensi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara DPRD dan IWO-I sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Pertemuan berjalan kondusif, penuh gagasan, dan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih kuat ke depan.
Read: ladi

































