Menhan Ajak Pers Jadi Pilar Ketahanan Informasi, Muhammad Amru Ingatkan Tanggung Jawab Jurnalis atas Akurasi dan Nasionalisme

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:55 WIB

50365 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa tantangan pertahanan negara saat ini telah mengalami pergeseran paradigma signifikan. Ancaman tidak lagi hanya datang dari kekuatan militer konvensional, tetapi juga memasuki dimensi baru berupa perang psikologis di ruang digital. Ia menekankan pentingnya kesadaran nasional terhadap bentuk ancaman yang bersifat nonfisik ini, yang menyusup secara halus melalui penyebaran informasi menyesatkan, manipulasi opini, hingga upaya sistematis merongrong nilai-nilai kebangsaan.

Pandangan tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan pembekalan kepada ratusan peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Rumpin, Bogor, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Di forum tersebut, Sjafrie menjelaskan bagaimana kontestasi kepentingan global kini banyak beroperasi melalui medium informasi digital, menjadikan ruang maya sebagai medan baru yang sama strategisnya dengan wilayah fisik. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi tidak hanya mempercepat penyebaran berita, tetapi juga membuka peluang infiltrasi narasi negatif yang secara perlahan dapat merusak fondasi kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Sjafrie menguraikan jenis-jenis ancaman nonmiliter yang kini dihadapi bangsa, mulai dari disinformasi yang dikemas secara rapi, propaganda terselubung yang dibungkus kesan netral, hingga aktivitas digital lintas batas yang melemahkan kohesi sosial dan kepercayaan terhadap institusi negara. Ia menggarisbawahi pentingnya membangun ketahanan nasional yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan senjata, melainkan juga mencakup ketahanan ideologi, mentalitas masyarakat, serta kesadaran sejarah dan identitas nasional.

Baca Juga :  Kunjungi Stand BPN Karawang di Mal Pelayanan Publik, MenpanRB: Ini Pelayanan Publik yang Accessible

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sjafrie mengutip adagium militer klasik si vis pacem, para bellum – jika ingin perdamaian, bersiaplah menghadapi perang – seraya menambahkan bahwa dalam konteks kekinian, kesiapan itu mencakup kemampuan membaca tanda-tanda ancaman sedini mungkin, terutama yang datang melalui kanal digital. Menurut dia, masyarakat Indonesia harus diperlengkapi dengan literasi digital yang memadai untuk dapat memilah informasi, serta menumbuhkan daya kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang potensial merusak semangat persatuan.

Ia menekankan bahwa di tengah intensitas perang informasi yang berlangsung saat ini, media massa memiliki posisi yang sangat strategis. Wartawan, katanya, tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi menjadi garda depan dalam menjaga kesadaran dan akal sehat publik. Dengan basis integritas, tanggung jawab moral, dan wawasan kebangsaan, insan pers diharapkan mampu menjadi penjaga opini publik agar tetap berpijak pada data dan kebenaran, serta tidak menjadi alat disinformasi oleh pihak-pihak yang memiliki agenda tertentu.

Kegiatan di Pusat Diklat Bela Negara ini diawali dengan seremoni penyambutan Menhan yang dipimpin oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo. Setelah diterima secara resmi oleh jajaran pengurus PWI Pusat, Sjafrie melanjutkan dengan sesi pembekalan di Auditorium Bela Negara yang berlangsung interaktif meski dalam format ceramah. Para peserta retret, yang terdiri dari wartawan berbagai generasi dan daerah, mengikuti kegiatan dengan antusias tinggi, melihat pentingnya sinergi antara dunia pers dan sektor pertahanan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Baca Juga :  Akhmad Munir Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030 di Kongres Cikarang, Akhiri Dualisme dan Tegaskan Arah Baru Organisasi Wartawan

Salah satu peserta, H. Muhammad Amru, jurnalis senior asal Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyampaikan melalui sambungan telepon seluler bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini. Ia menilai, pembekalan dari Menhan memberikan perspektif yang tajam dan strategis tentang posisi pers sebagai benteng pertahanan informasi bangsa. Menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan berita harus diimbangi dengan kedalaman analisis dan akurasi demi membangun kepercayaan publik dan menjaga stabilitas nasional.

Amru menambahkan bahwa wartawan harus mampu menjalankan fungsinya dengan tangguh, terlebih di era digital yang menuntut ketahanan intelektual dan kebangsaan lebih dari sebelumnya. Ia menyambut baik inisiatif PWI Pusat yang memberikan ruang dialog antara pemerintah, khususnya sektor pertahanan, dengan para insan pers sebagai ujung tombak komunikasi publik nasional.

Lewat penyelenggaraan Retret PWI Pusat ini, diharapkan insan pers dapat memperkuat posisi strategisnya dalam ekosistem pertahanan nonmiliter, sekaligus mempertajam peranannya sebagai pilar demokrasi dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor, termasuk antara media dan pertahanan negara, menjadi keniscayaan untuk menjawab berbagai bentuk tantangan terhadap kedaulatan bangsa secara komprehensif. (J.Porang)

Berita Terkait

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
Dudung Abdurachman Di Lantik Menko Polkam, Aktivis Nasional : Sosok Figur Terbaik yang Loyal Terhadap Bapak Presiden Prabowo
Pernyataan Jokowi Dipersoalkan, Jerry Massie Klaim Ada Ratusan Pernyataan yang Dinilainya Bermasalah Selama Sepuluh Tahun
Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.
Prof DR Sutan Nasomal : Korupsi di Bogor Para ASN Bawahannya Ikut Pucuk Pimpinan Semua. Maka Kpk Jangan Basa Basi Harus Tangkap Pucuk Sampai Akarnya
Kemitraan Media Jadi Sorotan, SWI Jabar Minta Mekanisme yang Jelas demi Mewujudkan Informasi Publik Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB