Waspadaindonesia.com Banda Aceh | – PT PLN (Persero) terus bekerja maksimal untuk memulihkan sistem kelistrikan Aceh pascabencana banjir dan longsor yang menyebabkan terputusnya jaringan interkoneksi Sumatera–Aceh.
Hingga Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB, pembangunan dua tower emergency transmisi Pangkalan Brandan–Langsa dilaporkan telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Progres pemulihan sempat mengalami kendala akibat kondisi cuaca ekstrem di lokasi pembangunan tower. Namun, tim PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya dan peralatan teknis agar sistem kelistrikan Aceh segera pulih sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tower emergency tersebut menjadi kunci utama untuk menyalakan kembali jaringan interkoneksi listrik di Aceh yang sebelumnya lumpuh akibat bencana.
Setelah interkoneksi berhasil dipulihkan, PLN akan melakukan penyaluran daya dari PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4. Proses distribusi listrik akan dialirkan ke 20 gardu induk, 558 penyulang, dan lebih dari 15.700 gardu distribusi di seluruh Aceh secara bertahap dan terukur.
PLN memastikan setiap tahapan dilakukan dengan kehati-hatian untuk menjaga stabilitas sistem dan keamanan pasokan listrik bagi masyarakat.
PLN mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung. “Kami terus bekerja penuh, siang dan malam, agar listrik di Aceh dapat kembali normal secepatnya.
Semua perkembangan resmi akan kami umumkan melalui kanal resmi PLN,” demikian keterangan PLN UID Aceh dalam rilis resminya.



































