Diduga Tilep Anggaran DD Dan Dana Bumdes Kakon Taman Sari Kecamatan Pugung Dilaporkan Di Kejari Tanggamus

hayat

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:31 WIB

50206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS – Tabir gelap yang menyelimuti pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 di Pekon Taman Sari, Kecamatan Pugung, akhirnya resmi diseret ke hadapan hukum. Tim Media Kabiro Tanggamus bersama Media Viral Petang secara sah telah melayangkan laporan resmi terkait dugaan praktik korupsi dan maladministrasi ke Kejaksaan Negeri Tanggamus pada akhir Februari 2026.

​Langkah hukum ini menjadi gema peringatan bagi para pemangku kebijakan di tingkat pekon yang disinyalir “bermain api” dengan anggaran negara. Laporan bernomor 001/SLZP/B/18.06/4/2026 tersebut membawa setumpuk indikasi kuat mengenai praktik mark-up harga material hingga proyek fisik yang volumenya diduga sengaja “disunat” demi mempertebal pundi-pundi pribadi oknum penguasa pekon.

​Seni ‘Mark-Up’ dan Proyek yang Kehilangan Volume

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan dokumen laporan yang diterima, aroma busuk penyimpangan tercium menyengat pada proyek pembangunan fisik yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD). Alih-alih menjadi fondasi kesejahteraan warga, pembangunan tersebut diduga kuat menjadi ajang “sulap-menyulap” angka yang fantastis.

Baca Juga :  Polsek Pulau Panggung Identifikasi Rumah Tertimpa Pohon Kelapa

​Modus yang digunakan tergolong klasik namun berani: menggelembungkan biaya jasa dan belanja barang jauh di atas harga pasar. Tak hanya itu, informasi yang dihimpun dari warga setempat mengungkap fakta pahit bahwa volume pekerjaan di lapangan tampak “kurang gizi” alias tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dianggarkan.

​Transparansi yang seharusnya menjadi panglima dalam pengelolaan dana publik, justru seolah menjadi barang langka di Pekon Taman Sari. Baliho APBDes yang semestinya terpampang nyata sebagai bentuk akuntabilitas, disinyalir hanya menjadi pajangan bisu yang tak berjiwa, atau bahkan sengaja disembunyikan dari mata kritis masyarakatnya sendiri.

​Suara Perlawanan: “Hukum Adalah Obat Penyakit Mental Korupsi”

​Hayat, Kabiro Viral Petang yang bertindak sebagai perwakilan tim media, menegaskan bahwa langkah pelaporan ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral jurnalis sebagai anjing penjaga (watchdog) demokrasi. Ia tidak ingin melihat Dana Desa hanya menjadi “ladang panen” pribadi oknum pejabat pekon sementara warga hanya mendapat sisa-sisa pembangunan yang rapuh.

​”Kami tidak datang ke Kejaksaan untuk sekadar menyetor kertas. Kami datang membawa amanah warga Taman Sari yang merasa dikhianati oleh transparansi palsu. Jika anggaran negara dikelola seperti warung pribadi dengan mark-up harga yang ugal-ugalan dan volume proyek yang dikebiri, maka hukum adalah satu-satunya obat untuk menyembuhkan penyakit mental korupsi ini,” tegas Hayat dengan nada bicara yang tajam dan berwibawa.

Baca Juga :  Kasus Penyerobotan Tanah di Bulok : Sudah Setahun Diproses, Belum Ada Titik Terang, Polres Sampaikan Jadwal Tahap Berikutnya

​Menanti Taring Korps Adhyaksa

​Kini, bola panas berada di tangan Kejaksaan Negeri Tanggamus. Masyarakat menaruh harapan besar agar Korps Adhyaksa tidak tumpul ke atas, terutama dalam mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kepala Pekon Taman Sari.

​Nasib para oknum di Taman Sari kini berada di ujung tanduk.
Publik kini menunggu: apakah keadilan akan berdiri tegak mengoyak tabir gelap di pekon tersebut, ataukah laporan ini akan menguap begitu saja di balik birokrasi yang dingin? Satu hal yang pasti, pena jurnalis tidak akan berhenti menggores hingga kebenaran benar-benar telanjang di depan mata rakyat.

–Redaksi–

Berita Terkait

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita
Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka
Kapolres Tanggamus Tinjau Penanaman Kedua Bawang Putih di Pekon Ngarip dan Ngobarmas di Sukamaju
Polres Tanggamus Sosialisasikan Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru kepada Nelayan Pesisir
Karutan Kota Agung Bagikan Masker Warga Binaan
LSM PAGAR Lampung Desak Transparansi Anggaran BPBD Tanggamus, Ancaman Aksi Turun Jalan
DPD GILAS Tanggamus Soroti Dugaan Korupsi Anggaran BLUD dan BOK Puskesmas Gunung Alip , Puskesmas Kecamatan Gisting serta Dinkes
Polsek Talang Padang Tangkap Satu Tersangka Pencurian Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip, Buru Satu Rekannya

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda

Selasa, 29 September 2026 - 13:23 WIB

Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri

Jumat, 25 September 2026 - 07:35 WIB

Jelang Pilkakon Serentak 2026, Komisi I DPRD Pringsewu Pastikan Tahapan Berjalan Sesuai Regulasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:10 WIB

Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan

Selasa, 22 September 2026 - 18:43 WIB

Dipercaya 6 Tahun Jadi Sopir, Pria di Pringsewu Gelapkan Rp50,4 Juta Setoran Ayam untuk Judi Online

Kamis, 17 September 2026 - 15:43 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf, Kuliner, serta Kambing dan Domba sebagai Potensi UMKM

Berita Terbaru