MBG di Ogan Ilir Kembali Viral, Dua Sekolah Jadi Sorotan Publik & Ini Kata Korwil Sppgnya

Waspada Indonesia

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:27 WIB

50251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir, Sumatera Selatan — Program Makanan Bergizi (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat setelah dua unggahan berbeda di media sosial memicu kritik publik terhadap kualitas menu yang diterima siswa.

Unggahan pertama dari akun Facebook Syarif Bahrus menampilkan paket MBG di Yayasan MI PIAT, Dusun 3 Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya.

Dalam foto yang beredar tampak menu berupa dua buah pisang, satu telur rebus, sepotong bolu kojo, dan beberapa butir kacang tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unggahan itu disertai rasa kecewa karena pembagian dilakukan di bulan Ramadan — momentum yang seharusnya menjadi titik fokus peningkatan kualitas asupan bagi anak-anak.

Tak berselang lama, akun Muhammad Salman juga mengunggah menu MBG di SDN 02 Kecamatan Indralaya Utara.

Dalam foto terlihat satu kemasan kecil kacang goreng, satu buah jeruk, satu telur rebus, serta dua kemasan yang menyerupai agar-agar.

Unggahan yang diposting pada Senin, 23 Februari 2026 ini menarik beragam tanggapan warganet.
Sebagian besar masyarakat mempertanyakan apakah komposisi tersebut sudah memenuhi standar gizi yang layak bagi anak usia sekolah.

Baca Juga :  Jabar Istimewa Hadir di Jalan Raya: Anggaran Triliunan untuk Infrastruktur yang Lebih Baik

Sorotan juga mengarah pada transparansi anggaran serta pengawasan pelaksanaan program.

Namun, ada juga yang menyatakan bahwa program tetap penting dan diperlukan ” asal kualitas dan pemerataannya terjamin.

Pembelaan dari SPPG Korwil: Menu Per Hari, Tidak Sama dengan Rapel
Menanggapi kritik yang beredar, salah seorang pengurus SPPG Korwil,

Liana, memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp: Izin pak terkait menu ini adalah menu perhari jadi tidak bisa dibandingkan dengan menu rapelan per 3 hari.

Kenapa kita pilih membagikan setiap hari supaya makanan tersebut memang fresh dan dipastikan bahwa konsumsi mereka tepat dengan kebutuhan gizi hariannya.

Dalam penjelasan tersebut ditegaskan bahwa menu harian yang dibagikan tidak bisa disamakan dengan paket rapel tiga hari dalam satu bungkus ” yang sering menjadi perbandingan netizen.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Asal Jadi di Payaraman, Akhirnya Belum Genap 1 Tahun Sudah Mau Ambruk

Alasan yang disebutkan adalah agar makanan yang diterima selalu segar dan sesuai kebutuhan gizi harian siswa yang aktif belajar.

Pernyataan itu juga menyebut permintaan agar tidak menggiring opini miring tanpa memastikan terlebih dahulu jenis perbandingan yang dibuat: menu harian vs rapel tiga hari.

Liana menambahkan bahwa variasi menu akan terus dievaluasi bersama kepala SPPG masing-masing sekolah.

Evaluasi Publik dan Catatan Penting Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program maupun kepala SPPG setempat terkait dua polemik menu MBG tersebut.

Kasus ini kembali menjadi alarm publik bahwa program yang menyasar anak-anak tidak boleh sekadar berjalan secara administratif.

Gizi bukan sekadar jumlah, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan tumbuh kembang generasi.

Setiap rupiah anggaran harus sejalan dengan manfaat nyata di lapangan.

Yang dipertaruhkan bukan hanya citra program, tetapi masa depan generasi bangsa.

#RakyatNkriKawalMBG

Berita Terkait

BBPOM Pekanbaru dan DPR RI Sahidin Ajak Warga Kampa Cegah Stunting Lewat Pangan Aman
Asta Cita Presiden Prabowo Jadi Nyata: 50 Kg Jagung Dipanen Petani Kampar Kiri Hilir
TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD YOGYAKARTA DESAK BPTD DIY BUKA DATA PROYEK REHABILITASI TERMINAL GIWANGAN Rp11,6 MILIAR
Satgaswil Kalteng Gaungkan Pencegahan Paham IRET dan Bahaya Paham Kekerasan di Kalteng Expo HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah
Modus Gadai Mobil Rental Terbongkar, Pelaku Diduga Ancam Keluarga Wartawan Lewat Seluler Telepon
Polda Riau Beri Pendampingan Psikologis Untuk Keluarga Korban Curas di Rumbai
SMAN 1 LARANTUKA APRESIASI AKPERSI NTT: PELATIHAN JURNALISTIK BERI PERSPEKTIF BARU SISWA
Wakapolda Riau: Zero Tolerance Narkoba, 27 Kg Sabu Jaringan Internasional Digagalkan di Meranti

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:33 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional & Hari Lahir Pancasila 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:21 WIB

Polisi Intai Jalur Narkoba di Pringsewu, Dua Pria Pembawa Sabu 51 Gram Tertangkap

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:40 WIB

Buka Muskomda VI, Bupati Pringsewu Sebut Pemuda Katolik Berkontribusi Nyata Dukung Program Pemerintah

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:51 WIB

Nyali Kejari Pringsewu Di Uji LSM dan Publik : Beranikah Membongkar Dugaan Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD Tahun 2025

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Idul Adha 1447 Hijriah & Potong Hewan Qurban Di Pagelaran Utara

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:49 WIB

Konfirmasi DPC LSM Trinusa : Jawaban Pihak Kejari Dinilai Kurang Memuaskan, Trinusa Ancam Aksi Lebih Besar

Senin, 25 Mei 2026 - 20:07 WIB

Abdul Manaf DPC LSM Trinusa Mendesak Kejari Segera Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD Pringsewu Tahun 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 08:04 WIB

Tangis Haru Warnai Haflatut Takhrij IMBOS, Hafizh 30 Juz Terima Hadiah Umroh dari Bupati Pringsewu

Berita Terbaru