Waspadaindonesia.com | Banda Aceh – Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Aceh bergerak cepat menyalurkan 426.500 liter air bersih dan fasilitas sanitasi darurat ke berbagai wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh.
Gerakan kemanusiaan ini dilakukan atas arahan langsung Gubernur Aceh, yang menekankan pentingnya ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat di masa tanggap darurat.
Kepala Dinas PERKIM Aceh, T. Aznal Zahri, menyebut bahwa tim satgas di bawah koordinasinya langsung turun ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran. “Air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.
Atas arahan Bapak Gubernur, kami memastikan pasokan air terus mengalir ke masyarakat terdampak,” ujarnya. Ia menegaskan, seluruh jajaran bekerja siang dan malam agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih.
Distribusi air bersih dipusatkan di daerah yang paling parah terdampak, seperti Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang, di mana ribuan warga masih mengalami keterbatasan akses air layak. Selain itu, Gayo Lues, Aceh Timur, Pidie Jaya, dan Bireuen juga menjadi fokus pendistribusian.
Truk tangki air disiagakan di titik-titik pengungsian dan perumahan warga agar layanan tidak terhenti meski kondisi medan sulit dan akses terbatas.
Tidak hanya air bersih, Dinas PERKIM Aceh juga menyediakan toilet portabel dan bioseptic tank untuk menjaga sanitasi di wilayah pengungsian. Di Aceh Tamiang, enam toilet portabel dan sepuluh toilet knock-down telah melayani lebih dari 1.600 warga per hari, sementara di Gayo Lues, sepuluh unit toilet portabel tambahan telah dipasang untuk mendukung kebersihan dan kesehatan pengungsi.
Fasilitas ini menjadi penopang utama mencegah penyakit akibat lingkungan yang lembab dan genangan air pascabanjir.
Langkah cepat Dinas PERKIM Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat, bukan sekadar melalui kebijakan, tetapi dengan aksi nyata di lapangan. “Setiap tangki air yang bergerak adalah simbol kepedulian dan gotong royong.
Ini bentuk solidaritas seluruh unsur pemerintah Aceh untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang,” ujar Aznal Zahri. Ia menegaskan, penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak bencana mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang memadai (Redaksi)

































