BANDA ACEH : Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA) Banda Aceh, Muhammad Irsal, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., atau yang akrab disapa TRK, atas respons cepat dan sigap dalam penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Nagan Raya, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Muhammad Irsal menilai, sejak awal terjadinya banjir bandang, Bupati TRK langsung bergerak cepat dengan turun ke lapangan, memastikan keselamatan warga, serta mengoordinasikan berbagai pihak terkait untuk percepatan penanganan dampak bencana.
“Bupati TRK bekerja siang dan malam tanpa henti, memikirkan nasib masyarakat yang terdampak musibah. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang hadir di saat rakyat membutuhkan,” ujar Irsal dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Irsal melihat dalam dua hari Bupati TRK telah berhasil memboyong tiga pejabat penting di tingkat pusat yang terkait langsung dengan bencana yang terjadi saat ini. Tidak hanya duduk di atas meja berdiskusi membicarakan penanganan bencana, namun sang Bupati mengajak nya langsung ke lapangan melihat kondisi ril.
“Pasca seminggu setelah banjir bandang saya sempat ingin berjumpa beliau di pendopo dan menunggu sampai malam, tapi staf di pendopo bilang bapak masih di Beutong Ateuh dan sudah beberapa hari ini selalu pulang larut malam, saya pikir ini adalah sesuatu yang beda untuk seorang pemimpin” tambah Irsal
Menurutnya, sosok TRK merupakan pemimpin yang bersahaja, tidak banyak bicara namun tegas dalam bertindak. Banyak kerja nyata yang dilakukan Bupati Nagan Raya tersebut tidak selalu tersorot media, namun dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Ia tidak mencari pencitraan. Kerja-kerja beliau lebih banyak dilakukan di lapangan dan fokus pada solusi. Inilah yang membuat masyarakat Nagan Raya merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” tambahnya.
IPELMASRA Banda Aceh berharap, semangat kerja dan komitmen Bupati TRK dalam melayani masyarakat, khususnya di masa-masa darurat bencana, dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya. (*)

































