KETAMBE — Satu unit mobil pick up terseret arus deras Sungai Alas di kawasan Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika kendaraan tengah melintas di jalur yang menghubungkan Ketambe menuju Kutacane saat intensitas hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang sore hingga malam hari.
Hujan lebat yang mengguyur kawasan hulu Sungai Alas selama beberapa jam menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan di sepanjang jalur tersebut sehingga pengemudi diduga tidak menyadari bahwa air sungai telah meluap dan menggenangi jalan yang hendak dilaluinya. Dalam hitungan detik, arus deras yang membawa material lumpur dan kayu langsung menyeret kendaraan tersebut ke tengah aliran sungai.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus dan gelapnya malam menyulitkan proses evakuasi. Tim gabungan yang terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, serta relawan dari berbagai elemen masyarakat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap pengemudi yang hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan.
Sungai Alas yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Provinsi Aceh memang dikenal memiliki karakteristik arus yang sangat deras, terutama ketika memasuki musim penghujan. Kawasan Ketambe yang secara geografis berada di kaki Taman Nasional Gunung Leuser kerap menjadi titik rawan banjir bandang mengingat topografinya yang berbukit dengan kemiringan curam. Air hujan yang turun di kawasan pegunungan akan dengan cepat mengalir ke hilir dan menyebabkan permukaan sungai naik secara tiba-tiba tanpa peringatan yang memadai.
Pihak berwenang setempat mengimbau seluruh pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan Ketambe dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan saat kondisi cuaca buruk. Masyarakat juga diminta untuk tidak memaksakan perjalanan apabila hujan deras turun dan memantau informasi terkini mengenai kondisi sungai sebelum melakukan perjalanan. Proses pencarian korban dan kendaraan masih terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia meski terkendala oleh kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Laporan Salihan Beruh



































