PRINGSEWU, LAMPUNG – Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Pringsewu melakukan peninjauan langsung ke Pasar Pringsewu yang saat ini dinilai semakin sepi dan tidak lagi optimal. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 60 persen pedagang memilih menutup usahanya akibat minimnya pengunjung. Kamis,(8/01/2026)
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu, Hj. Mastuah, bersama anggota Komisi II menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pasar yang tampak fakum dan kurang terawat. Sebagai wakil rakyat, pihaknya berharap hasil peninjauan tersebut dapat menjadi dasar untuk segera dilakukan pembenahan menyeluruh.
“Apa yang kita lihat hari ini harus segera dibenahi. Pasar perlu ditata ulang, direnovasi, agar kembali ramai dan padat pengunjung seperti yang diharapkan para pedagang,” ujar Hj. Mastuah di sela-sela kunjungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu, Sulis, menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali Pasar Pringsewu. Ia menegaskan bahwa penataan pasar menjadi bagian dari visi dan misi kerja Dinas Koperindag yang telah disusun.
“Kami berkomitmen akan menata kembali pasar ini agar bisa hidup dan berkembang menjadi pasar yang lebih modern. Pasar Pringsewu memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah serta Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Sulis di hadapan awak media.
Menurutnya, pembenahan pasar tidak bisa dilakukan secara instan, namun memerlukan kerja keras dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun para pedagang.
“Saya bersama jajaran Dinas Koperindag siap bekerja keras untuk melakukan perubahan, khususnya di Pasar Pringsewu ini,” tambahnya.
Di sisi lain, para pedagang yang masih bertahan di Pasar Pringsewu juga menyampaikan harapan besar kepada Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, agar pemerintah daerah dapat segera melakukan renovasi dan penataan pasar secara menyeluruh.
“Kami berharap pasar ini bisa ditata lebih baik dan dibuat lebih modern agar kembali hidup. Dulu, pendapatan daerah dari pasar ini bahkan bisa melebihi target 100 persen. Namun, kami sebagai pedagang merasa tidak merasakan imbal balik yang sepadan,” ungkap salah seorang pedagang dengan tegas.
Para pedagang menilai, jika Pasar Pringsewu ditata dengan baik, bersih, dan nyaman, maka minat masyarakat untuk berbelanja akan kembali meningkat, sehingga roda perekonomian lokal dapat kembali berputar.
(Hayat)


































