KUTACANE, WASPADA INDONESIA | Wakil Bupati Aceh Tenggara, Heri Al Hilal, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun kembali daerah pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis, 27 November 2025. Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis, 15 Januari 2026, di hadapan belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Bersatu (GMPB).
Dalam kesempatan itu, Heri Al Hilal menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas seluruh komponen masyarakat setelah bencana. Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana memerlukan kolaborasi, kepercayaan, dan semangat gotong royong. “Percayalah, yang membangun sepenuhnya sesuai dengan keinginan kita di Aceh Tenggara hanyalah kita. Tidak mungkin orang lain yang membangun Alas Metuah ini sesuai dengan keinginan kita. Jangan mau dipecah belah di antara kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga dilatari oleh dinamika yang berkembang di media sosial, di mana muncul berbagai reaksi terhadap respons pemerintah terhadap bencana. Heri Al Hilal menanggapi situasi ini dengan mengajak mahasiswa dan pemuda untuk membangun kembali semangat silaturahmi dan persatuan. Ia mengakui bahwa berbagai kritik dan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihargai, karena pemerintah juga pernah berada di posisi yang sama saat menjadi bagian dari masyarakat sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa tidak ada kepentingan terselubung dalam pengelolaan anggaran bencana yang saat ini sedang digulirkan pemerintah daerah. Pemerintah juga berpandangan bahwa musibah banjir bandang yang terjadi tidak separah bencana di beberapa wilayah lain, dan oleh karena itu, Aceh Tenggara tetap memiliki kesempatan untuk membantu daerah lain yang juga sedang mengalami krisis. Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam perdebatan yang bersifat memecah belah atau saling menyalahkan, di saat ada banyak pekerjaan yang mendesak untuk segera dituntaskan demi kepentingan masyarakat luas.
Wakil Bupati juga memastikan bahwa seluruh aspirasi dan kritik yang disampaikan mahasiswa akan dijadikan pertimbangan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemulihan. Ia mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan, tidak hanya melalui kritik, tetapi juga dengan ikut serta dalam mencari solusi nyata di lapangan.
Pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, Kepala Inspektorat Abdul Kariman, beserta sejumlah kepala dinas dan pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Kehadiran para pejabat daerah itu disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk membuka ruang dialog dan transparansi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam penjelasannya, Heri Al Hilal kembali menegaskan bahwa masa kampanye telah selesai. Ia menyampaikan bahwa semua tim sukses telah dibubarkan, dan tidak ada lagi kepentingan politik dalam pelaksanaan pemerintahan sekarang. “Yang ada sekarang hanyalah Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara sebagai pemimpin seluruh rakyat,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk saling memaafkan dan memulai perjalanan baru dengan semangat persaudaraan dan kerja bersama. Ia mengutip nilai-nilai kearifan lokal Alas Metuah sebagai dasar dalam membangun kembali daerah yang sempat terdampak bencana. Menurut dia, pemulihan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial, psikologis, dan ekonomi masyarakat.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk merawat kohesi sosial masyarakat Aceh Tenggara serta mempercepat proses rehabilitasi wilayah terdampak banjir bandang. Ketua-ketua OPD yang hadir turut menyampaikan kesiapan mereka untuk membuka akses komunikasi bagi semua pihak, serta menjamin bahwa pelaksanaan bantuan kemanusiaan dan anggaran bencana akan berlangsung dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dalam suasana pertemuan yang berlangsung terbuka dan penuh empati itu, Heri Al Hilal juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga narasi di ruang publik, terutama di media sosial, agar tidak menimbulkan fitnah atau perpecahan. Ia menutup pertemuan dengan harapan agar semua elemen bergerak searah menuju tujuan bersama, yakni membangun masa depan Aceh Tenggara yang lebih baik.
Laporan : Salihan Beruh

































