“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:25 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com  Aceh — Gelombang opini publik di Aceh kembali bergejolak. Bukan karena politik anggaran, bukan pula karena tarik-menarik kekuasaan, tetapi karena kabar pernikahan Gubernur Aceh yang mencuat di tengah derita rakyat akibat banjir dan longsor.

Secara hukum dan agama, pernikahan adalah perkara sah dan pribadi. Namun di mata masyarakat yang sedang berjuang bertahan di pengungsian, kabar itu terasa seperti tamparan emosional. Bukan poligaminya yang dipersoalkan, tetapi waktunya—dan rasa empati yang dianggap hilang.

Nama Muzakir Manaf, tokoh yang selama ini dipandang sebagai simbol perjuangan rakyat Aceh, mendadak berada di pusaran sinisme. Pertanyaan publik mengalir deras: “Di mana sensitivitas pemimpin ketika rakyat masih meratap kehilangan rumah, harta, bahkan keluarga?” Pertanyaan itu bukan sekadar kritik, tetapi jeritan tentang harapan yang patah. Sebab bagi rakyat Aceh, pemimpin bukan hanya sosok administratif, tetapi simbol keteduhan di masa sulit.

Baca Juga :  Tak Banyak Bicara, Bunda Salma Hadir dan Bekerja Nyata di Tengah Banjir Aceh Utara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

_Di era media sosial, persepsi jauh lebih cepat bergerak dibandingkan fakta. Gestur pemimpin kini menjadi pesan politik yang berdampak langsung. Dalam konteks bencana, publik ingin melihat pemimpinnya hadir secara fisik maupun emosional. Bahwa di tengah rumitnya kerja-kerja birokrasi, pemimpin tidak kehilangan kepekaan pada penderitaan warganya_

Kontroversi ini bukan tentang membenci, bukan pula tentang menolak nilai agama. Ini tentang rasa: rasa kecewa, rasa ditinggalkan, rasa bahwa pemimpin sedang merayakan kebahagiaan pribadi sementara rakyat sibuk menyeka lumpur dari sisa-sisa rumah mereka. Ketika simbol kehadiran pemimpin tidak terasa, yang muncul bukan hanya kritik, tetapi juga luka batin kolektif.

Baca Juga :  Baksos Pengobatan Gratis RSUD TCD Sigli di Pengungsian Pijay, Sekda Pidie Turun Langsung Tinjau Layanan Kesehatan

Pada akhirnya, polemik ini menggambarkan satu hal penting: krisis kepercayaan. Rakyat Aceh tidak sedang mengadili pernikahan, tetapi mengadili kepekaan kepemimpinan.

Dalam dunia politik, kehilangan rasa sering kali jauh lebih berbahaya dibanding kehilangan jabatan. Sebab sekali publik merasa diabaikan, retaknya kepercayaan sulit dirajut kembali bahkan oleh pemimpin yang paling kuat sekalipun.

Berita Terkait

Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh
Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat
Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan
DPD PBN ACEH Ajak Masyarakat Jadi Pelita bagi Korban Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:27 WIB

Polres Kampar Gandeng Kodim 0313/KPR, Tertibkan Tambang Ilegal, Amankan Alat Berat & Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:03 WIB

Sinergi TNI-Polri Berantas Ilegal Mining, Polres Kampar Amankan Pekerja & Alat Berat di Tambang

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:39 WIB

Polsek Kampar Berhasil Bekuk Pengedar Narkoba di Pulau Sarak

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:33 WIB

Polres Kampar Upgrade Pelayanan, BRI Beri Tips Komunikasi Efektif, Kapolres: Utamakan Empati, Beri Solusi Cepat & Tepat

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Kampar Turun Langsung, Dengarkan Keluhan Warga di Jumat Curhat, Salurkan Bantuan di Jumat Berkah

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Kampar Pimpin Langsung Gelar Sosialisasi DIPA 2026, Tandatangani Pakta Integritas, Komitmen Bersama Wujudkan Polri yang Presisi

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:56 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Polda Riau Panen Raya Jagung Serentak di Kampar

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:35 WIB

Polsek Kampar Kiri dan Ninik Mamak Bersinergi Tanam Pohon Hijaukan Lingkungan

Berita Terbaru