JAKARTA | Innalillahi wa innailaihi rajiun. Indonesia kembali berduka. Sebanyak 23 prajurit terbaik TNI Angkatan Laut dari Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa, Brigif 4 Marinir/BS, gugur dalam tugas akibat bencana alam longsor yang terjadi di Cisarua, Jawa Barat. Musibah yang terjadi dalam sekejap itu merenggut nyawa puluhan personel yang tengah melaksanakan kegiatan dinas di daerah rawan bencana.
Kejadian ini menambah catatan kelam dalam deretan bencana alam yang melanda tanah air. Para prajurit yang gugur bukan hanya personel militer, melainkan juga anak bangsa yang berdedikasi menjaga kedaulatan negara dan menjalankan tugas mulia di medan yang tidak selalu ramah. Tugas dalam pelatihan lapangan menjadi akhir pengabdian mereka, meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi institusi TNI AL, tetapi juga bagi keluarga serta seluruh rakyat Indonesia.
Adapun nama-nama prajurit yang gugur dalam insiden tragis ini adalah:
- Serka Marinir Afriansyah S. (NRP. 118630)
- Serda Marinir Sidiq H. (NRP. 108833)
- Serda Marinir Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)
- Serda Marinir Rein Pasau (NRP. 139570)
- Serda Marinir Riswan Aradia (NRP. 143310)
- Koptu Marinir Choni Chorniawan (NRP. 108799)
- Pratu Marinir Febry Bramantio (NRP. 129926)
- Pratu Marinir Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)
- Prada Marinir Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)
- Pratu Marinir M. Genta Al Akbar (NRP. 136464)
- Prada Marinir Erik Rinaldi (NRP. 140504)
- Pratu Marinir B. C. Silitonga (NRP. 142635)
- Pratu Marinir Dicky Yogha P. (NRP. 129056)
- Pratu Marinir Heru Susanto (NRP. 128953)
- Pratu Marinir Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)
- Praka Marinir Ari Kurniawan (NRP. 125191)
- Praka Marinir Anton Kharisma (NRP. 124579)
- Praka Marinir Randa Pratama (NRP. 123972)
- Praka Marinir Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)
- Praka Marinir Ulil Amri (NRP. 123157)
- Praka Marinir Muhammad Kori (NRP. 122334)
- Praka Marinir Muhamad Mahfudi (NRP. 121461)
- Koptu Marinir Edi Haryono (NRP. 111964)
Para prajurit tersebut gugur dalam pengabdian, menjadikan pengorbanan mereka bagian dari sejarah panjang perjuangan dan loyalitas prajurit TNI yang tak mengenal kompromi terhadap tugas negara. Kepergian 23 anggota pasukan elit Korps Marinir ini disambut dengan duka dan penghormatan tinggi dari seluruh rakyat Indonesia, termasuk pimpinan TNI, pejabat pemerintah, dan masyarakat luas.
Doa dan penghormatan mengalir dari berbagai penjuru tanah air. Rasa duka dan penghargaan disampaikan kepada keluarga besar TNI AL serta keluarga yang ditinggalkan. Semoga seluruh prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dalam keadaan husnul khatimah. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan, keikhlasan, ketabahan, dan keteguhan hati untuk menghadapi kenyataan yang berat ini.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa tugas para prajurit tidak hanya di medan tempur, tetapi juga menyatu erat dengan alam yang kadang tidak bersahabat. Kepahlawanan mereka akan menjadi semangat bagi generasi penerus, bahwa perjuangan dan dedikasi tulus tak selalu membutuhkan sorotan, namun menghadirkan keteladanan dalam diam dan tindakan.
Selamat jalan, prajurit penjaga laut dan tanah air. Pengabdian kalian tidak akan pernah dilupakan.
Laporan : Salihan Beruh

































