Kepemimpinan Berbasis Data, Bukan Cari Muka: Mendobrak Budaya “Asal Bapak Senang” di Era Digital

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:16 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, waspadaindonesia.com – Di tengah arus transformasi teknologi yang kian kencang, tantangan memimpin sebuah daerah kini melampaui sekadar pembangunan fisik. Fokus utama kini beralih pada perombakan mentalitas birokrasi: transisi dari budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) menuju kepemimpinan yang transparan, terukur, dan berbasis data. Kamis (12/02/2026).

Digitalisasi sebagai Instrumen Kejujuran

Kepemimpinan di era digital bukan hanya soal pengadaan perangkat canggih, melainkan tentang membangun ekosistem di mana kebenaran informasi tidak bisa dimanipulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan sistem yang terintegrasi, setiap kebijakan tidak lagi diambil berdasarkan laporan normatif yang “mempercantik” keadaan, melainkan berdasarkan realitas di lapangan yang terekam secara sistematis.

Baca Juga :  Kosmetik Mira Hayati Diduga Memakan Korban

“Digitalisasi adalah musuh alami dari budaya ABS. Dalam sistem yang transparan, angka tidak bisa berbohong untuk menyenangkan atasan. Inilah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik,” ujar M. Iqbal Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Bogor.

Tiga Pilar Transformasi Birokrasi Baru

Untuk memutus rantai feodalisme birokrasi, terdapat tiga langkah strategis yang diterapkan dalam masa kepemimpinan saat ini:

• Pengambilan Keputusan Berbasis Data (Data-Driven): Kebijakan publik dirumuskan melalui analitika data yang akurat, sehingga meminimalisir subjektivitas laporan bawahan.

• Ruang Kritik Terbuka: Pemanfaatan platform digital sebagai saluran aspirasi warga secara langsung, yang berfungsi sebagai kontrol sosial sekaligus penyeimbang laporan internal birokrasi.

• Meritokrasi Digital: Penilaian kinerja aparatur sipil berdasarkan indikator performa utama (KPI) yang tercatat dalam sistem, bukan berdasarkan kedekatan personal atau sekadar kepatuhan buta.

Baca Juga :  Seorang Ibu Tua Cari Keadilan Hukum Atas Tuduhan Percabulan kepada Suaminya Tanpa Bukti Kuat Hingga jadi Tersangka

Membangun Warisan Integritas

Menghapus budaya ABS memang memerlukan keberanian untuk menerima fakta pahit di lapangan.

Namun, kepemimpinan yang sehat adalah yang lebih menghargai staf yang berani menyampaikan kendala daripada mereka yang hanya pandai merangkai kata-kata pujian.

Era digital menuntut pemimpin yang adaptif, namun tetap berpegang teguh pada nilai integritas.

Dengan hilangnya budaya “asal bapak senang”, diharapkan efektivitas pembangunan daerah meningkat secara signifikan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Sumber: M.Iqbal

(Idam Lanun)

Berita Terkait

SWI Soroti Kesiapan Rakyat dan Pemerintah Hadapi Tindak Pidana Perpajakan dalam RUU Perampasan Aset
42 Item Jamu Ilegal Dimusnahkan, BBPOM Imbau Cek KLIK
16 bangunan liar di Jalan GA Manulang Sudimampir Padalarang, Bandung Barat dibongkar paksa menggunakan alat berat.
Rakor IWO Jabar 2026: Soliditas Organisasi Jadi Kunci Mewujudkan Wartawan Profesional
PC PMII Langkat–Binjai Soroti Sikap Anggota DPRD Saat RDP
Warga Cileutik Desak Tower BTS Dihentikan, Soroti Izin dan Keselamatan Permukiman
Hut Ri ke 81 PAN ke-28, DPD PAN KBB Gelar Syukuran dan Santuni Anak Yatim DPD KBB.
Dialog Pers dan Polri: AKPERSI Kunjungi Kapolresta Karawang  

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:05 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Kamis, 10 September 2026 - 18:24 WIB

Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Berita Terbaru

PEKANBARU

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:36 WIB