BANDA ACEH | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes., yang akrab disapa DNA, menegaskan bahwa isu mengenai mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRA Zulfadhli atau yang dikenal dengan sebutan Abang Samalanga, tidak benar. Ia memastikan bahwa hingga saat ini, lembaga legislatif Aceh tetap berjalan normal dan menjalankan fungsi sesuai dengan amanah undang-undang yang berlaku.
DNA menyampaikan bahwa dinamika atau perbedaan pandangan di internal lembaga merupakan hal yang wajar dalam proses politik. Menurutnya, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat dan tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa seluruh persoalan yang muncul masih dapat diselesaikan secara internal tanpa mengganggu kinerja kelembagaan DPRA. DNA menambahkan, jika ada permasalahan, hal itu bisa diselesaikan di internal DPRA tanpa harus mengganggu jalannya fungsi lembaga sesuai dengan amanah undang-undang.
Sebagai politisi Partai Demokrat, DNA juga menilai bahwa kepemimpinan Ketua DPRA Abang Samalanga yang ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, masih berada pada jalur yang tepat. Ia menegaskan dukungannya terhadap keputusan partai pemenang pemilu dalam menentukan pimpinan legislatif. Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan bagian dari mekanisme politik yang harus dihormati bersama. DNA menyatakan bahwa saat ini Abang Samalanga ditunjuk oleh Mualem, dan pihaknya mendukung keputusan tersebut karena secara aturan memang sudah seharusnya demikian.
Lebih lanjut, DNA menekankan pentingnya menjaga marwah dan stabilitas lembaga DPRA sebagai lembaga tinggi daerah. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang mencoba memecah atau mengganggu ritme kerja lembaga, karena setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak di dalam internal. DNA menegaskan bahwa DPRA adalah lembaga tinggi yang harus dijaga bersama, dan mengajak semua pihak untuk tidak mengobok-obok lembaga tersebut. Ia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas dan mendukung kepemimpinan yang ada demi kepentingan rakyat Aceh.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa DPRA tetap solid dan fokus menjalankan tugas serta fungsinya sebagai wakil rakyat. DNA berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap memberikan kepercayaan kepada lembaga legislatif Aceh dalam menjalankan amanah rakyat.



































