Dr. Yusrizal Hasbi: Unggahan Fb Yang Ancam Wartawan Agara Langgar UU Pers dan KUHP Baru

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:35 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE WASPADA INDONESIA | Sebuah unggahan di akun Facebook atas nama MSS menjadi sorotan publik Aceh Tenggara. Unggahan itu dinilai mengandung tuduhan yang menyerang kehormatan seorang wartawan, bahkan disertai ancaman.

Diketahui, wartawan yang menjadi sasaran adalah A, jurnalis Serambi yang juga anggota PWI Aceh Tenggara, Pokja Bidang Organisasi, Hukum dan Advokasi.

Dalam postingannya, pemilik akun menyebut jurnalis tersebut menjalankan “misi terselubung”, “memecah belah umat”, dan “memaksakan kehendak”. Ia juga menyinggung isu pembidaan amalan keagamaan seperti Maulid dan Tahlilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pemilik akun mengancam akan menyurati perusahaan pers tempat korban bekerja jika sikap yang dianggap “membandel” itu tidak dihentikan.

Menanggapi hal ini, Dr. Yusrizal Hasbi, S.H., M.H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh sekaligus Ketua DPW Dosen Ilmu Hukum Pidana Indonesia [DIHPI] Provinsi Aceh, menilai unggahan tersebut berpotensi melanggar beberapa pasal dalam UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru.

Baca Juga :  Kepedulian Polres Aceh Tenggara terhadap Keamanan Wartawan Meningkatkan Kepercayaan Publik

Pertama, Pasal 433 jo. 441 tentang Pencemaran Nama Baik
“Unggahan itu bukan sekadar opini, melainkan tuduhan konkret yang disebarkan secara terbuka di media sosial dengan maksud agar diketahui umum. Itu sudah memenuhi unsur pencemaran,” ujar Yusrizal.

Kedua, Pasal 434 jo. 441 tentang Fitnah
Menurutnya, frasa “misi terselubung” adalah tudingan atas perbuatan tertentu. Jika korban dapat membuktikan tidak pernah melakukannya dan bekerja sesuai kode etik jurnalistik, maka tuduhan itu masuk kategori dusta.

Ketiga, Pasal 483 tentang Pengancaman
Kalimat “akan menyurati perusahaan tempatmu cari makan” disertai “kalau masih kau membandel” dinilai sebagai bentuk pemaksaan psikologis.
“Ini ancaman untuk merusak reputasi profesional dan potensi kehilangan pekerjaan korban,” katanya.

Baca Juga :  Skandal Anggaran Rumah Tangga Plt Sekda Agara: Antara Fasilitas Mewah dan Dugaan Pelanggaran Mandat

Keempat, Pasal 247 tentang Penghasutan
Yusrizal menilai unsur ini belum sepenuhnya terpenuhi karena sasarannya individu, bukan golongan. Namun muatan agama dalam unggahan itu membuatnya bersifat provokatif dan bisa menjadi pemberat.

Yusrizal turut menyoroti Pasal 18 ayat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melarang tindakan menghalangi kemerdekaan pers. Ancaman terhadap tempat kerja wartawan dinilainya sejalan dengan larangan tersebut.[1]

Ia merekomendasikan korban menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke kepolisian menggunakan Pasal 433, 434, 483, dan 247 KUHP Baru.

“Screenshot beserta metadata-nya sah sebagai bukti elektronik. Penggunaan KUHP Baru sudah dimungkinkan karena mencerminkan semangat pembaruan hukum yang melindungi kehormatan dan kemerdekaan individu di ruang digital,” pungkas Yusrizal, Rabu (12/8/2026).

Laporan Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:09 WIB

Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Jamaluddin Idham Pulang Menyapa Keluarga Besar PDI Perjuangan Simeulue

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Nelayan Sabang Curhat Soal BBM dan Kapal, Jamaluddin Idham Dorong Solusi Nyata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya

Berita Terbaru