KUTACANE | Peringatan Hari Jadi Kabupaten Aceh Tenggara yang ke-51 membawa kabar membanggakan dengan diraihnya dua penghargaan oleh Dinas Sosial setempat. Pada ajang pameran pembangunan yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten, Dinas Sosial sukses memboyong penghargaan Stand Pameran Terbaik sekaligus memperoleh apresiasi dari Ombudsman Republik Indonesia atas peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penghargaan dari Ombudsman diberikan berdasarkan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik. Selama tiga tahun terakhir, Dinas Sosial Aceh Tenggara menunjukkan peningkatan kinerja yang konsisten, terbukti dari raihan nilai zona hijau berturut-turut: 84,15 pada 2024, 87,66 pada 2025, dan 88,10 di tahun 2026. Skor ini menjadi indikator komitmen dinas dalam memberikan layanan yang cepat, transparan, dan bebas maladministrasi, khususnya kepada kelompok masyarakat rentan.
Penyerahan penghargaan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertepatan dengan kegiatan pameran pembangunan di area perkantoran Bupati Aceh Tenggara. Selama pelaksanaan pameran, Stand Dinas Sosial menjadi salah satu pusat perhatian dengan jumlah pengunjung terbanyak. Stand tersebut dianggap paling informatif dan interaktif, menampilkan beragam program unggulan, mulai dari bantuan sosial, penanganan kemiskinan, layanan disabilitas, program untuk lansia hingga inovasi digital dalam pelayanan sosial.
Selain penghargaan utama, dalam rangkaian HUT kali ini, Dinas Sosial juga meraih juara kedua lomba Stan Pameran dan juara ketiga pada kategori kantor terbersih tingkat OPD. Keberhasilan ini disebut-sebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran Dinas Sosial untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan hingga ke tingkat desa.
Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai dan menjadi dedikasi terbaik untuk masyarakat Aceh Tenggara. Pemerintah kabupaten turut menyampaikan apresiasi dan berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi perangkat daerah lain dalam meningkatkan pelayanan publik.
Laporan : Salihan Beruh



































