BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Tenggara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih delapan penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Banda Aceh pada 14 hingga 15 April 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam membangun keluarga berkualitas dan mempercepat penurunan angka stunting secara terintegrasi.
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah bersama BKKBN, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjalankan program kependudukan dan keluarga berencana secara efektif, terutama dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana 2026 yang digelar di Banda Aceh menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Forum ini mengusung tema penguatan kelembagaan dan transformasi program menuju Indonesia Emas 2045 serta Aceh yang lebih maju dan sejahtera melalui pembangunan keluarga yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam suasana penuh semangat, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Bupati Aceh Tenggara sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja nyata daerah tersebut dalam pelaksanaan program keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Aceh Tenggara dinilai konsisten menunjukkan kinerja yang menonjol dalam menggerakkan program Bangga Kencana di tingkat daerah. Berbagai inovasi dan terobosan dilakukan, mulai dari penguatan edukasi keluarga, peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai unsur, termasuk DPRK Aceh Tenggara dan jajaran BKKBN kabupaten, untuk memastikan setiap kebijakan dan program berjalan efektif di lapangan.
Fakta di lapangan menunjukkan, upaya percepatan penurunan stunting di Aceh Tenggara tidak hanya sebatas slogan. Pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, memperkuat layanan posyandu, serta memastikan ketersediaan gizi seimbang bagi keluarga kurang mampu. Selain itu, edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi terus digencarkan, baik melalui media massa, penyuluhan langsung, maupun kerja sama dengan tokoh masyarakat dan agama.
Dampak dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Angka stunting di Aceh Tenggara menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Penghargaan yang diraih menjadi pengakuan atas kerja keras seluruh elemen daerah, sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas keluarga dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program. Komitmen membangun keluarga berkualitas dan mempercepat penurunan stunting akan terus dipegang teguh, sejalan dengan visi mewujudkan Aceh Tenggara sebagai daerah yang aktif, progresif, dan berdaya saing dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kependudukan dan keluarga berencana. Dengan kerja sama yang solid dan semangat gotong royong, harapan menuju generasi emas Aceh Tenggara semakin nyata di depan mata.
Laporan : Salihan Berus

































