Ibu Ibu Nagan Raya Menangis Gara Gara Tambang Emas Ditutup Minta Pekerjaan Mereka Dilanjutkan

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 00:59 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue : Instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), beberapa hari yang lalu memerintahkan penutupan seluruh aktivitas tambang emas ilegal di Aceh. Instruksi tersebut sontak memicu gelombang kesedihan dan kekhawatiran ribuan warga, terutama di Kabupaten Nagan Raya.

Pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2025 ribuan warga Nagan Raya menggelar aksi unjuk rasa di Pintu Gerbang Utama Suka Makmue, Gampong Lung Baro, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Salah satu Kaum Perempuan ikut aksi menyampaikan dalam orasi, selama ini kami bekerja untuk mencari nafkah,karna kami para janda janda tak ada suami bekerja di Tambang Emas dengan Meu Indang demi Anak Yatim yang kami pelihara. Kata Salah satu Perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, kami mendesak Gubernur Aceh agar aktivitas penambangan emas, yang telah menjadi tumpuan ekonomi masyarakat selama ini, diizinkan untuk dilanjutkan kembali.

Bapak Gubernur Yang terhormat masihkah ingat disaat dulu pernah berkata, jika Muzakir Manaf ( Mualem ) Pimpin Nangro Aceh Rakyat akan sejahtera masyarakat yang Makmue . Mana janjinya. Anak anak kami butuh makan. Ucapnya dengan berlinang air mata ibu tersebut.

Hal yang senada. Salah satu Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Rimung Kila Center Aceh (LSM-RKCA), Agussalim atau yang akrab disapa Cek Guh Rimung Kila, menjadi salah satu orator utama dalam aksi tersebut.

Ia menyampaikan orasi yang penuh emosi, menyoroti nasib ribuan ibu-ibu dan kaum pemuda yang bekerja mencari nafkah dari “meu indang emas” (mendulang emas).

Baca Juga :  Pemkab Nagan Raya Beri Penghargaan Atlet dan Wasit yang Berpartisipasi dalam PON XXI Aceh-Sumut

“Ribuan ibu-ibu dan pemuda tak kuasa menahan air mata. Karena tambang emas yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga kini terancam berhenti total,” kata Cek Guh Rimung Kila yang juga seorang Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Cek Guh Rimung Kila menekankan bahwa tambang emas rakyat di Nagan Raya murni lahir dari inisiatif masyarakat dan ia mengklaim sebagai orang yang pertama kali memulainya di wilayah tersebut. Ia juga mempertanyakan kebijakan penutupan yang dinilai tidak adil.

“Kenapa gara-gara Komisi III DPRA ada masalah yang diperiksa oleh penegak hukum, imbasnya ke masyarakat? Itu kan aneh,” tegas Cek Guh.

Dampak Positif pada Ekonomi Rakyat

Menurut Cek Guh Rimung Kila, aktivitas pertambangan emas rakyat, meskipun tanpa izin (ilegal) telah memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Nagan Raya selama puluhan tahun.

Di antaranya, mengatasi pengangguran, memberikan lapangan kerja berkelanjutan bagi banyak kepala rumah tangga, dan bahkan membiayai pendidikan anak-anak hingga sukses kuliah.

“Dengan adanya kegiatan tambang rakyat, pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat pesat, bahkan perpajakan dari belanja masyarakat juga meningkat,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti bahwa daya beli di pasar dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat sangat tinggi berkat perputaran uang dari tambang.

Cek Guh Rimung Kila Pendiri Lembaga Rimung Kila Center Atjeh Yang Didampingi Tentra Wali
Cek Guh Rimung Kila Pendiri Lembaga Rimung Kila Center Atjeh Yang Didampingi Tentra Wali

Cek Guh Rimung Kila meyakinkan bahwa semua operator alat berat (ekskavator atau beko) yang bekerja adalah milik masyarakat setempat dan beroperasi di tanah milik sendiri, bukan di hutan lindung.

Baca Juga :  Ketua RAPI Nagan Raya Bertindak Jadi Pembina Upacara Di SMA N 2 Beutong.

Mantan kombatan GAM itu juga menyinggung anggota DPR Aceh, meminta mereka untuk lebih fokus pada masalah mendesak lainnya, seperti pembangunan rumah kaum dhuafa, dari pada membuat pernyataan yang tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.

“Yang perlu di Pansus adalah lintas kepala dinas, badan, dan kantor. Kemudian yang perlu di Pansus itu rumah kaum dhuafa yang perlu dibangun. Itu lu pak,” ucapnya.

Di akhir orasinya, Cek Guh Rimung Kila berharap pemerintah dapat memberikan pembinaan kepada para penambang, alih-alih mengeluarkan instruksi penutupan total.

“Masyarakat sudah bergantung hidupnya di tambang untuk membiayai kebutuhan keluarganya dan juga menyekolahkan anak-anaknya,” tutup Cek Guh Rimung Kila.

Sementara itu, Syahrul Fahmi dengan sapaan akrab Tentra Wali juga Mantan Exs Kombatan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) juga ikut orator menyampaikan, kami Masyarakat Nagan Raya selama ini sudah bekerja di Tambang Emas, Alhamdulillah kami sudah bisa mencari nafkah hidup bersama keluarga. Kata Tentra Wali.

Kemudian, kami jika tak tuntas ini, kami Ribuan masal yang akan kami turun ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA ) guna meminta mempertangung jawab yang sudah pernah dikeluarkan kata kata oleh Komisi III DPRA.

Dan kami akan turun kembali Ribuan warga Nagan Raya pada hari Senin tanggal 6 Oktober 2025 ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK ) Nagan Raya dan ke Kantor Bupati.Tutupnya Tentra Wali.( Red)

Berita Terkait

Ust.Daniel Prima,M.TH Jadi Khatib Hari Raya Idul Fitri Masjid Al-Ikhlas Seunagan Timur Dan  Ust.Uli Satria, S.Ag. Jadi Imam
Warga Terdampak Bencana di Darul Makmur dan Tripa Makmur Terima Bantuan Sapi/Kerbau Ini Kata TRK
Ribuan Pengikut Abu Habib Muda Seunagan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447.H. Kapolres Turunkan Puluhan Personil Untuk Pengamanan
Relawan RAPI Nagan Raya Siap Stambay Bersama Tim Gabungan Di Pos Mudik lebaran Idul Fitri 1447.H
Di Ujung Bulan Ramadhan 1447.H Kapolsek Kuala Ribuan Takjil Berbagi Untuk Penguna Jalan
Ikhsan Januarijal Kades Ie Beudoh Serahkan Paket Sembako Pasar Murah Secara Simbolis
Korban Bencana Hidrometeorologi di Beutong Ateuh Banggalang Dapat Bantuan Sosial Sebesar Rp. 9,8 Miliar
Jelang Lebaran Idul Fitri 1447.H. Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Belanja Baju Bersama Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 04:30 WIB

Pasang Tenda Malam Hari, Ketua RT di Kayu Ubi Pugung Tanggamus Tewas Tersengat Listrik

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:09 WIB

Ulang Tahun ke-67 Bupati Tanggamus : Ibu Lisa Jadi Korban Tabrak Motor, Keramaian Penuh tapi Pengawasan & Ambulans Tak Siap

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:39 WIB

Polres Tanggamus Gelar Gerakan Pangan Murah di Gisting, Warga Antusias Beli Bahan Pokok

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:24 WIB

Polres Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Intimidasi Wartawan Media Patroli86 soal Gadis Ulu Belu Dibawa Kabur Pacarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:14 WIB

Serap Aspirasi Masyarakat Dapil V M. Rangga Putra Hakim Menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:37 WIB

Peringati HKG – HUT Lampung Ke-62, TP-PKK Provinsi Gelar Baksos di Pugung dan Talang Padang

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:26 WIB

Puluhan Pejabat Pemkab Tanggamus Dilantik, Bupati Minta Birokrasi Bekerja Nyata

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:57 WIB

Sidang TPP Lapas Kotaagung Bahas Usulan Remisi Khusus Nyepi dan Idul Fitri 2026

Berita Terbaru