KUTACANE — Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Aceh Tenggara kembali diperkuat lewat kunjungan lapangan yang dilakukan Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE. MM, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Julkifli, S.Pd., M.Pd. Didampingi sejumlah pejabat, keduanya meninjau secara langsung sejumlah sekolah di Kecamatan Lawe Alas dan Babul Rahmah, Sabtu (1/11/2025).
Kunjungan yang berlangsung seharian itu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas pendidikan, tata kelola sekolah, serta tingkat kedisiplinan tenaga pendidik. Tidak hanya menyapa para siswa dan guru, bupati juga mendengarkan langsung sejumlah masukan terkait tantangan yang dihadapi para pelaku pendidikan di lapangan, termasuk harapan para guru untuk pelatihan berbasis luring yang dinilai lebih efektif dibandingkan metode dalam jaringan.
Dari TK hingga jenjang SMP, sejumlah unit sekolah yang dikunjungi antara lain TK Negeri Pembina Lawe Alas, SD Negeri Darul Amin, SD Negeri 1 Engkeran, SMP Negeri 1 Lawe Alas, SMP Negeri 3 Lawe Alas, dan SMP Negeri 2 Lawe Alas. Dalam setiap kunjungan, Bupati Fakhry dan rombongan masuk langsung ke ruang kelas maupun sarana pendukung lainnya, sembari berdialog dengan para guru dan kepala sekolah mengenai proses belajar mengajar, kehadiran guru, serta ketersediaan fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang kegiatan siswa.
Suasana sempat menghangat ketika Bupati menyambangi TK Negeri Pembina Lawe Alas. Didampingi tenaga pendidik, beliau bercengkerama dan ikut bernyanyi bersama para siswa. Momen ini dinilainya penting dalam membangun kedekatan pemimpin dengan anak-anak usia dini, yang disebutnya sebagai generasi penerus yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
“Anak-anak ini masa depan kita semua. Tumbuh kembang mereka harus didukung dengan suasana belajar yang positif dan menyenangkan. Kita perlu meletakkan pondasi pendidikan karakter sedini mungkin,” kata Fakhry dalam keterangannya.
Selain meninjau sekolah, Bupati dan rombongan juga menyempatkan diri berkunjung ke UPTD Puskesmas Perawatan Engkeran di Desa Cingkam Beranggun, guna memastikan pelayanan kesehatan—khususnya dalam mendukung sektor pendidikan—berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya integrasi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan ramah anak.
Dalam percakapan dengan para guru di SMP Negeri 3 Lawe Alas, Bupati Fakhry menaruh perhatian pada pentingnya keterbukaan dan komunikasi antara satuan pendidikan dengan dinas terkait. Ia juga mengingatkan guru untuk tidak ragu menyampaikan hambatan yang mengganggu kelancaran proses pengajaran, baik itu terkait sarana belajar, pengembangan kurikulum, maupun peningkatan kompetensi pengajar.
“Kalau ada kekurangan, sampaikan. Pemerintah daerah akan mencarikan solusi. Kita ingin para guru tetap semangat menjalankan amanah pendidikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Julkifli, S.Pd., M.Pd, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan yang tertuang dalam agenda strategis pemerintah daerah. Menurutnya, Dinas Pendidikan akan terus melakukan evaluasi dan berkoordinasi lintas lembaga guna menjamin keberlanjutan program prioritas pendidikan.
“Kami menilai penting melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat sejauh mana kegiatan belajar mengajar berjalan. Bila ada fasilitas yang tidak memadai, segera kita usulkan pengadaannya demi peningkatan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Di sela kunjungan, beberapa guru turut menyampaikan kebutuhan peningkatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan luring. Ayna Rugayah, guru SMP Negeri 1 Lawe Alas misalnya, mengusulkan agar model pelatihan tatap muka kembali digiatkan karena dinilai lebih efektif daripada pelatihan daring. Usulan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Bupati, yang meminta Dinas Pendidikan menindaklanjuti dan mengkaji pola pelatihan yang paling tepat bagi guru-guru di wilayah terpencil.
Kunjungan kerja ini juga menjadi pengingat bagi seluruh unsur sekolah agar tetap menjunjung tinggi integritas dan transparansi, khususnya terkait praktik-praktik penyimpangan dalam dunia pendidikan. Dalam kesempatan berbeda, Bupati Fakhry menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk pungutan liar, termasuk dalam urusan kenaikan pangkat atau administrasi lain yang menyangkut jenjang karier guru.

“Jangan sekali-kali ada pungli di sekolah, sekecil apa pun. Dunia pendidikan harus bersih dari praktik semacam itu. Kita ingin sistem yang adil dan profesional,” tegasnya saat berdialog dengan kepala sekolah.
Tidak hanya menyoroti sisi pengelolaan dan kompetensi guru, Bupati juga menyinggung belum tersalurkannya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Lawe Alas. Kepada pejabat dinas yang turut hadir, ia meminta agar penyaluran program tersebut segera direalisasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, program MBG bukan hanya mendukung kecukupan gizi siswa, tetapi juga berkaitan langsung dengan konsentrasi belajar dan kehadiran siswa di sekolah.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap gizi yang cukup di lingkungan sekolah. Saya minta ini diselesaikan sesegera mungkin,” ucap Fakhry.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir sejumlah pimpinan daerah, termasuk anggota DPRK, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) terpilih Kasri Selian, para Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda, Kepala Badan Keuangan, serta perwakilan dari Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Rombongan melakukan diskusi terbuka di beberapa sekolah sekaligus menyusun tindak lanjut terhadap sejumlah catatan penting yang ditemukan selama kunjungan.
Bupati Fakhry menutup rangkaian kunjungan dengan menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan sebagai pilar utama kemajuan Aceh Tenggara. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan akan tetap menjadi fokus utama dalam masa kepemimpinannya.
“Guru yang profesional pasti akan membentuk generasi unggul yang siap bersaing di masa mendatang. Oleh karena itu, semua pihak harus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan tanpa terkecuali,” katanya.
Laporan: Salihan Beruh

































