Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Anggota DPRA Dapil Aceh I (Banda Aceh–Aceh Besar–Sabang), Hasballah Cut Apa, turun langsung menemui mahasiswa yang menyuarakan aspirasi terkait kondisi Aceh yang hingga kini masih dilanda dampak bencana.
Kehadiran para wakil rakyat ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk memperjuangkan suara masyarakat yang terdampak langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Hasballah Cut Apa menegaskan bahwa kondisi Aceh saat ini sudah sangat memprihatinkan dan layak ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat sudah berlangsung lebih dari satu bulan, sementara berbagai kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan logistik masih belum sepenuhnya pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita lihat langsung di lapangan, kondisinya sangat memprihatinkan. Ini bukan lagi persoalan biasa, ini darurat. Pemerintah pusat memang sudah turun, tetapi kenyataannya masih jauh dari harapan masyarakat,” ujar Hasballah di hadapan mahasiswa.
Ia menambahkan, di sejumlah wilayah tengah Aceh, akses dasar masih terputus. Warga kesulitan mendapatkan air bersih, listrik belum stabil, bahkan distribusi energi seperti gas elpiji ikut terdampak. Karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah pusat mengambil langkah cepat dan terukur untuk menjawab kebutuhan rakyat.
Sebagai anggota Komisi III DPRA, Hasballah menyatakan pihaknya akan segera memanggil pihak terkait, termasuk Pertamina, guna memastikan ketersediaan energi di tengah kondisi darurat. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir penuh saat rakyat berada dalam kesulitan.
Dalam aksi tersebut, Hasballah Cut Apa hadir bersama sejumlah anggota DPRA lainnya, di antaranya Arif Fadhillah dan Iskandar, yang juga turun langsung mendengarkan aspirasi mahasiswa. Kehadiran para wakil rakyat ini menjadi bukti bahwa suara mahasiswa tidak diabaikan dan akan ditindaklanjuti secara kelembagaan.
“Mahasiswa adalah suara nurani rakyat. Aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan agar Aceh mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tegas Hasballah, menutup pertemuan dengan komitmen untuk terus berdiri bersama masyarakat Aceh hingga kondisi benar-benar pulih.[Redaksi]

































