GAYO LUES | Masyarakat Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, melaksanakan kegiatan Dzikir dan Doa Bersama pada Jumat pagi, 09 Januari 2026, bertempat di halaman Kantor Camat Blangpegayon. Acara ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan menjadi bentuk konkret perjuangan batin serta solidaritas warga dalam menghadapi tantangan dan musibah, terutama yang berkaitan dengan kondisi alam yang belakangan ini dirasakan masyarakat daerah tersebut.
Kegiatan dzikir dan doa bersama ini diprakarsai oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat dan diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen, mulai dari perangkat pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar masyarakat Blangpegayon dan Gayo Lues secara umum dijauhkan dari segala bala bencana, diberi keselamatan, kekuatan serta ketabahan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang tengah melanda beberapa kawasan di daerah tersebut.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K melalui Kapolsek Blangkejeren Iptu Syamsuddin, S.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga sinergitas antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan ketenteraman dan keamanan, baik secara fisik maupun spiritual. Ia menegaskan bahwa Dzikir dan Doa Bersama bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga simbol perkuatan moral seluruh lapisan masyarakat dalam menyatukan langkah menghadapi ujian yang terjadi di tengah kehidupan bermasyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Blangpegayon Tgk. Saidi Ramli, S.Pd, Kapolsek Blangkejeren Iptu Syamsuddin S.H, perwakilan dari Koramil 08 Blangpegayon, Kapospol Blangpegayon Aiptu Joko Ansari, serta para pengulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Puskesmas dan MBG Blangpegayon, pimpinan pesantren dan rumah suluk, ibu-ibu PKK, dan masyarakat umum. Penyelenggaraan kegiatan ini juga didukung oleh aparat TNI dan Polri dari jajaran Polsek Blangkejeren, Pospol serta Babinsa Koramil 08 Blangpegayon yang turut hadir untuk menjamin kelancaran pelaksanaan agenda.
Susunan acara dimulai dari pembukaan oleh panitia pelaksana, sambutan Kapospol Blangpegayon, penyampaian pesan-pesan kamtibmas oleh Kapolsek Blangkejeren, hingga penyampaian sambutan dari Camat Blangpegayon. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin secara berjamaah dan dzikir serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh peserta yang duduk berbaur tanpa sekat, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi nafas utama masyarakat Blangpegayon.
Menurut Kapolsek Blangkejeren, kegiatan ini tidak hanya membawa nuansa spiritual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, menanamkan semangat kedisiplinan, serta membentuk ruang kebersamaan dan keharmonisan antarwarga. Dzikir dan doa bersama dinilai dapat mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat hubungan antara ulama (tokoh agama) dan umara (pemerintah), sebagai pilar penting dalam menjaga ketahanan sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Kekhawatiran utama yang melatarbelakangi kegiatan ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor, yang akhir-akhir ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian material. Dengan doa bersama ini, masyarakat Blangpegayon berharap agar segala bentuk musibah dapat dihindarkan, sekaligus menjadi momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas sebagai landasan moral bersama.
Kegiatan ditutup dengan suasana damai dan raut wajah penuh harapan dari para peserta. Hingga pukul 11.30 WIB, seluruh rangkaian acara berjalan dalam keadaan lancar, tertib dan kondusif. Tidak hanya menciptakan ketenangan batin bagi peserta, acara ini juga memperlihatkan kesatuan sosial yang kuat di tengah tantangan yang kian kompleks. Dzikir dan doa bersama di Kecamatan Blangpegayon menjadi wujud nyata ikhtiar warga dalam merawat nilai-nilai religiusitas dan solidaritas yang telah menjadi akar budaya masyarakat Gayo Lues selama ini. (Abdiansyah)


































