TANGGAMUS, – Perayaan ulang tahun kepala daerah biasanya identik dengan persiapan yang matang, mulai dari tata acara hingga pengamanan dan penanganan darurat yang terencana. Namun, perayaan ulang tahun ke-67 Bupati Tanggamus H.Moh.Saleh Asnawi di depan Lamban Bulapis Batang (LBB), Jalan Kota Agung-Balimbing No 22, Banding Agung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, pada Senin (16/3/2026), justru menyajikan gambaran yang ironis.
Keramaian pengunjung memadati lokasi, tapi pengawasan lalu lintas seolah hilang, persiapan ambulans pun tak terlihat. Dan sayangnya, seorang ibu bernama Lisa harus menjadi korban dari kekurangan yang seharusnya tidak terjadi ini.
Insiden bermula dari lalu lintas yang padat akibat banyaknya warga yang hadir dalam perayaan tersebut. Menurut keterangan saksi mata, Ibu Lisa warga Kota Agung sempat berusaha menyeberang jalan sebelum akhirnya dihantam setang sepeda motor yang dikendarai Anja.
“Ibu-ibu ini mau nyebrang ketabrak sama abang-abang itu, ini motornya, Pak! Terus kepalanya bocor sekarang dibawa ke Klinik Husada dekat sini,” ucap salah satu warga yang menyaksikan kejadian, dengan nada kecewa atas situasi yang terjadi.
Anja, pengendara motor yang terlibat, menceritakan bahwa ia sudah mengalami dua kali tergelincir sebelum akhirnya menabrak korban.
“Yang pertama jatuh di Simpang Toko Serba 35 dekat sini, polisi yang ngangkat saya. Spion pecah, tapi nggak nabrak apa-apa. Yang kedua, saya kepleset lagi dan akhirnya nabrak ibu ini,” jelasnya saat diwawancarai di ruang Klinik Husada Talang Padang.
Pertanyaan yang muncul pun tak terelakkan, jika pengawasan jalan raya berjalan dengan baik, apakah insiden tergelincir pertama bisa diantisipasi? Atau setidaknya, kondisi jalan yang memungkinkan terjadinya kepleset bisa diperbaiki sebelum ada korban yang terluka?
Warga setempat menduga, kelalaian dan kurangnya penjagaan di jalan raya menjadi faktor utama yang memperburuk situasi. Yang lebih ironis, di lokasi tersebut terlihat jelas anggota Dinas Perhubungan (Dishub) yang berkumpul tapi keberadaan mereka seolah hanya menjadi hiasan, tanpa ada tindakan nyata untuk mengatur lalu lintas yang padat atau mencegah terjadinya kecelakaan. Seolah-olah, tugas mereka hanya hadir untuk terlihat ada, bukan untuk menjalankan fungsi pengawasan yang seharusnya menjadi tanggung jawab utama.
Setelah insiden terjadi, kekurangan persiapan semakin terlihat nyata, pihak terkait sempat kesulitan mencari ambulans untuk membawa Lisa ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Awalnya, korban dibawa ke Klinik Husada Talang Padang, namun karena mengalami luka di kepala dan memerlukan pemeriksaan scan, ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringswu.
“Saya sadar, Pak, kejadian itu saya sadar. Kepala saya ini kena setang motor, karena ini kena kepala saya akan discan dan dirujuk ke rumah sakit lain, di sini katanya enggak bisa tangani,” ujar Lisa, yang tetap sadar sepenuhnya selama rangkaian kejadian tersebut.
Perwakilan Klinik Husada Talang Padang pun membenarkan rujukan tersebut, menyatakan bahwa fasilitas di klinik tidak memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan scan kepala yang dibutuhkan korban.
“Lukanya di kepala saja dan mau di scan, jadi dirujuk ke RS Mitra Husada Pringswu,” ujar perwakilan klinik.
Hingga berita ini diturunkan, Lisa masih dalam tahap persiapan pemeriksaan medis untuk mengetahui tingkat keparahan lukanya.
Perayaan ulang tahun seharusnya menjadi momen yang menyenangkan, bukan momen yang menyakitkan bagi warga yang tidak bersalah. Kekurangan pengawasan jalan raya, ketidaksiapan ambulans, dan keberadaan petugas yang tidak berfungsi secara maksimal adalah hal-hal yang seharusnya tidak terjadi dalam acara yang dipersiapkan dengan matang.
Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan penelusuran lebih lanjut untuk menanggung,tanggung jawab dan memberikan penanganan yang tepat bagi korban. Namun, satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi cerminan bahwa persiapan yang hanya terlihat di permukaan tidak akan pernah cukup untuk melindungi keselamatan warga.
–HYT–



































