Hingga Juli, Tidak Ada Tanda-Tanda Pengerjaan, Kinerja Dinas Kesehatan Dipertanyakan
PRINGSEWU – Proyek pembangunan gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kecamatan Pringsewu yang mendapatkan bantuan anggaran dari Kementerian senilai Rp8 miliar hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda dimulai sama sekali. Padahal pekerjaan seharusnya sudah berjalan sejak bulan April tahun ini, Jum’at 3 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan awak media hingga bulan Juli, lokasi proyek masih tampak kosong dan belum ada aktivitas pembangunan, material, maupun tenaga kerja di lokasi. Keterlambatan yang sangat mencolok ini memicu pertanyaan luas dari masyarakat terkait kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu selaku penanggung jawab pelaksanaan proyek.

Merespons hal ini, awak media mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu untuk meminta penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan, Ali Subagio. Namun petugas yang berjaga menyampaikan bahwa Kepala Dinas sedang melaksanakan tugas dinas luar dan belum dapat untuk di temui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat sangat menyayangkan lambatnya proses pembangunan ini. Selama ini seluruh pegawai Puskesmas terpaksa digabungkan di ruangan bagian belakang gedung lama yang kondisinya sempit dan tidak memadai. Kondisi ini jelas mengganggu kelancaran operasional serta kinerja petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi warga.
Kami sudah menunggu lama. Anggarannya besar dari pusat, tapi sampai sekarang belum ada tanda mulai. Padahal sekarang pelayanan jadi terhambat, ruangan sempit, pegawai terdesak. Harusnya ada penjelasan jelas kenapa belum dikerjakan,” ujar salah satu warga Kecamatan Pringsewu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait penyebab tertundanya proyek maupun kepastian waktu pelaksanaan pembangunan. Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk segera bertindak tegas, menjelaskan fakta sesungguhnya, dan memastikan dana bantuan tersebut segera digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat Pringsewu, pungkasnya.
(RED)



































