Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

50312 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2024-2025 menyeret nama Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara. Total dana yang digelontorkan untuk sekolah ini diperkirakan hampir menembus angka satu miliar rupiah, namun penggunaannya dipertanyakan banyak pihak lantaran dinilai gelap dan minim transparansi.

Sumber internal mengungkapkan, dana BOS yang semestinya diarahkan untuk peningkatan mutu pendidikan, seperti pembangunan perpustakaan, sarana prasarana, hingga biaya honor kegiatan, justru terpantau tidak jelas pelaporannya. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (2/8/2026), menegaskan adanya kejanggalan antara jumlah dana yang masuk, data siswa berdasarkan Emis, serta realisasi kegiatan yang tertera dalam laporan e-RKAM sekolah.

“Dari realisasi dana BOS tahun 2024, banyak data yang tidak ‘nyambung’. Silakan cek langsung setiap ruang kelas, data siswa, hingga rincian kegiatan yang didanai BOS. Minta saja SPJ-nya dari 2024 sampai 2025, dan cocokan dengan laporan resmi serta data Emis siswa. Jangan hanya percaya pada kata-kata kepala sekolah. Jika datanya terbuka, tentu tidak ada yang perlu disembunyikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Lantik 71 Pengulu Kute

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber lain bahkan menantang wartawan untuk melakukan pengecekan langsung dan mewajibkan kepala sekolah menunjukkan seluruh dokumen penggunaan anggaran. Ia menegaskan, keterbukaan adalah kewajiban setiap pejabat publik, apalagi dana negara yang dipakai seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

Di sisi lain, Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara selama ini dikenal luas sebagai figur berpendidikan agama dengan gelar mentereng dan memiliki basis keluarga pejabat. Namun, justru hal itu menambah kecurigaan jika sikap tertutup tetap dipertahankan. “Kalau memang tidak ada korupsi, anak-anak pun tidak akan ikut sembunyikan data. Apalagi dengan kemampuan akademik dan pengalaman yang tinggi, seharusnya tidak sulit membuka data keuangan sekolah,” ujar sumber tersebut.

Menanggapi isu ini, Kementerian Agama Aceh Tenggara melalui Kepala Kemenag, Nasruddin, secara tegas menekankan tidak ada kompromi untuk segala bentuk penyimpangan. Pada Sabtu (8/8/2026), ia menegaskan setiap penyelewengan dana BOS harus dipertanggungjawabkan, dan hasil temuan wajib dikembalikan ke kas negara. Jika tidak, sanksi hukum akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan

“Tidak ada main-main dalam penggunaan dana BOS. Setiap temuan harus dipertanggungjawabkan dan jika tidak dikembalikan, akan diusut secara hukum. Kami lakukan monitoring ketat terhadap seluruh madrasah, termasuk MTsN 1 Aceh Tenggara. Semua harus taat prosedur dan aturan,” ujar Nasruddin dengan nada keras.

Polemik ini menjadi peringatan keras bagi setiap pengelola sekolah. Penegakan hukum dan transparansi di sektor pendidikan mutlak diperlukan untuk memastikan dana negara benar-benar sampai pada sasaran, bukan menjadi bancakan segelintir orang yang justru mengkhianati amanah pendidikan di Aceh Tenggara.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru