Kejari Lampung Selatan Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Internet Kominfo Rp1,6 Miliar ke Tahap Penyidikan

hayat

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 08:13 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungselatan – Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan belanja internet dedicated di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan serta dugaan penyimpangan beras SPHP oleh Perum Bulog kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan mengonfirmasi bahwa status kasus internet bernilai fantastis tersebut resmi ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.Akses Data Demografi

Saling Lempar Tanggung Jawab di Balik Dugaan Korupsi Proyek Internet dan Super Apps Miliaran Diskominfo Lamsel

Perkara dugaan korupsi pengadaan internet Kominfo yang menelan anggaran APBD sekitar Rp1,6 miliar ini sejatinya telah bergulir sejak akhir tahun 2025. Setelah hampir satu tahun penanganan berjalan, publik kini menantikan penetapan tersangka serta kepastian pelimpahan berkas ke meja hijau.Pantau Harga Logam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Kejari Lampung Selatan, Kasi Intelijen Agung Trisa Putra Fadillah Burdan membenarkan adanya peningkatan status hukum dalam perkara pengadaan internet dedicated Diskominfo tersebut. “Masih dalam pengumpulan [alat bukti]. Status perkara sudah naik sidik,” tegas Agung saat menerangkan perkembangan penanganan perkara.

Baca Juga :  Ancam Korban Pencabulan Pakai Pistol, Polisi Tangkap Warga Natar Lampung Selatan

Internet Dedicated, Super Apps, dan Vendor Fiktif

Dugaan penyimpangan anggaran di Diskominfo Lampung Selatan mencuat akibat indikasi pemborosan, penggelembungan dana (markup), hingga rekayasa administrasi pencairan anggaran yang nilainya ditaksir menembus angka Rp3 miliar.

Proyek langganan internet dedicated menguras anggaran APBD secara konsisten sekitar Rp1,6 miliar per tahun dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut (2024, 2025, dan 2026).

Pengadaan jasa sistem informasi Super Apps pada 2025 menelan anggaran Rp1,4 miliar. Kualitas aplikasi tersebut dinilai janggal, jauh di bawah standar pasaran, serta sempat mangkrak sebelum akhirnya diklaim dapat diakses melalui portal id

Ditemukan indikasi rekayasa penunjukan penyedia jasa berinisial TCI yang diduga kuat merupakan perusahaan fiktif dan tidak terdaftar dalam e-Katalog, namun tetap digunakan untuk mencairkan anggaran. Penanganan kasus ini diwarnai aksi saling lempar tanggung jawab di internal pejabat Diskominfo Lamsel terkait pengelolaan anggaran proyek tersebut.Akses Ensiklopedia Digital

Baca Juga :  Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni, Disimpan dalam Ban Serep

Di saat bersamaan, Kejari Lampung Selatan juga mengusut dugaan tindak pidana korupsi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog Kantor Cabang Lampung Selatan periode 2023–2024.

Kasus yang mulai diusut sejak awal 2025 ini resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah tertanggal 27 Maret 2025. Pada 9 April 2025, tim Pidsus menggeledah Kantor Bulog Cabang Lampung Selatan di Kalianda dan menyita sejumlah berkas dokumen serta perangkat elektronik.Akses Data Demografi

Penyidik telah memeriksa 97 orang saksi dari jajaran pejabat Bulog cabang, kantor wilayah, pusat, hingga puluhan pengelola Rumah Pangan Kita (RPK). Kasus ini mencakup dugaan manipulasi data realisasi penyaluran, pengaturan kuota distribusi secara sepihak, hingga permainan harga di tingkat konsumen.

Hingga saat ini, penetapan tersangka atas kedua perkara besar tersebut masih menunggu perampungan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) secara resmi.

Berita Terkait

Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Digital Masa Depan,Yamaha LT Pematang Pasir Berikan Pelatihan Yamaha Young Digital Enterpreneurship
Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?
Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta
Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS
Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba, Rutan Bandar Lampung Laksanakan Tes Urine
Pemilik Senpi Rakitan Ditangkap, KSKP Bakauheni Ungkap Jejaknya di Jaringan Curanmor Cikarang
Ancam Korban Pencabulan Pakai Pistol, Polisi Tangkap Warga Natar Lampung Selatan
Lamsel Fokuskan Perubahan APBD 2026 Pada Program Yang Berdampak Bagi Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda

Selasa, 29 September 2026 - 13:23 WIB

Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri

Jumat, 25 September 2026 - 07:35 WIB

Jelang Pilkakon Serentak 2026, Komisi I DPRD Pringsewu Pastikan Tahapan Berjalan Sesuai Regulasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:10 WIB

Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan

Selasa, 22 September 2026 - 18:43 WIB

Dipercaya 6 Tahun Jadi Sopir, Pria di Pringsewu Gelapkan Rp50,4 Juta Setoran Ayam untuk Judi Online

Kamis, 17 September 2026 - 15:43 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf, Kuliner, serta Kambing dan Domba sebagai Potensi UMKM

Berita Terbaru