Diduga Syarat Masalah Aparat Hukum Diminta Usut Pengerjaan Proyek Rabat Beton Tahun 2022-2023 Desa Makmur Jaya Kecamatan Darul Hasanah

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 24 Oktober 2023 - 09:41 WIB

50669 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane waspada indonesian.com | Terkait rendahnya kualitas pengerjaan proyek Jalan rabat beton desa Makmur Jaya Kecamatan Darul Hasanah kabupaten Aceh Tenggara, sudah sepantasnya Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian maupun Kejaksaan untuk mengusutnya. Permintaan itu disampaikan oleh kalangan warga setempat kepada waspada Indonesian.com Selasa (27/10/23). Kami menduga ada yang tidak beres terkait pengerjaan proyek rabat beton tahun 2022-2023. Sehingga ada potensi kerugian negara terhadap proyek itu .

Dijelaskan pengerjaan jalan rabat beton yang dimaksud sejak tahun 2022 -2023 yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD). Menurut mereka (warga) disana pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Sehingga jalan yang sudah dibangun dua tahun berturut-turut itu saat ini sebagian kondisi nya sudah pecah. Akibat material campuran semen dan pasir (sirtu) atau material dan pemadatan serta hamparan tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya yang tertuang di dalam dokumen APBDes. Kata warga yang tidak mau disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan lain sambung warga selaku sumber media ini menyampaikan, bahwa dalam pengerjaan proyek sebelumnya, langsung ditangani oleh oknum kepala desa dan pihak pejabat desa setempat. Sehingga disini ada potensi korporasi atau untuk meraup keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan tertentu atas pekerjaan itu.

Mencuatnya kualitas pekerjaan proyek di Desa Makmur Jaya ini, di awali atas adanya temuan masyarakat setempat. Kemudian hal tersebut langsung ditelusuri beberapa kalangan media kelokasi (kelapangan). Kemudian, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, benar adanya salah satu paket pekerjaan proyek rabat beton tahun 2022-2023 diduga tidak sesuai harapan masyarakat. Lantaran terlihat bahwa panjang atau volume pekerjaan jalan rabat beton yang sudah di kerjakan itu panjang nya 200 meter dan ketebalan cooran semen di RAB sekitar 15 centi meter (cm). Sedangkan terlihat ketebalan coran nya sekitar 3 dan 4 cm.
Sedangkan pagu anggaran nya Rp 185 juta rupiah lebih.

Baca Juga :  Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah

Seharusnya ketebalan cooran semen jalan rabat beton itu semestinya 15 centi meter (cm). Namun fakta dokumen nya tidak sesuai dengan spesifikasi.

Disamping itu dugaan lainnya yakni ketebalan dan kepadatan timbunan material pasir dan batu, urugan (upilnya) terlihat nyaris tidak ada, makanya wajar kita sebut proyek fisik jalan rabat beton itu asal jadi papar mereka.

Sebelumnya, ada juga pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari dana desa tahun 2022 berkisar Rp 70 juta rupiah. Dengan panjang volume pekerjaan 120 meter. Sayangnya jalan rabat beton yang baru satu tahun di bangun itu, terlihat sudah ambruk dan hancur -hancuran. Penyebab buruknya kualitas pengerjaan proyek itu.

Menanggapi hal itu, ketua Lsm Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara, Faisal Kadri Dube S Sos angkat bicara, jika pekerjaan proyek tersebut menuai masalah, tentu berdampak terhadap keuangan desa. Seharusnya setiap item pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan standar atau spesifikasi teknis
Bukan asal jadi. Hal akan berpotensi merugikan uang Negara . Kendatipun dana desa, itu kan uang negara juga.

Jika pekerjaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis tentu saja tidak sesuai dengan harapan masyarakat luas. Dan terindikasi mar up. Maka akan mempengaruhi mutu dan kualitas proyek, dan tidak akan bisa bertahan lama. Seharusnya jalan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan lama dan memperlancar lintasan desa. Namun sangat disayang kan, jika kualitasnya rendah tentu tidak bisa bertahan lama

Pada sisi lain, menurut warga yang lain mengatakan pekerjaan rambat beton tahun 2022 dan 2023 diduga hanya untuk kepentingan kepala Desa itu sendiri. Bukan untuk kepentingan umum. Pasalnya menurut mereka pembangunan jalan rabat beton itu hanya mengarah menuju ke lokasi kebun oknum kepala desa itu sendiri. Kendatipun sebagian ada yang menuju ke lokasi kebun warga. Tapi lintasan nya lebih banyak ke lokasi kebun oknum kepala desa.

Baca Juga :  Berbicara di Seminar ICMI & DMI Prof.Abdullah Puteh Sebut Lima Langkah Strategis Memajukan Aceh Tengah

Sedangkan besarnya anggaran untuk pembangunan tahap kedua atau dari DD ,2023 untuk pembangunan rapat beton panjang volume 200 meter mencapai Rp 185 juta rupiah,

Kami sangat merasa heran dengan sikap oknum kepala desa, sebab sistem pengerjaan proyek ini bukan secara swakelola akan tetapi pengerjaannya di borong kan kepada pihak lain atau rekanan. Ada praktek kong kalikong antara oknum kepala desa dengan pihak lain itu.

Besarnya upah itu Rp 80.000. (delapan puluh ribu rupiah) per meternya. Sedangkan volume pekerjaan 200 meter jika dikalkulasi kan Rp 80 ribu rupiah dikali panjang 200 meter total upah pekerja 16 juta, rupiah.

Sedangkan pagu atau anggaran biaya untuk pekerjaan fisik jalan rapat beton Rp 185 juta rupiah. Jelas Faisal Kadri Dube.

Saya berharap kepada pihak aparat penegak hukum bisa mengusut dugaan adanya mar up pembangunan jalan rabat beton tahun 2022-2023 itu. Hal ini untuk menghindari terjadinya Kong kalikong oknum kepala desa dengan pihak lain, serta penegakan hukum yang setimpal kepada siapapun yang ikut bermain dalam dana desa yang setiap tahun digelontorkan oleh pemerintah pusat. Seharusnya dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat itu untuk mensejahterakan rakyat desa
Bukan untuk meraup keuntungan pribadi ataupun golongan tertentu.

Sampai berita ini ditulis pihak media waspada Indonesian.com masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada oknum kepala desa Makmur Jaya. Karena saat dikonfirmasi maupun pesan WhatsApp yang dilayangkan belum mendapat jawaban.[hidayat]

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Bersatu dalam Semangat Kemerdekaan, Muspika Sungai Mas, Masyarakat dan RAPI Gelar Pawai Bendera

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:13 WIB

Bakti Brimob untuk Negeri, Jembatan Penghubung Desa Sikundo Mulai Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:01 WIB

​​Perkuat Silaturahmi, Unsur Muspika Sungai Mas Gelar Temu Ramah dengan Kapolsek Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS. Guna Untuk Asah Ketangkasan Dan Kedisiplinan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:53 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Rampung, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama Tem Gabungan Temukan Senjata Tajam dan HP Lapas Kelas IIB Meulaboh,

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WIB

Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Komisi IV Sidak Gudang Perum Bulog Meulaboh

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB

DPD LPSA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Dan Pembagian Takjil

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB