CERI Prihatin Atas Lambatnya Respon Pemerintah Aceh atas Desakan Mahasiswa tentang Penutupan Tambang Ilegal PT BMU

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 12:45 WIB

50295 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, WASPADA INDONESIA  – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menyatakan keprihatinan atas tidak tegas dan lambatnya respon Pemerintah Aceh atas desakan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Aceh (KRA) yang telah berdemo di kantor Gubernur Aceh pada Kamis (24/8/2023).

Diberitakan berbagai media, massa KRA menuntut penutupan tambang PT Beri Mineral Utama (BMU) yang nyata-nyata telah merusak lingkungan serta telah melanggar sejumlah Undang Undang (UU).

“Menurut temuan kami, kegiatan menambang emas oleh PT BMU setidaknya telah melanggar UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Jum’at (25/8/2023) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yusri membeberkan, pada pasal 150 ayat 1 dan ayat 2 UUPA, disebutkan tegas bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota dilarang mengeluarkan izin pengusahaan hutan di dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), apalagi izin tambang, sangat dilarang.

“Faktanya, sekitar 90 persen lokasi IUP PT BMU ternyata masuk dalam KEL, jadi jelas kesalahan mendasar telah terjadi sejak IUP ini diterbitkan pada tahun 2012 oleh Bupati Aceh Selatan yang saat itu dijabat oleh Husin Yusuf dan Gubernur Aceh kala itu dijabat oleh Irwandi Yusuf,” ungkap Yusri.

Lebih lanjut Yusri membeberkan, menurut penelusuran CERI terhadap akta pendirian PT BMU pada sistem AHU Kementerian Hukum dan HAM RI, pada saat IUP PT BMU diterbitkan, terdeteksi ada nama Teguh Agam Meutuah dan Khartiwi Ben Daud sebagai pemegang saham PT BMU.

“Kedua nama ini tak asing lagi, yakni putra dan ajudan Irwandi Yusuf,” tegas Yusri.

Baca Juga :  Dinilai Lomba Cari Pangung, Bara JP Dukung Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Jadi, kata Yusri, pernyataan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marthunis di depan para demonstran yang dianggap tidak tegas dan terkesan membela PT BMU itu telah memancing ketegangan menjurus ricuh dari sejumlah peserta demo tersebut.

“Pernyataan Marthunis itu pun terkesan kompak dengan pengurus PT BMU, Hj Latifah Hanum yang pernah menyampaikan juga ke kami bahwa pencemaran terjadi akibat ada penambang emas ilegal lainnya di daerah tersebut,” beber Yusri.

Sehingga, lanjut Yusri, eskalasi ketegangan antara massa KRA dengan aparat kepolisian harus cepat diredam dengan sikap tegas Pemerintah Aceh dengan menutup secara permanen tambang emas yang dilakukan secara ilegal oleh PT BMU”, ungkap Yusri.

Sebelummya, beber Yusri lagi, pada 21 Agustus 2023, dua tokoh pemuda Kluet Tengah, Sutrisno dan Jumra Adina telah dipanggil oleh Satreskrim Polres Aceh Selatan dengan sangat cepat dan hanya berdasarkan laporan Hj Latifah Hanum sendiri pada 18 Agustus 2023. Kedua tokoh dipanggil dengan sangkaan perbuatan tidak menyenangkan ketika kelompok masyarakat di Kluet Tengah sedang melakukan demo di lokasi tambang PT BMU dan kantor Kecamatan Kluet Tengah pada 17 Agustus 2023 lalu.

“Demo besar di Banda Aceh ini malah mengingatkan kami atas tulisan Redaksi AJNN sebelumnya dengan judul Di Sini Senang, di Sana Tak Senang pada 21 Agustus 2023. Catatan Redaksi AJNN menyatakan bahwa meneruskan proses hukum terhadap dua tokoh Kluet Tengah itu sama dengan menyiramkan bensin ke tumpukan api,” ungkap Yusri.

Namun, kata Yusri, CERI sangat mengapresiasi sikap peduli mahasiswa Ar Raniry dan Abulyatama Banda Aceh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Aceh (KRA) yang telah tegas terhadap praktek tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  North Kemang Huis digugat, Real Estate Developer Diduga belum Miliki Izin PBG

Menurut Yusri, sikap protes terhadap praktek tambang yang melanggar UU oleh masyarakat atau mahasisawa wajib didukung sepenuhnya, asal dalam menyampaikan tuntutannya tidak melanggar aturan dan tidak mau dibenturkan dengan polisi, serta dilakukan dengan santun, tanpa tindakan anarkis.

“Sebab semua sumber daya alam yang ada itu harusnya dikelola sebaik baiknya untuk mensejahterakan rakyat, khususnya rakyat Aceh, bukan mensejahterakan segilintir orang saja, jadi sudah benar gerakan mahasiswa itu dan kami mendukungnya” kata Yusri.

Rakyat Menilai Pemimpin

Yusri melanjutkan, pendemo tak perlu memaksa Pj Gubernur harus menemui mereka untuk mendengar dan memastikan tuntutannya dilaksanakan.

“Sebab, jika Pj Gubernur Aceh benar-benar ingin membangun Aceh untuk rakyat Aceh, harusnya dia yang mencari pendemo untuk mendengar apa menjadi aspirasi rakyat, jadi biarkan rakyat Aceh menilai mana pemimpin yang benar memikirkan nasib rakyatnya atau hanya memikirkan sponsornya,” kata Yusri.

Meski demikian, Yusri mengatakan, pihaknya berharap Pj Gubenur Aceh, Ahmad Marzuki segera memerintahkan anak buahnya untuk mencabut segera izin tambang PT BMU dan berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk melakukan proses penegakan hukum atas pelanggaran tambang emas meski pun izin hanya menambang biji besi.

“Sudah sejak lama dari segala lapis masyarakat telah menolak aktifitas penambangan PT BMU ini, termasuk anggota DPRA hingga aktifis lingkungan dan tambang serta masyarakat setempat, jejak digitalnya cukup banyak,” timpal Yusri.

Akhirnya, kata Yusri, timbul pertanyaan kritis dari banyak orang mengapa bisa terjadi pembiaran sebegitu lama terhadap praktek ilegal.

“Atau apakah memang Pemerintah Aceh lemah dalam penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi yang telah menjadi kewenangan untuk menegakkan hukum?,” pungkas Yusri. (CERI)

Berita Terkait

Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Menuju Munas Boyolali, SWI dan BAZNAS RI Siapkan Penandatanganan MoU Kerja Sama
Dari Bandung untuk Indonesia: Rakernas I XTC Kobarkan Solidaritas
Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Innalilahi Wainnailaihi Rajiun. Keluarga Besar RAPI Wilayah Nagan Raya Turut Berdukacita Atas Meninggalnya ADRI /01 NUJ

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:48 WIB

Rayakan Hari Pers Sedunia, PWI Nagan Raya Ajak Jurnalis Serukan Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 03:13 WIB

Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi

Senin, 27 April 2026 - 15:34 WIB

Satu Unit Rumah Warga Gunong Reubo Kuala Tertimpa Pohon Sawit. Kapolsek Berikan Bantuan Masa Panik

Minggu, 26 April 2026 - 11:26 WIB

Walaupun Hujan Singa Nagan Gelar Perayaan HUT Ke -16  Dengan Meriah Puluhan Atraksi Debus Tampil

Kamis, 23 April 2026 - 20:27 WIB

Teuku Raja Yordan S. Habib Pimpin Karang Taruna Nagan Raya 2026–2031

Kamis, 23 April 2026 - 20:04 WIB

Ketua TP-PKK Nagan Raya Hadiri Pelantikan Ketua TP-PKK dan Pengukuhan Bunda PAUD Gampong Purwosari

Berita Terbaru