Rusak Parah, Puluhan Rumah Dinas Karyawan PTPN IV Ajamu Masih Tetap Dihuni.

REDAKSI LABUAHANBATU RAYA

- Redaksi

Selasa, 14 Januari 2025 - 07:07 WIB

50565 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU-Waspada Indonesia | Puluhan rumah karyawan di PTPN IV Regional II Unit Kebun Ajamu, yang terletak di Pondok Wesel, saat ini tak terawat hingga atap bocor parah serta dinding papan sudah lapuk dan lantainya pecah-pecah.

Penelusuran wartawan Waspada Indonesia bersama awak media lainnya, Senin 13 Januari 2025 di kawasan perumahan dinas karyawan PTPN IV Regional II Unit Kebun Ajamu, cuaca saat itu baru turun hujan sehingga tampak jelas puluhan rumah dinas karyawan rusak parah, bahkan terlihat penghuni yang menempati rumah tersebut lagi membersihkan genangan air di dalam rumah (ruang tamu, kamar tidur dan dapur) akibat atap rumah bocor, walaupun dilapisi terpal dan plastik tetap tak mampu menahan curah hujan di rumah mereka.

Kondisi jalan di perumahan dinas karyawan PTPN IV Ajamu, kalau hujan tergenang air.

Selain rumah dinas yang terlihat kumuh, akses jalan di perumahan tersebut juga tergenang air seperti tidak pernah sama sekali mendapatkan perawatan dari pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di lokasi perumahan dinas karyawan PTPN IV Ajamu, beberapa karyawan yang berhasil ditemui menyebutkan, keadaan ini sudah cukup lama. Kalau di laporkan ke pimpinan, selang beberapa waktu di survei. Setiap dilaporkan, Tim survei datang hanya mengambil data dan dokumentasi, namun rumah yang mereka huni tak kunjung di perbaiki.

“Mau disuruh orang membagusi, takutnya nanti jatuhkan pak, awak pula yang membayari,” ungkap kesal karyawan yang yang tak mau disebut namanya.

Masih dilokasi yang sama, karyawan yang lain juga menyampaikan keluhannya, bahwa dirinya dan keluarga yang tinggal di rumah tersebut selalu harus waspada saat hujan terhadap instalasi listrik yang terpasang di rumahnya kalau-kalau dialiri air saat hujan sehingga membawa arus listrik ke dinding dan genangan air di lantai rumahnya.

Kondisi dalam rumah dinas karyawan PTPN IV Ajamu, untuk mengurangi curah hujan masuk kedalam rumah, karyawan mengunakan plastik terpal seadanya untuk melapisi atap rumah.

 

Baca Juga :  Potensi Zakat Sumut Rp 8 Triliun, Buya Rafdinal Setuju Penguatan Dakwah tentang Zakat

“Pernah kontak (tersetrum) saat menyentuh pemasak nasi listrik saat hujan, bukan saya saja anak saya juga pernah kontak,” cetus karyawan yang juga tidak ingin namanya di sebutkan.

Ia juga mengatakan, kalau hujan terpaksalah arus di meteran di padamkan, menjagakan aliran air dari atap rumah yang bocor mengaliri instalasi listrik di rumahnya.

Setelah mendapatkan informasi dari para karyawan, awak media ini dan Tim berupaya menemui pihak perusahaan untuk mendapatkan klarifikasi. Namun upaya untuk bertemu pihak perusahaan tidak berhasil setelah mendapat info dari security di pos bahwa pak Manager Kebun dan Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) hendak kelapangan mendampingi tamu.

Tak sampai di situ, kami mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp kepada Asisten SDM K. Harianja mengatakan dirinya sedang membersamai tamu yang berkunjung.

Kondisi dalam rumah dinas karyawan PTPN IV Ajamu atap bocor parah, dinding ditempel kain, terpal plastik dan lantai pecah – pecah.

“Terimakasih atas informasi dan perhatiannya pak, dapat kami jelaskan bahwa untuk perbaikan rumah dinas karyawan tersebut sudah dalam proses, sebelumnya kami lakukan survey dan sudah kami ajukan anggaran perbaikan ke kanpus dan saat ini kami sedang menunggu proses tindaklanjut pengajuan dan semoga dalam waktu dekat dapat direalisasikan pak. Demikian pak, terimakasih,” jelas Asisten SDM.

Hingga saat ini para karyawan selalu khawatir dengan kondisi rumah mereka, mereka berharap perusahaan PTPN IV Ajamu secepatnya memperbaiki rumah mereka agar dapat di tinggali dengan nyaman.(*)

 

Baca Juga :  Perkuat Pasar Tradisional di Era Digitalisasi, APPSINDO Milenial Kota Medan Gelar Diskusi Publik

 

Berita Terkait

Layanan Pelanggan PLN Buruk, Warga Desa Sei Tampang Kecewa Listrik Padam 24 Jam Tanpa Pemberitahuan.
Polda Sumut Bersama Tim Jatanras Polres Asahan Ungkap Kasus Driver Online Tewas di Kisaran, Dua Terduga Pelaku Utama Diamankan
Tindaklanjuti Informasi Masyarakat, Sugik Ditangkap Team Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir, 7 Paket Sabu Turut Disita.
Desak RUU Berpihak Pekerja, Ratusan Buruh Sumut Datangi DPRD
PT. Socfindo Kebun Negeri Lama Serahkan Bantuan Material 3500 Paving Block Kepada SMK IT Nurul Iman Sidomulyo.
Ribuan Penerima Manfaat dan 47 Relawan Terhenti, Kepala SPPG Labuhan Bilik Dipertanyakan Keaktifannya.
Dibawah Pimpinan Manager M. Sukma, Tim Tribrata FC. Labuhanbatu Ikut Serta Dalam Turnamen Open Mini Soccer KNPI Labura CUP 2026, Memperebutkan Trophy Kapolres Labuhanbatu.
Dugaan Penganiayaan Wartawan di SPBU Simpang Ajamu, Korban Laporkan Kasus ke Polsek Panai Tengah.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru