Kualitas Kakao di Aceh Tenggara Termasuk Sembilan Besar Se-Indonesia

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 22:02 WIB

50564 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE WASPADA INDONESIA | Lahan bidang pertanian kakao di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 21 ribu hektar dan kualitas coklatnya masuk sembilan besar se Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepada Dinas Pertanian Aceh Tenggara Riskan, S.P saat pembukaan acara Penanaman Perdana dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MOU) antara Dinas Pertanian Aceh Tenggara dengan PT. Kudeungo Sugata Indonesia, yang dilaksanakan dilahan pertanian di Desa Lawe Bekung Tampahan, Kecamatan Badar, Selasa 20 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riskan menyebutkan tanaman kakao, salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting bagi perekonomian daerah khususnya di Aceh Tenggara ini.

Kakao bukan sekadar tanaman, namun juga sumber kehidupan bagi banyak petani, biji kakao yang diolah menjadi cokelat, bagian tak terpisahkan dari kebiasaan konsumsi masyarakat dan juga menjadi sumber devisa Negara, sebutnya.

Saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan kata Riskan seperti perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta fluktuasi harga pasar namun, dengan semangat dan kerja keras, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut, katanya.

Baca Juga :  Syahwat Anggaran di Aceh Tenggara: Rakyat Mengencang, Birokrasi Kenyang

Direktur PT. Kudeungo Sugata Indonesia (KSI) Mirza, S.E. Mengatakan kepada seluruh petani kakao di Kabupaten Aceh Tenggara untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kakao.

Melalui pelatihan, seminar dan kegiatan lainnya, para petani dapat memperoleh pengetahuan terkini mengenai teknik budidaya kakao yang modern dan efisien.

Penggunaan bibit unggul dan teknologi modern dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, hal ini dapat dilakukan melalui beberapa langkah yakni, pengendalian hama penyakit secara terpadu dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit.

Pemasaran dan jaringan distribusi yang efisien dapat memastikan hasil panen petani dapat mencapai pasar dengan harga yang menguntungkan.

Saya yakin, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, petani dan berbagai pihak terkait, kita dapat menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah Aceh Tenggara ini, katanya.

Baca Juga :  Akhirnya, Mahkamah Syar’iyah Kutacane Vonis Ayah Tiri 13 Tahun 4 Bulan Penjara atas Kasus Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Sementara itu Sekretaris Daerah Yusrizal,ST ,mengucapkan dukungan penuh dalam rangka penandatanganan (MOU) kebun entres dan kebun induk, serta seremonial penanaman perdana kebun kakao di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dikarenakan kakao merupakan komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Aceh Tenggara dengan luas lahan kakao mencapai 21 ribu hektar dan produktivitas sebesar 905 kg per hektar per tahun Aceh Tenggara memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi dan mutu kakao.

Namun potensi tersebut belum dapat dioptimalkan secara maksimal. Oleh karena itu kami sangat menyambut baik adanya program kebun entres dan kebun induk ini sebagai langkah konkret dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas kakao di daerah kita ini, pungkasya

(Laporan Salihan Beruh)

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru