Duka Banjir Sungai Alas vs. Kursi Emas: Saat Aceh Tenggara Sekarat

ALIASA

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 20:08 WIB

50482 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Du.ka Banjir Sungai Alas vs. Kursi Emas: Saat Aceh Tenggara Sekarat

ACEH TENGGARA – ​Di tengah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung ini, suara seorang warga sipil bergemuruh, membawa kekecewaan yang jauh lebih tajam daripada pecahan batu yang dibawa banjir.

​Zoel Kanedi, Ketua DKD LSM Kaliber Provinsi Aceh, berbicara dengan nada yang tidak lagi sekadar marah, melainkan terluka, saat menyampaikan uneg-unegnya kepada media pada Sabtu, 28 November 2025.

Delapan orang sudah kami temukan meninggal dunia, terseret arus Alas. Mereka adalah rakyat. Mereka adalah anak, ibu, ayah. Dan di tengah pencarian jenazah yang tersisa, di tengah anak-anak yang menggigil kelaparan, satu pertanyaan terus menghantui kami: Di mana Raja dan Panglima bumi Sepakat Segenep?” ujarnya, suaranya sarat kepedihan yang menusuk.

Baca Juga :  Tim Pembina Gammawar Provinsi Aceh Melakukan Peninjauan Mendalam ke Desa Binaan di Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kanedi melanjutkan, dengan sorot mata yang menuduh:
​”Ini bukan lagi soal penanganan bencana yang buruk; ini adalah soal moral yang lemah,dalam sejarah Aceh Tenggara. Bupati Salim Fakhri memilih panggung politik yang kering dan ambisius.pergi dari lumpur,dan tangisan rakyat yang telah memilih nya.

​dia,terkesan diam, tidak menunjukkan kepemimpinan, karena hati nurani, telah disandera oleh kepentingan kursi! Kekuasaan hingga membiarkan lebih dari seribu keluarga mengungsi, kelaparan, dan berduka, hanya demi merebut kekuasaan partai. Nyawa kami, duka kami, jauh lebih murah daripada satu kursi Golkar di mata mereka!”

Baca Juga :  Ketua PWI Minta Pemkab dan Aparat Bertindak Tegas Terkait Polemik BBM di Aceh Tenggara

​Zoel Kanedi menekankan bahwa kebutuhan rakyat saat ini jauh melampaui bantuan fisik.
​”Ribuan warga menunggu. Tapi kami bukan hanya menunggu perahu, bukan makanan. Kami menunggu sosok pemimpin yang berjiwa besar Kami menunggu seseorang yang datang, basah kuyup, dan berani menatap mata para janda korban. Kami menunggu pertanggungjawaban, bukan punggung yang membelakangi penderitaan!” tutupnya, suaranya memecah keheningan yang memilukan​ tandas nya. (***).

Berita Terkait

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi
Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi
Dana Desa Atau Dana Dinasti? LSM Kaliber “Bedah” Borok Anggaran Kuta Tengah!
Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!
Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara
Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi
Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir
Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:01 WIB

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:46 WIB

Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:42 WIB

Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:17 WIB

Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:42 WIB

Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:26 WIB

Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:15 WIB

Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:55 WIB

THR” yang Sebenarnya Adalah Hak Tertunda

Berita Terbaru