KUTACANE WASPADA INDONESIA
-Pascabanjir dan tanah longsor disejumlah wilayah di Aceh Tenggara, kini menimbulkan fenomena antrian panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di kabupaten setempat.
Pasalnya, sudah lebih dari sepekan keresahan warga terkait persoalan BBM belum juga mampu teratasi hingga kini, Selasa 9 Desember 2025
Antrian panjang mengular. Dugaan kuat hal itu di picu ada permainan BBM yang secara masif terjadi. Akibatnya, menimbulkan harga BBM enceran yang kian melonjak tajam. Bahkan, hampir di seluruh wilayah di Aceh Tenggara sudah tembus mencapai Rp30 ribu per liter.
Pasokan BBM yang di distribusikan oleh PT. Pertamina ke SPBU, seakan menjadi sasaran empuk sejumlah oknum pengencer dadakan. Meraup keuntungan tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan.
Persoalan BBM ini mendapat perhatian serius Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sumardi. Dia mengatakan fenomena antrian panjang di semua SPBU dan meroketnya harga BBM enceran akan sangat berdampak terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi warga.
“Jika kondisi BBM terus seperti ini akan sangat berdampak terhadap stabilitas ekonomi warga,” kata Sumardi, di kantor PWI Aceh Tenggara, Selasa, 9-12 .2025
Sumardi mengatakan, pemerintah kabupaten setempat dan aparat penegak hukum agar secepatnya mengambil langkah kongkrit sebelum persoalan BBM ini semakin menghambatan seluruh sendi aktivitas perekonomian warga.
Sumardi menyarankan, seluruh pihak terkait agar berkolaborasi untuk menuntaskan masalah BBM yang kini menjadi keresahan warga. Agar fenomena persoalan BBM yang diduga hanya modus segelintir orang mencari keuntungan dibalik pasca bencana tidak terus berlanjut.
“Kondisi ini tidak boleh terus di biarkan. Kami minta pemerintahan maupun dari pihak kepolisian tegas untuk menyelesaikan keresahan ini,”pungkasnya.
Sebagai informasi, Bupati Aceh Tenggara telah mengeluarkan intruksi ke SPBU untuk membatasi pengisian BBM untuk kendaraan, seperti pertalite untuk roda dua 50 ribu.
Kemudian, pertalite untuk roda empat 200 ribu, bio solar untuk roda empat 200 ribu dan bio solar untuk roda enam dan sepuluh 400.
Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara juga mengeluarkan imbauan serta menyebarkan nomer kontak pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan permainan BBM.
Namun, kedua imbauan tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurangi keresahan warga atas polemik mahalnya BBM enceran. Sebab, antrian panjang di SPBU masih terus terjadi.
Laporan : Salihan Beruh

































