Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:46 WIB

50427 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA. ​Kasus perseteruan antara LSM KALIBER dan Kalaksa BPBD Aceh Tenggara bukan sekadar masalah “izin masuk”, melainkan cermin retaknya hubungan antara pejabat publik dan kontrol sosial. Ketika sebuah lembaga resmi yang digaji oleh pajak rakyat merasa “terganggu” oleh kehadiran pengawas, muncul pertanyaan besar: Apa yang sedang disembunyikan di balik pintu gudang itu?

Etika yang Diputarbalikkan
​Tudingan “tidak beretika” yang dilontarkan Kalaksa BPBD terhadap LSM KALIBER terasa seperti sebuah ironi yang menyakitkan. Dalam tatanan demokrasi, etika tertinggi seorang pejabat publik adalah transparansi. Menuding pihak luar tidak beretika saat mereka datang dengan identitas jelas dan koordinasi sebelumnya, merupakan upaya “pembunuhan karakter” untuk mengalihkan substansi dari apa yang sebenarnya ditemukan di lapangan.

Narasi “Premanisme” sebagai Tameng Defensif
​Istilah “masuk tanpa izin” sering kali menjadi senjata pamungkas birokrat untuk membatasi ruang gerak aktivis. Namun, fakta bahwa ada komunikasi via WhatsApp dengan Kabid Logistik meruntuhkan narasi tersebut. Jika pintu sudah dibuka oleh pemilik kunci, mengapa pimpinannya justru berteriak ada pencuri? Ini menunjukkan adanya disorientasi komunikasi di internal BPBD atau, lebih buruk lagi, sebuah upaya sistematis untuk membungkam kritik dengan stigma negatif.

LSM Bukan Musuh, Tapi Cermin yang Jujur
​Pernyataan ZK bahwa “LSM bukan musuh negara” adalah tamparan lembut bagi para pejabat yang sering kali merasa alergi terhadap kritik. BPBD mengelola urusan kemanusiaan dan logistik bencana—sektor yang sangat sensitif dan rawan penyimpangan. Seharusnya, kehadiran pengawas disambut sebagai mitra untuk memastikan bahwa bantuan bagi rakyat yang tertimpa musibah benar-benar sampai, bukan malah dijaga layaknya benteng rahasia yang tak boleh tersentuh.

Menusuk Jantung Birokrasi
​Keberanian KALIBER untuk bersuara menunjukkan bahwa fungsi kontrol sosial di Aceh Tenggara masih bernapas. Namun, sikap defensif yang ditunjukkan pihak BPBD justru meninggalkan luka pada kepercayaan publik. Jika gudang itu rapi, logistiknya cukup, dan pengelolaannya jujur, mengapa harus ada tudingan “tidak beretika”? Hanya mereka yang merasa terancam oleh kebenaran yang akan sibuk mempersoalkan prosedur kedatangan.
​Catatan Penutup:

Baca Juga :  Paca Banjir BPBD Agara Bersihkan Endapan Lumpur di Badan Jalan Nasional Kutacane -Medan

Sebuah gudang logistik bencana adalah milik rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan diperuntukkan bagi rakyat. Menghalangi pengawasan atas nama “prosedur” adalah bentuk arogansi kekuasaan yang mengkhianati amanah publik (ALIASA).

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry Kunjungi Posyandu Di Desa Tanjung Mbahku dan Empat Kecamatan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

LSM Tipikor Apresiasi Komitmen Kasat Narkoba Aceh Tenggara Berantas Sabu
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti
Bupati Aceh Tenggara dan Kepala Dinas Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti
Tujuh Rumah Hangus, Enam Rumah Rusak Ringan dalam Kebakaran di Desa Kute Bakti Aceh Tenggara
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara Klarifikasi Informasi Fasilitas Kantor, Tegaskan Pelayanan Berjalan Normal
Pemuda Hafiz 30 Juz, Tgk Muhammad Ridho, Menjadi Imam Salat Idul Adha di Desa Tanjung Gabungan
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Membanggakan, Kabupaten Pringsewu Kembali Raih Opini WTP Ke-11

Senin, 25 Mei 2026 - 14:28 WIB

LSM PKPN Lampung Soroti Pengelolaan Keuangan MAN 1 Pesawaran: Dugaan Markup Anggaran hingga Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:56 WIB

LSM TRINUSA Ungkap 10 Kejanggalan Laporan Keuangan Bank Lampung 2024, Desak OJK dan Kejati Turun Tangan

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB

Putra Anggota Kodim 0410/KBL Raih Juara 1 Tinju Gubernur Cup 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kalapas Narkotika Bandar Lampung Turun Langsung Razia Blok Hunian

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

TEMUAN BPK UNGKAP DUGAAN KORUPSI DAN MALADMINISTRASI PT LAMPUNG JASA UTAMA (PERSERODA): LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD LAMPUNG MENUNTUT PENEGAK HUKUM SEGERA BERTINDAK

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

DANA ANTAR BANK NAIK RP380 MILIAR, KREDIT DAN TRANSAKSI BERELASI DISOROT LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:03 WIB

LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Sorot LHKPN Kabag Kesra Kota Bandar Lampung: Ada Kejanggalan Perbandingan Harta 2024–2025

Berita Terbaru