Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Aceh Tenggara, M. Rafi Sekedang, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran dan kepedulian nyata partai terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia menyampaikan bahwa pihaknya turut merasakan duka dan beban para penyintas banjir yang kehilangan tempat tinggal dan akses dasar akibat curah hujan tinggi yang melanda sejak akhir pekan lalu.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung penanganan pascabencana,” ujar Rafi Sekedang saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut data sementara dari posko setempat, banjir yang terjadi telah mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga, lahan pertanian, serta infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan. Kecamatan Bukit Tusam menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah, sehingga membutuhkan penanganan segera dari berbagai pihak.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa bantuan logistik yang disalurkan merupakan hasil gotong royong dari berbagai lini organisasi Partai Demokrat, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah. Selain itu, tiga anggota dewan terpilih dari Partai Demokrat di Aceh Tenggara juga turut memberikan kontribusi langsung dalam penggalangan bantuan.
“Ini adalah bentuk solidaritas kami. Bantuan ini bersumber dari DPP, DPW, dan DPC Partai Demokrat, serta dari para anggota legislatif terpilih untuk periode mendatang. Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya pada masa-masa sulit seperti ini,” jelas Samsul.
Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas atensi yang diberikan. Selain dukungan kebutuhan pokok, mereka berharap agar segera ada perbaikan infrastruktur dan pemulihan kondisi agar dapat kembali ke rumah masing-masing.
Banjir yang melanda Aceh Tenggara telah memasuki fase tanggap darurat. Pemerintah provinsi menetapkan status darurat bencana menyusul laporan adanya kerusakan infrastruktur vital, termasuk empat jembatan yang putus akibat derasnya arus air. Kondisi ini menyulitkan distribusi bantuan logistik dan evakuasi warga, terutama di daerah-daerah yang masih terisolasi.
Penyaluran bantuan dari organisasi kemasyarakatan, relawan, serta partai politik menjadi bagian dari upaya gotong royong yang terus dibutuhkan dalam meringankan beban masyarakat. Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga fase pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal.
Laporan : Salihan Beruh