Waspadaindonesia.com | Pameu – Peristiwa menegangkan dialami Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di kawasan Pameu, Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dek Fadh bersama General Manager PLN Aceh, Eddi Saputra, dan rombongan nyaris kehilangan nyawa setelah rakit darurat yang mereka tumpangi terbalik akibat derasnya arus sungai.
Medan ekstrem harus ditempuh rombongan karena akses darat rusak parah akibat banjir dan longsor. Sungai menjadi satu-satunya jalur menuju lokasi masyarakat yang masih terisolasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menggunakan rakit sederhana, Dek Fadh memilih menyeberang demi memastikan kondisi warga dan infrastruktur vital, meski risiko keselamatan sangat tinggi.
Namun di tengah penyeberangan, derasnya arus sungai tak terbendung. Rakit mendadak terbalik dan seluruh penumpang tercebur ke air. Dalam situasi genting itu, Wakil Gubernur Aceh nyaris tenggelam, tetapi dengan sigap berusaha bertahan sambil membantu GM PLN Aceh yang diketahui tidak mampu berenang.
Berkat kerja sama dan kesigapan tim di lapangan, seluruh rombongan akhirnya berhasil diselamatkan.
Insiden dramatis ini menjadi potret nyata betapa berat dan berbahayanya kerja kemanusiaan di lapangan pascabencana. Meski menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan dirinya, Dek Fadh tetap memilih hadir di tengah masyarakat.
Keputusan tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh bukan sekadar perintah dari balik meja, melainkan kerja nyata yang penuh risiko demi memastikan rakyat tidak ditinggalkan di tengah bencana. [Redaksi]

































