Pembangunan Tuntas, Puskesmas Kutaraja Siap Beroperasi untuk Warga Banda Aceh

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:55 WIB

50347 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Banda Aceh – Pembangunan Gedung Puskesmas Kutaraja di Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, telah rampung 100 persen dan siap digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Nuraihan, MKM, sebagai bentuk klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Puskesmas yang berlokasi Gampong Keudah di Kecamatan Kutaraja ini dibangun sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang lebih representatif dan sesuai standar Kementerian Kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

dr. Nuraihan menjelaskan, proses pembangunan Puskesmas Kutaraja sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2024. Pada awal perencanaan, Banda Aceh belum masuk dalam alokasi pembangunan Puskesmas melalui aplikasi e-Renggar Kementerian Kesehatan, karena kebijakan awal hanya memprioritaskan kecamatan baru.

Namun, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh kemudian mengajukan usulan dengan melampirkan dokumen dan data dukung yang kuat.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan mendesak pembangunan Puskesmas baru adalah kondisi sejumlah Puskesmas lama yang dibangun pascatsunami oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM), berdiri di atas tanah milik warga, serta memiliki keterbatasan lahan.

Bahkan, beberapa gampong telah menyurati pemerintah untuk meminta pengembalian aset karena lokasi Puskesmas berdekatan dengan masjid dan mengganggu aktivitas ibadah serta pelayanan kesehatan akibat keterbatasan parkir.

Selain faktor kepemilikan lahan, gedung lama dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang. Transformasi sistem layanan kesehatan menuntut tambahan ruang, fasilitas penunjang, dan standar bangunan yang lebih memadai. Atas dasar itu, usulan pembangunan Puskesmas Kutaraja akhirnya dibahas bersama Bappeda dan Kementerian Kesehatan, hingga disetujui melalui jalur khusus sesuai regulasi.

Baca Juga :  Yahdi Hasan Tegaskan Sekda Aceh Tetap On The Track: Saat Bencana, Bukan Waktunya Saling Menyalahkan

Pada tahun 2024, anggaran perencanaan mulai dialokasikan, dan pembangunan fisik dimulai awal tahun 2025. Mengingat Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi, Kementerian Kesehatan menetapkan prototipe Puskesmas rawat jalan non-rawat inap sebagai standar bangunan. Prototipe ini mencakup gedung layanan utama dengan fasilitas pendukung sesuai rekomendasi nasional.

dr. Nuraihan menjelaskan bahwa proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari curah hujan tinggi, kendala sosial terkait lahan, hingga hambatan distribusi material akibat putusnya jembatan saat bencana siklon.

Namun berkat fasilitasi Tim Pendamping Proyek Strategis (PPS) dari Kejaksaan, seluruh kendala berhasil diselesaikan secara persuasif dan sesuai aturan hukum.

Ia menambahkan, sempat terjadi deviasi kecil pada progres pekerjaan akibat cuaca ekstrem dan gangguan distribusi logistik. Namun pihak pelaksana menunjukkan komitmen tinggi dengan menambah jumlah tenaga kerja hingga dua kali lipat serta menerapkan sistem kerja shift 24 jam. Upaya tersebut membuahkan hasil, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

Pembangunan Gedung Puskesmas Kutaraja diselesaikan dalam waktu 180 hari kalender, dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada 21 Desember 2025. Nilai proyek sekitar Rp8,9 miliar, mencakup gedung layanan, dua unit rumah kopel paramedis, pagar keliling, rumah genset beserta unit genset, Laboratorium serta fasilitas pendukung lainnya.

Terkait isu uji kelayakan tanah, dr. Nuraihan menegaskan bahwa pengujian telah dilakukan sejak tahap perencanaan oleh konsultan Dibantu TIM USK, dengan pengeboran di dua titik dan hasilnya dinyatakan layak.

Dokumen hasil uji tanah telah dilaporkan secara resmi dan menjadi bagian dari dokumen perencanaan. Ia meluruskan bahwa pengeboran yang sempat disalahartikan publik adalah pengeboran sumur air untuk kebutuhan pekerja proyek, bukan uji kelayakan tanah.

Baca Juga :  Tidur di Tenda, Makan Bersama Pengungsi: Dek Fadh Tunjukkan Kepemimpinan yang Hadir dan Membumi di Aceh Tamiang

Menutup penjelasannya, dr. Nuraihan menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan Puskesmas Kutaraja dilaksanakan sesuai regulasi, transparan, dan akuntabel.

Dengan rampungnya gedung ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap masyarakat Kutaraja dapat segera menikmati layanan kesehatan yang lebih layak, modern, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Muhammad Hawanis Ketua LSM Radar Aceh langsung meninjau lapangan melihat kondisi Puskesmas sudah sempurna dan siap pikai luar biasa anggran sekian ini sudah ada hasil yang sempurna untuk pelayanan dasar masyarakat kutaraja dan kami lihat setiap sudut dan setiap langkah sudah rampung 100
Terimakasih pemerintah kota Banda Aceh

Muhammad Hawanis selaku Ketua LSM Radar Aceh melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Gedung Puskesmas Kutaraja yang baru selesai dibangun. Dalam kunjungannya, ia menilai pembangunan fasilitas kesehatan tersebut telah rampung secara menyeluruh dan siap digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Menurut Hawanis, dari hasil pengamatannya di setiap sudut bangunan, seluruh pekerjaan telah diselesaikan dengan baik, rapi, dan sesuai dengan fungsi pelayanan dasar yang dibutuhkan warga Kecamatan Kutaraja.

Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh yang dinilai berhasil menghadirkan hasil pembangunan yang nyata dan berkualitas. “Anggaran yang digunakan sudah terlihat hasilnya. Puskesmas ini siap dipakai dan sangat layak untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar masyarakat,” ujar Hawanis.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmen dan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan bagi masyarakat.[Redaksi]

Berita Terkait

“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh
Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat
Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:51 WIB

Evakuasi Pemuda Tenggelam, Perjuangan Polsek Pulau Panggung dan Warga Empat Jam Lewati Jurang dan Hutan

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:26 WIB

Apel Siaga Kamtibmas, Polda Lampung Jamin Keamanan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:41 WIB

Hasil Investigasi PIHC Di Kios Berkah Lestari Tidak Transparan Dinas Pertanian Menunggu Detail Verval

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:42 WIB

Satresnarkoba Polres Tanggamus Amankan 12 Orang Terduga Penyalahguna Sabu di Bulok

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:44 WIB

DPP KAMPUD Meminta Majelis Hakim Rekomendasikan Di Sidang Korupsi PT LEB Penetapan Tersangka Lain

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:10 WIB

Realisasi DD Tahun 2025 Pekon Taman Sari Bermasalah : Jembatan Mangkrak, dan Anggaran Dana BUMDES Tidak Jelas

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:18 WIB

Masarakat kecewa Pemkab Tanggamus Hadir Tanpa Tindakan Nyata dan Terkesan Hanya Pencitraan Dilokasi Musibah Putus nya jembatan Gantung di kecamatan Pugung

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:46 WIB

Tentukan Arah Pembangunan Kecamatan Pugung Gelar Musrenbang RKPD Tanggamus 2027

Berita Terbaru

ASAHAN

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:10 WIB