Waspadaindonesia.com | Pidie Jaya — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh secara resmi melepas kepulangan Tim Medis PMI Provinsi Banten yang telah menuntaskan tugas kemanusiaan dalam operasi tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Prosesi pelepasan berlangsung di Markas PMI Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (26/12/2025).
Pelepasan tim medis tersebut dipimpin Sekretaris PMI Provinsi Aceh, Salmawati, SE., MM, didampingi Anggota Pengurus Bidang Kesehatan Ns. Sri Selisna Devi, S.Kep. Suasana haru dan penuh apresiasi mewarnai acara sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para relawan medis lintas provinsi.
Sebanyak enam tenaga kesehatan dari PMI Banten—terdiri atas dua dokter, dua bidan, dan dua perawat—telah menjalankan misi pelayanan kesehatan sejak 15 hingga 25 Desember 2025. Selama bertugas, tim memberikan layanan medis bagi masyarakat terdampak banjir, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penanganan penyakit pascabencana, hingga pelayanan bagi kelompok rentan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Salmawati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen dan pengabdian Tim Medis PMI Banten yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan kesehatan masyarakat Pidie Jaya.
“Kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi dalam situasi darurat bencana. Atas nama PMI Provinsi Aceh, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi serta kerja kemanusiaan Tim Medis PMI Banten,” ujar Salmawati.
Ia menegaskan, PMI akan terus hadir dan berperan aktif mendampingi masyarakat Aceh, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam tahapan pemulihan pascabencana. PMI, kata dia, berkomitmen memperkuat layanan kesehatan sekaligus pemulihan sosial masyarakat terdampak.
“Program pemulihan PMI meliputi pendampingan psikososial, trauma healing, pembersihan lingkungan, hingga edukasi mitigasi bencana sebagai upaya meminimalkan risiko bencana di masa mendatang,” tambahnya.
Sebagai penegasan nilai kemanusiaan yang menjadi ruh gerakan PMI, Salmawati turut mengutip pesan reflektif, “Kemanusiaan tidak mengenal jarak dan perbedaan, sebab kepedulian adalah bahasa yang dipahami oleh setiap hati.”
Kolaborasi lintas daerah antara PMI Aceh dan PMI Banten ini menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan terus terjaga dalam tubuh Palang Merah Indonesia, demi hadir membantu masyarakat yang membutuhkan di saat-saat sulit. [Redaksi]

































