JAKARTA – Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, SH., S.Ak., MH., M.Pd, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas instruksi tegasnya dalam mengawal kasus Hogi Minaya. Langkah Kapolri yang meminta jajarannya menggunakan hati nurani dinilai sebagai tindakan yang sangat tepat dan progresif.
Menurut Ketua Umum IWO Indonesia sikap Kapolri yang pasang badan untuk warga yang membela diri dari kejahatan adalah bentuk nyata dari Polri yang presisi dan berpihak pada kebenaran.
“Intruksi Jenderal Listyo Sigit adalah jawaban atas kegelisahan publik. Kami sangat mengapresiasi keberanian Kapolri untuk mengoreksi prosedur yang kaku demi rasa keadilan. Membela diri dan keluarga adakah hak asasi yang harus di lindungi hukum, bukan malah di pidanakan,” Ungkapnya tegas Ketua Umum IWO Indonesia.
Penegasan Kapolri ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat agar tidak ragu melindungi diri dari ancaman kriminalitas.
IWO Indonesia berharap instruksi ini menjadi standar bagi seluruh penyidik di tingkat bawah (Polres/Polsek) agar lebih jeli dan humanis dalam melihat duduk perkara sebuah kasus.
Dengan dukungan penuh Polisi terhadap rakyat yang berani melawan, ruang gerak pelaku kejahatan seperti jambret akan semakin sempit, dan mudah-mudahan ini akan membangun efek jera bagi pelaku kriminal.
”Kami IWO Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal isu ini melalui pemberitaan yang berimbang, memastikan bahwa semangat “Hukum untuk Keadilan” yang diusung Kapolri benar-benar dirasakan oleh Hogi Minaya dan seluruh masyarakat Indonesia.” Tambahnya
”Terima kasih Jenderal Sigit. Anda telah membuktikan bahwa Polisi adalah pelindung rakyat, terutama bagi mereka yang terpaksa melawan demi keselamatan nyawanya,” Tutupnya.
Sebelumnya Jenderal Sigit menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh kaku hingga mencederai rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, tindakan Hogi Minaya adalah bentuk pembelaan diri yang sah.
“Polisi Harus Dukung Rakyat Berani!”
Kapolri menegaskan bahwa hukum hadir untuk memberantas kriminal, bukan menjerat korban yang melawan.
“Jangan sampai kita memberi ruang bagi penjahat karena rakyat takut membela diri. Kalau rakyat berani lawan kriminal, polisi harus dukung, bukan malah memenjarakan.” tegas Jenderal Sigit.
Kapolri memerintahkan agar status tersangka Hogi Minaya segera dikaji ulang demi memastikan keadilan bagi warga yang menjaga keselamatannya. *Instruksi dan Arahan Ketum:*
Ketua Umum IWOI, Dr. NR. Icang Rahardian, SH., S.Ak., MH., M.Pd menyampaikan bahwa tema ini merupakan refleksi dari tanggung jawab besar insan pers dalam mengawal arah bangsa.
*Integritas sebagai Fondasi :*
Poin pertama menekankan pada penguatan kompetensi dan moralitas wartawan online. Di era pasca-kebenaran (post-truth), integritas adalah mata uang yang paling berharga bagi jurnalis online untuk melawan penyebaran berita bohong (hoaks).
*Akselerator Ekonomi :*
Melalui poin kedua, IWOI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pers yang sehat dipercaya mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan ruang bagi pelaku ekonomi, khususnya UMKM, untuk berkembang melalui pemberitaan yang edukatif.
*Benteng Kedaulatan :*
Poin ketiga menegaskan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari segala bentuk ancaman informasi yang memecah belah.
Perayaan HUT ke-8 IWO Indonesia yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2026 bertepatan dengan HPN, kami mengajak kepada seluruh pengurus di Wilayah dan Daerah untuk bisa merayakannya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di tempat masing-masing. Untuk tahun ini IWO Indonesia tidak melaksanakan kegiatan Nasional tetapi kami berharap kawan-kawan di daerah tidak mengurangi semangatnya dalam mewujudkan tema HUT IWO Indonesia yang ke-8.
(DPP IWO Indonesia)


































