BENGKALIS-RIAU, waspadaindonesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau berhasil mendokumentasikan sejarah Danau Tasik Serai Timur. Danau yang dikenal warga Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis dengan sebutan Wisata 58 ini menyimpan nilai sejarah dan potensi wisata yang besar, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan dokumentasi dilakukan selama tiga minggu melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tokoh masyarakat setempat, Bapak Rijan, salah satu tetua kampung.
Sejarah Terbentuk Sejak 1965
Hasil penelusuran menunjukkan Danau Tasik Serai Timur bukan sekadar danau biasa. Keberadaannya berkaitan erat dengan sejarah pembukaan wilayah desa.
“Dulu daerah ini masih berupa rawa dan hutan. Warga membuka wilayah ini sekitar tahun 1965, dan dari situlah kawasan yang sekarang menjadi danau besar ini mulai terbentuk,” ungkap Bapak Rijan saat ditemui di kediamannya.
Dari Jalur Transportasi ke Objek Wisata
Sebelum menjadi destinasi wisata, danau ini memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Danau Tasik Serai menjadi sumber utama mata pencaharian nelayan sekaligus jalur transportasi air yang menghubungkan permukiman dengan wilayah sekitar.
Peran itu berlangsung hingga akses jalan darat dibangun secara swadaya oleh warga. Pada tahun 1998, sebagian besar warga mulai beralih profesi menjadi petani kelapa sawit.
Seiring waktu, danau ini semakin dikenal luas dengan nama Wisata 58. Nama tersebut kini menjadi identitas yang melekat pada Desa Tasik Serai Timur.
“Sekarang banyak yang datang ke sini untuk melihat danaunya. Ukurannya besar, jadi memang cocok kalau mau dikembangkan jadi tempat wisata,” tambah Bapak Rijan.
Minim Data, Perlu Publikasi Lebih Luas
Salah satu mahasiswa KKN UIN Suska Riau menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat untuk mendokumentasikan kearifan lokal.
“Kami melihat Danau Wisata 58 ini punya potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi keindahan alam maupun nilai sejarahnya. Sayangnya, informasi mengenai danau ini masih minim terdokumentasi, sehingga banyak orang di luar desa belum mengenalnya,” jelasnya.
Selain danau, kawasan ini juga memiliki situs sejarah berupa Makam Lama Pendiri Kampung. Makam yang paling tinggi itu berada tak jauh dari danau dan masih dirawat dengan bersih oleh masyarakat.
Harapan Jadi Destinasi Unggulan
Mahasiswa KKN berharap hasil dokumentasi ini menjadi langkah awal pencatatan resmi sejarah desa. Sekaligus mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengembangkan Danau Tasik Serai Timur sebagai destinasi unggulan Kabupaten Bengkalis.
“Potensinya sudah ada, tinggal bagaimana dikelola dan dipromosikan lebih luas lagi. Kami berharap ke depannya danau ini bisa lebih dikenal, bukan hanya oleh warga sekitar, tapi juga wisatawan dari luar daerah,” ujar mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Dengan perpaduan keindahan alam dan nilai sejarah, Danau Tasik Serai Timur atau Wisata 58 diyakini dapat menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bengkalis.
Sumber: Mahasiswa KKN UIN Suska Riau, Desa Tasik Serai Timur
Penulis: An-Nisa
Editor: Rosbinner Hutagaol



































