Pringsewu: Birokrasi “Super Team” Yang Hanya Aktif Saat Panik

hayat

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:21 WIB

50254 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​PRINGSEWU—WaspadaIndonesia.com
​Hanya dalam hitungan hari, panggung birokrasi di “Kota Bambu Seribu” Pringsewu tiba-tiba menyala benderang. Respons kilat ini terjadi bukan karena kesadaran permanen akan pelayanan publik, melainkan berkat sorotan publik yang, seperti biasa, datang terlambat namun sukses menusuk tepat ke jantung masalah: enam Puskesmas dibiarkan berjalan tanpa nakhoda resmi.
​Enam Puskesmas—garis depan pertahanan kesehatan masyarakat Pringsewu—telah lama terombang-ambing, seolah sengaja diuji seberapa lama mereka bisa bertahan tanpa kepemimpinan yang definitif. Namun, “kelalaian” krusial ini segera “dicuci bersih” oleh gerakan cepat yang patut diabadikan dalam buku rekor: seketika publik mulai bersuara, roda birokrasi langsung berputar bak kesetanan.

​Jumat, 24 Oktober 2025, menjadi hari perayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beruntung. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menggelar upacara pelantikan yang melibatkan total 19 pejabat—sebuah “paket komplit” yang mencakup administrator, pengawas, dan, tentu saja, para pejabat fungsional rumpun kesehatan yang baru saja dianugerahi tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas. Langkah ini, di mata publik, adalah contoh cemerlang “efisiensi terpaksa” yang hanya aktif saat panik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pelantikan massal ini, yang terjadi secepat kilat setelah isu mencuat, menimbulkan pertanyaan klasik yang menggantung di udara lembap birokrasi: Mengapa harus menunggu sorotan? Di tengah gegap gempita 19 jabatan yang terisi, termasuk enam kursi panas Puskesmas yang mendadak penuh, terselip ironi yang menusuk: Seolah-olah kesehatan masyarakat hanya menjadi prioritas di kalender jika sudah disematkan bintang merah oleh media dan warga.

Baca Juga :  Lampung Kondusif Saat Malam Takbiran, Gubernur dan Forkopimda Lakukan Pemantauan Langsung

​Jika prosedur birokrasi dapat bergerak secepat ini untuk meredam kegaduhan, lantas, apa yang selama ini menahan laju penetapan pimpinan Puskesmas? Apakah kursi-kursi vital tersebut sengaja dibiarkan dingin, menanti tanggal yang “cantik”, atau memang prosedur penetapan pejabat fungsional memerlukan energi dan waktu yang setara dengan pembangunan jalan tol?

​Kritik Publik: Apresiasi Cepat, Pertanyaan Etika

​Publik, yang cerdas dan kritis, tidak hanya ingin melihat drama pelantikan yang megah. Mereka menuntut penjelasan yang setara dengan kecepatan respons yang ditunjukkan: apakah ini adalah penyelesaian masalah kesehatan yang sesungguhnya, atau hanya “pemadam kebakaran” politik untuk meredakan panasnya kritik?
​Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) DPC Pringsewu, Hayat, menangkap ironi yang sama.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan Bupati yang cepat dan tanggap,” ujar Hayat,

“namun pertanyaannya, mengapa keputusan ini harus menunggu sorotan publik dan kegaduhan terlebih dahulu? Ini membuktikan bahwa kebijakan publik berjalan di bawah bayang-bayang ancaman, bukan di bawah bendera kesadaran,” tegas Hayat, Senin 27 Oktobee 2025

​Pelantikan tersebut secara faktual telah memenuhi unsur kepemimpinan, namun secara etika, ia mencerminkan prioritas yang dipertanyakan. “Kota Bambu Seribu”—sebutan yang indah untuk Pringsewu—kini memiliki enam Puskesmas yang kembali memiliki boss. Sebuah kelegaan yang seharusnya tidak perlu dirayakan, sebab mengisi kekosongan pimpinan adalah kewajiban mendasar, bukan prestasi heroik.

Baca Juga :  Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal,Rakernas KONI Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Lampung

​Dunia kesehatan, yang seyogianya steril dari intrik administrasi yang berlarut, terpaksa menjadi panggung tontonan. Proses pengisian jabatan fungsional dengan tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas, memberikan sedikit kelegaan semu. Langkah ini, meski legal, seringkali dikritik sebagai solusi “setengah hati” birokrasi, namun dianggap terlalu mahal jika harus dibayar dengan terganggunya pelayanan selama berbulan-bulan.

​Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya “super team” di lingkungan Pemkab. Sebuah super team yang luar biasa, yang secara ajaib, baru bisa terbentuk dan bekerja optimal setelah ada deadline dari ancaman sorotan publik. Pelantikan pada hari Jumat itu seakan mengirim pesan tersirat: Di Pringsewu, kebijakan publik berjalan di bawah bayang-bayang sorotan, bukan di bawah bendera kesadaran dan kepekaan abadi.

​Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

​Maka, tamatlah drama kursi kosong di enam Puskesmas. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai.

​Kini, bola panas itu berada di tangan para pejabat yang baru dilantik. Waktu akan membuktikan, apakah “kecepatan” respons Pemkab ini akan ditindaklanjuti dengan “kualitas” pelayanan yang berkesinambungan di enam Puskesmas tersebut. Jika tidak, maka “Kota Bambu Seribu” hanya akan dikenang sebagai tempat di mana timing birokrasi jauh lebih penting daripada timing denyut nadi kesehatan warganya.

(Hayat)

Berita Terkait

Kasus Bullying Viral di SMP Ambarawa Berakhir Damai, Praktisi Hukum Dorong Penyuluhan Hukum bagi Pelajar Pringsewu
Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional & Hari Lahir Pancasila 2026
Polisi Intai Jalur Narkoba di Pringsewu, Dua Pria Pembawa Sabu 51 Gram Tertangkap
Kasus Penyerobotan Tanah di Bulok : Sudah Setahun Diproses, Belum Ada Titik Terang, Polres Sampaikan Jadwal Tahap Berikutnya
Wakil Bupati Tanggamus Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Sempat Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Asal Bandar Lampung Ditemukan Selamat
DPC LSM Trinusa Tanggamus Soroti Lambannya Inspektorat Tangani Dugaan Penyimpangan Anggaran DD dan BUMDes 2024 Di Pekon Taman Sari
TEMUAN BPK UNGKAP SELISIH PENGADAAN DI RSJD LAMPUNG, TRINUSA TAGIH PERTANGGUNGJAWABAN

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:48 WIB

LSM Tipikor Apresiasi Komitmen Kasat Narkoba Aceh Tenggara Berantas Sabu

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:16 WIB

Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bupati Aceh Tenggara dan Kepala Dinas Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:09 WIB

Tujuh Rumah Hangus, Enam Rumah Rusak Ringan dalam Kebakaran di Desa Kute Bakti Aceh Tenggara

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:50 WIB

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara Klarifikasi Informasi Fasilitas Kantor, Tegaskan Pelayanan Berjalan Normal

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:36 WIB

Pemuda Hafiz 30 Juz, Tgk Muhammad Ridho, Menjadi Imam Salat Idul Adha di Desa Tanjung Gabungan

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:17 WIB

Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Berita Terbaru