Pringsewu: Birokrasi “Super Team” Yang Hanya Aktif Saat Panik

hayat

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:21 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​PRINGSEWU—WaspadaIndonesia.com
​Hanya dalam hitungan hari, panggung birokrasi di “Kota Bambu Seribu” Pringsewu tiba-tiba menyala benderang. Respons kilat ini terjadi bukan karena kesadaran permanen akan pelayanan publik, melainkan berkat sorotan publik yang, seperti biasa, datang terlambat namun sukses menusuk tepat ke jantung masalah: enam Puskesmas dibiarkan berjalan tanpa nakhoda resmi.
​Enam Puskesmas—garis depan pertahanan kesehatan masyarakat Pringsewu—telah lama terombang-ambing, seolah sengaja diuji seberapa lama mereka bisa bertahan tanpa kepemimpinan yang definitif. Namun, “kelalaian” krusial ini segera “dicuci bersih” oleh gerakan cepat yang patut diabadikan dalam buku rekor: seketika publik mulai bersuara, roda birokrasi langsung berputar bak kesetanan.

​Jumat, 24 Oktober 2025, menjadi hari perayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beruntung. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menggelar upacara pelantikan yang melibatkan total 19 pejabat—sebuah “paket komplit” yang mencakup administrator, pengawas, dan, tentu saja, para pejabat fungsional rumpun kesehatan yang baru saja dianugerahi tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas. Langkah ini, di mata publik, adalah contoh cemerlang “efisiensi terpaksa” yang hanya aktif saat panik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pelantikan massal ini, yang terjadi secepat kilat setelah isu mencuat, menimbulkan pertanyaan klasik yang menggantung di udara lembap birokrasi: Mengapa harus menunggu sorotan? Di tengah gegap gempita 19 jabatan yang terisi, termasuk enam kursi panas Puskesmas yang mendadak penuh, terselip ironi yang menusuk: Seolah-olah kesehatan masyarakat hanya menjadi prioritas di kalender jika sudah disematkan bintang merah oleh media dan warga.

Baca Juga :  Elemen Masyarakat Menyoroti Klaripikasi Walikota Terkait AzpBD Kota Metro Tahun 2025

​Jika prosedur birokrasi dapat bergerak secepat ini untuk meredam kegaduhan, lantas, apa yang selama ini menahan laju penetapan pimpinan Puskesmas? Apakah kursi-kursi vital tersebut sengaja dibiarkan dingin, menanti tanggal yang “cantik”, atau memang prosedur penetapan pejabat fungsional memerlukan energi dan waktu yang setara dengan pembangunan jalan tol?

​Kritik Publik: Apresiasi Cepat, Pertanyaan Etika

​Publik, yang cerdas dan kritis, tidak hanya ingin melihat drama pelantikan yang megah. Mereka menuntut penjelasan yang setara dengan kecepatan respons yang ditunjukkan: apakah ini adalah penyelesaian masalah kesehatan yang sesungguhnya, atau hanya “pemadam kebakaran” politik untuk meredakan panasnya kritik?
​Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) DPC Pringsewu, Hayat, menangkap ironi yang sama.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan Bupati yang cepat dan tanggap,” ujar Hayat,

“namun pertanyaannya, mengapa keputusan ini harus menunggu sorotan publik dan kegaduhan terlebih dahulu? Ini membuktikan bahwa kebijakan publik berjalan di bawah bayang-bayang ancaman, bukan di bawah bendera kesadaran,” tegas Hayat, Senin 27 Oktobee 2025

​Pelantikan tersebut secara faktual telah memenuhi unsur kepemimpinan, namun secara etika, ia mencerminkan prioritas yang dipertanyakan. “Kota Bambu Seribu”—sebutan yang indah untuk Pringsewu—kini memiliki enam Puskesmas yang kembali memiliki boss. Sebuah kelegaan yang seharusnya tidak perlu dirayakan, sebab mengisi kekosongan pimpinan adalah kewajiban mendasar, bukan prestasi heroik.

Baca Juga :  Konsolidasi PLT Ketua DPD Partai Golkar Adhitia Pratama, S.H., M.H dengan Pengurus Harian Partai Golkar Lampung Timur

​Dunia kesehatan, yang seyogianya steril dari intrik administrasi yang berlarut, terpaksa menjadi panggung tontonan. Proses pengisian jabatan fungsional dengan tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas, memberikan sedikit kelegaan semu. Langkah ini, meski legal, seringkali dikritik sebagai solusi “setengah hati” birokrasi, namun dianggap terlalu mahal jika harus dibayar dengan terganggunya pelayanan selama berbulan-bulan.

​Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya “super team” di lingkungan Pemkab. Sebuah super team yang luar biasa, yang secara ajaib, baru bisa terbentuk dan bekerja optimal setelah ada deadline dari ancaman sorotan publik. Pelantikan pada hari Jumat itu seakan mengirim pesan tersirat: Di Pringsewu, kebijakan publik berjalan di bawah bayang-bayang sorotan, bukan di bawah bendera kesadaran dan kepekaan abadi.

​Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

​Maka, tamatlah drama kursi kosong di enam Puskesmas. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai.

​Kini, bola panas itu berada di tangan para pejabat yang baru dilantik. Waktu akan membuktikan, apakah “kecepatan” respons Pemkab ini akan ditindaklanjuti dengan “kualitas” pelayanan yang berkesinambungan di enam Puskesmas tersebut. Jika tidak, maka “Kota Bambu Seribu” hanya akan dikenang sebagai tempat di mana timing birokrasi jauh lebih penting daripada timing denyut nadi kesehatan warganya.

(Hayat)

Berita Terkait

Sabu 122,5 Kg Sabu Dikamuflase Jengkol, Polisi Bongkar Jaringan Aceh–Jakarta di Bakauheni
Pengurus Palang Merah Indonesia ( PMI ) Pringsewu Kunjungi Markas PMI Lampung
Pimpin Apel Pagi, Bupati Minta RSUD Pringsewu Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Bupati Pringsewu Serahkan SK Dewan Pengawas RSUD
Elemen Masyarakat Menyoroti Klaripikasi Walikota Terkait AzpBD Kota Metro Tahun 2025
LSM TRINUSA Cium Dugaan Korupsi Dana Desa di Pekon Suka Banjar Kecamatan Cukuh Balak Tanggamus, Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas
Walikota Metro Klarifikasi ‘Drama’ Gagal Bayar Proyek APBD 2025 , Menilai Hal Wajar Serta Berbagai Faktor Penyebab
Menakar “Lubang” APBD Metro 2026: Infrastruktur Terancam Dipangkas 30 Persen, Rakyat Jadi Tumbal Salah Urus Fiskal Masa Lalu

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 22:39 WIB

Peringatan Isra’ Mi’raj di Pengungsian, Pemerintah dan Ulama Beri Dukungan Moril untuk Warga Agusen

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:18 WIB

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:42 WIB

Kapolres Gayo Lues Buka Akses Jalan Darurat Penghubung Desa Pertik–Desa Ekan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Kegiatan Dzikir dan Doa Tolak Bala di Kantor Camat Blangpegayon Jadi Bentuk Ikhtiar Masyarakat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:57 WIB

Laporkan Dugaan Tipikor Sektor Kesehatan, GAKORPAN Soroti Praktik Penggelembungan Anggaran di Puskesmas

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:00 WIB

KONI Gayo Lues Terjunkan Tim Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengungsi Terdampak Banjir dan Longsor

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:16 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:57 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Gotong Royong Bangun Bendungan Pengalihan Sungai Aih Bobo

Berita Terbaru

KEPULAUAN MERANTI

Pemkab Kepulauan Meranti dan Pemko Pekanbaru Teken MoU Kerja Sama Strategis

Senin, 12 Jan 2026 - 22:28 WIB