ACEH TENGGARA — Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran di Kabupaten Aceh Tenggara kembali memantik perhatian publik. Proyek senilai Rp7,8 miliar yang dikerjakan oleh CV. Karya Abadi itu dilaporkan mengalami insiden pembakaran pada jembatan darurat di lokasi pekerjaan, Sabtu malam, 1 November 2025.
Insiden ini memperlihatkan potensi gangguan yang bisa menghambat progres pekerjaan infrastruktur yang mestinya berjalan untuk kepentingan publik. Jembatan darurat yang semula dibangun sebagai akses sementara bagi aktivitas pekerjaan, kini terputus setelah sekitar dua meter dari konstruksinya dilalap api.
Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyatakan menerima informasi lewat petugas keamanan proyek pada dini hari, Minggu, 2 November 2025.
“Sekira pukul 06.00 WIB pagi, kami mendapat laporan dari pihak keamanan yang bertugas di lokasi proyek bahwa ada insiden pembakaran di bagian jembatan darurat,” ujar Sujarno.
Pihaknya tidak berspekulasi soal motif pembakaran. Namun, dugaan yang beredar menyebut insiden semacam ini erat kaitannya dengan persoalan komunikasi antara pelaksana proyek dan kelompok masyarakat yang merasa tidak mendapatkan pengertian dalam pelaksanaan teknis proyek.
Sujarno mengatakan, pengamanan di lokasi proyek kini telah ditingkatkan. Ia menyebut relasi antara pekerja proyek dan komunitas sekitar harus kembali diperkuat demi menghindari konflik yang dapat merugikan semua pihak.
“Kami sudah instruksikan kepada petugas lapangan dan pihak keamanan untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, area jembatan darurat yang mengalami kerusakan kini dalam kondisi tidak bisa dilalui. Bau hangus masih tercium di sekitar lokasi, bekas pembakaran terlihat jelas pada sisa-sisa material kayu yang sebelumnya menjadi struktur penghubung sementara.
Sumber lokal yang enggan disebutkan namanya menyebut insiden ini bisa dipicu oleh friksi terkait penggunaan lahan sekitar proyek. “Isunya sudah lama, katanya soal lahan atau lokasi camp proyek. Tapi tidak ada kejelasan. Tiba-tiba malam ada yang bakar,” kata warga.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak CV. Karya Abadi sebagai kontraktor pelaksana proyek. Sementara itu, aparat keamanan belum memberikan pernyataan apakah insiden ini akan ditindaklanjuti dalam ranah penyelidikan atau dianggap sebagai tindakan spontan yang segera ditangani secara internal.
Proyek jembatan Mbarung–Kedataran merupakan salah satu proyek strategis yang menghubungkan kawasan di wilayah perbukitan Aceh Tenggara. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung ekonomi bagi masyarakat di dua kecamatan yang selama ini kesulitan akses.
Meski demikian, proyek ini bukan pertama kalinya menjadi sorotan. Sebelumnya, sempat terdengar keluhan soal transparansi informasi ke masyarakat sekitar lokasi pembangunan, terutama menyangkut dampak lingkungan dan keterlibatan komunitas lokal dalam proses pekerjaan.
Dinas PUPR Aceh Tenggara meminta agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan destruktif yang bisa merugikan pembangunan masyarakat secara luas. “Pembangunan infrastruktur ini bukan untuk satu pihak, tapi untuk kepentingan bersama. Jika ada masalah, kami harap bisa diselesaikan melalui dialog,” ujar Sujarno.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat belum mengeluarkan keterangan resmi terkait dugaan pelaku maupun motif di balik insiden pembakaran tersebut. Proses perbaikan jembatan darurat pun belum dimulai, menunggu hasil evaluasi teknis dari dinas terkait dan kontraktor pelaksana.
Laporan: Salihan Beruh

































