Jembatan Proyek Mbarung-Kedataran Dibakar Orang Tak Dikenal, CV. Karya Abadi dan Dinas PUPR Aceh Tenggara Keluarkan Pernyataan

Waspada Indonesia

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 17:17 WIB

50634 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran di Kabupaten Aceh Tenggara kembali memantik perhatian publik. Proyek senilai Rp7,8 miliar yang dikerjakan oleh CV. Karya Abadi itu dilaporkan mengalami insiden pembakaran pada jembatan darurat di lokasi pekerjaan, Sabtu malam, 1 November 2025.

Insiden ini memperlihatkan potensi gangguan yang bisa menghambat progres pekerjaan infrastruktur yang mestinya berjalan untuk kepentingan publik. Jembatan darurat yang semula dibangun sebagai akses sementara bagi aktivitas pekerjaan, kini terputus setelah sekitar dua meter dari konstruksinya dilalap api.

Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyatakan menerima informasi lewat petugas keamanan proyek pada dini hari, Minggu, 2 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekira pukul 06.00 WIB pagi, kami mendapat laporan dari pihak keamanan yang bertugas di lokasi proyek bahwa ada insiden pembakaran di bagian jembatan darurat,” ujar Sujarno.

Pihaknya tidak berspekulasi soal motif pembakaran. Namun, dugaan yang beredar menyebut insiden semacam ini erat kaitannya dengan persoalan komunikasi antara pelaksana proyek dan kelompok masyarakat yang merasa tidak mendapatkan pengertian dalam pelaksanaan teknis proyek.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antarlembaga

Sujarno mengatakan, pengamanan di lokasi proyek kini telah ditingkatkan. Ia menyebut relasi antara pekerja proyek dan komunitas sekitar harus kembali diperkuat demi menghindari konflik yang dapat merugikan semua pihak.

“Kami sudah instruksikan kepada petugas lapangan dan pihak keamanan untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, area jembatan darurat yang mengalami kerusakan kini dalam kondisi tidak bisa dilalui. Bau hangus masih tercium di sekitar lokasi, bekas pembakaran terlihat jelas pada sisa-sisa material kayu yang sebelumnya menjadi struktur penghubung sementara.

Sumber lokal yang enggan disebutkan namanya menyebut insiden ini bisa dipicu oleh friksi terkait penggunaan lahan sekitar proyek. “Isunya sudah lama, katanya soal lahan atau lokasi camp proyek. Tapi tidak ada kejelasan. Tiba-tiba malam ada yang bakar,” kata warga.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak CV. Karya Abadi sebagai kontraktor pelaksana proyek. Sementara itu, aparat keamanan belum memberikan pernyataan apakah insiden ini akan ditindaklanjuti dalam ranah penyelidikan atau dianggap sebagai tindakan spontan yang segera ditangani secara internal.

Baca Juga :  Aliansi Sepuluh Pemuda Geruduk Kantor Bupati Agara Terkait adanya Dugaan Pungli SK Honorer untuk pencalonan PPPK hingga puluhan juta Rupiah

Proyek jembatan Mbarung–Kedataran merupakan salah satu proyek strategis yang menghubungkan kawasan di wilayah perbukitan Aceh Tenggara. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung ekonomi bagi masyarakat di dua kecamatan yang selama ini kesulitan akses.

Meski demikian, proyek ini bukan pertama kalinya menjadi sorotan. Sebelumnya, sempat terdengar keluhan soal transparansi informasi ke masyarakat sekitar lokasi pembangunan, terutama menyangkut dampak lingkungan dan keterlibatan komunitas lokal dalam proses pekerjaan.

Dinas PUPR Aceh Tenggara meminta agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan destruktif yang bisa merugikan pembangunan masyarakat secara luas. “Pembangunan infrastruktur ini bukan untuk satu pihak, tapi untuk kepentingan bersama. Jika ada masalah, kami harap bisa diselesaikan melalui dialog,” ujar Sujarno.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat belum mengeluarkan keterangan resmi terkait dugaan pelaku maupun motif di balik insiden pembakaran tersebut. Proses perbaikan jembatan darurat pun belum dimulai, menunggu hasil evaluasi teknis dari dinas terkait dan kontraktor pelaksana.

Laporan: Salihan Beruh

Berita Terkait

Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik
Tabligh Akbar Peringati Isra Mi’raj di Aceh Tenggara Berlangsung Khidmat, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Teladani Keteladanan Rasulullah SAW
DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan
Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe
Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran “Hantu” dan Pembiaran Sistematis
Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang
Wakil Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
STKIP Usman Safri Kutacane Wisuda 87 Mahasiswa, Pemkab Apresiasi Kontribusi Dunia Pendidikan bagi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:38 WIB

LSM LIRA Ungkap Dugaan Pelanggaran oleh Kasat Narkoba dalam Penanganan Bandar di Medan

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:04 WIB

Ketum PPA Desak Presiden Ringankan Tagihan PDAM dan PLN bagi Korban Banjir di Aceh

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:58 WIB

Aliansi Pers Akan Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Sediakan Layanan Keluhan

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:15 WIB

Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri Diterima, TAPA Segera Kaji dan Laporkan ke Gubernur

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:23 WIB

Dari Dapil Ke Senayan : Kisah Jamaluddin Idham Mengawal Harapan Rakyat Selama 365 Hari

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:55 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bantu Petani Cabai Aceh Tengah

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:22 WIB

Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB