Bupati Aceh Tenggara Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antarlembaga

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 23:17 WIB

50281 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE  — Menghadapi tingginya potensi bencana alam di wilayah Aceh Tenggara, Bupati H. M. Salim Fakhry memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di halaman Mapolres Aceh Tenggara, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menjadi penanda kuat komitmen pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak bencana yang kerap melanda wilayah ini setiap tahun, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Apel diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan TNI-Polri, serta berbagai unsur instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Satpol PP, Basarnas, hingga Direktur PDAM dan Bank Aceh Syariah. Seluruh elemen tersebut hadir dalam formasi lengkap untuk menegaskan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Bupati Fakhry menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh bersifat musiman atau reaktif, melainkan harus menjadi bagian dari sistem kerja dan budaya pelayanan sehari-hari.

“Kita harus siap siaga setiap saat. Hampir setiap tahun, bencana seperti banjir bandang dan longsor terjadi di daerah kita. Jangan sampai kita lengah ketika alam mulai menunjukkan gejalanya,” ujar Fakhry di depan peserta apel.

Baca Juga :  Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II

Ia menjelaskan bahwa secara topografis, wilayah Aceh Tenggara memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, karena dikelilingi pegunungan serta banyak tebing curam. Penurunan tutupan hutan dan maraknya alih fungsi lahan telah memperburuk daya dukung lingkungan, menjadikan desa-desa rentan terkena dampak bencana, terutama saat musim hujan tiba.

Selain kesiapan personel, Fakhry menekankan pentingnya penguatan kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana. Ia berharap edukasi kebencanaan bisa menjangkau hingga ke pelosok desa, sebab dalam banyak kasus, ketidaktahuan warga terhadap jalur evakuasi atau tindakan penyelamatan justru memperparah dampak saat bencana terjadi.

“Masyarakat perlu tahu titik evakuasi, langkah penyelamatan, serta siapa yang harus dihubungi ketika situasi darurat terjadi. Edukasi menjadi hal mendasar dalam upaya mitigasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Fakhry menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi, melainkan harus melibatkan banyak unsur: mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga kelompok masyarakat sipil.

“Bencana adalah urusan kemanusiaan. Kita tidak boleh bekerja dalam sekat. Semua pihak harus terlibat aktif agar penanganan tanggap darurat bisa berjalan cepat, akurat, dan berdampak nyata,” kata Bupati.

Baca Juga :  Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Apel kemudian dilanjutkan dengan pengecekan barisan dari seluruh unsur yang terlibat serta pemeriksaan langsung terhadap perlengkapan operasional, kendaraan evakuasi, logistik tanggap darurat, hingga alat komunikasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan logistik saat dibutuhkan sewaktu-waktu.

Menurut keterangan BPBD Aceh Tenggara, kegiatan kesiapsiagaan bencana ini akan dijadikan agenda rutin setiap tahun sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap perubahan cuaca ekstrem dan dinamika alam lainnya yang semakin sulit diprediksi.

Usai kegiatan apel, Bupati Fakhry bersama rombongan meninjau langsung sejumlah fasilitas penunjang yang dimiliki BPBD dan Dinas Sosial, termasuk gudang logistik dan sistem pelaporan cepat berbasis aplikasi yang sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Dengan pelaksanaan apel ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap terbentuk sistem tanggap darurat yang kuat, terpadu, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa. Tidak hanya soal peralatan dan sumber daya manusia, tetapi juga dalam membangun budaya sadar bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah rawan bencana.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB