“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:25 WIB

50126 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com  Aceh — Gelombang opini publik di Aceh kembali bergejolak. Bukan karena politik anggaran, bukan pula karena tarik-menarik kekuasaan, tetapi karena kabar pernikahan Gubernur Aceh yang mencuat di tengah derita rakyat akibat banjir dan longsor.

Secara hukum dan agama, pernikahan adalah perkara sah dan pribadi. Namun di mata masyarakat yang sedang berjuang bertahan di pengungsian, kabar itu terasa seperti tamparan emosional. Bukan poligaminya yang dipersoalkan, tetapi waktunya—dan rasa empati yang dianggap hilang.

Nama Muzakir Manaf, tokoh yang selama ini dipandang sebagai simbol perjuangan rakyat Aceh, mendadak berada di pusaran sinisme. Pertanyaan publik mengalir deras: “Di mana sensitivitas pemimpin ketika rakyat masih meratap kehilangan rumah, harta, bahkan keluarga?” Pertanyaan itu bukan sekadar kritik, tetapi jeritan tentang harapan yang patah. Sebab bagi rakyat Aceh, pemimpin bukan hanya sosok administratif, tetapi simbol keteduhan di masa sulit.

Baca Juga :  Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

_Di era media sosial, persepsi jauh lebih cepat bergerak dibandingkan fakta. Gestur pemimpin kini menjadi pesan politik yang berdampak langsung. Dalam konteks bencana, publik ingin melihat pemimpinnya hadir secara fisik maupun emosional. Bahwa di tengah rumitnya kerja-kerja birokrasi, pemimpin tidak kehilangan kepekaan pada penderitaan warganya_

Kontroversi ini bukan tentang membenci, bukan pula tentang menolak nilai agama. Ini tentang rasa: rasa kecewa, rasa ditinggalkan, rasa bahwa pemimpin sedang merayakan kebahagiaan pribadi sementara rakyat sibuk menyeka lumpur dari sisa-sisa rumah mereka. Ketika simbol kehadiran pemimpin tidak terasa, yang muncul bukan hanya kritik, tetapi juga luka batin kolektif.

Baca Juga :  Banpres Rp92 Miliar Masuk Kas Aceh, Pemda Diminta Tancap Gas Tangani Banjir

Pada akhirnya, polemik ini menggambarkan satu hal penting: krisis kepercayaan. Rakyat Aceh tidak sedang mengadili pernikahan, tetapi mengadili kepekaan kepemimpinan.

Dalam dunia politik, kehilangan rasa sering kali jauh lebih berbahaya dibanding kehilangan jabatan. Sebab sekali publik merasa diabaikan, retaknya kepercayaan sulit dirajut kembali bahkan oleh pemimpin yang paling kuat sekalipun.

Berita Terkait

Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh
Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat
Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan
DPD PBN ACEH Ajak Masyarakat Jadi Pelita bagi Korban Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:09 WIB

PROGRES 80%, JEMBATAN PRESISI TELUK MERANTI DITARGET RAMPUNG PEKAN INI

Jumat, 10 April 2026 - 09:55 WIB

Polsek Teluk Meranti Gencarkan Penyebaran Maklumat Kapolda dan Penyuluhan Cegah Karhutla

Kamis, 2 April 2026 - 13:12 WIB

Tinjau Langsung Lapas Pekanbaru, DLHK Kota Pekanbaru Rekomendasikan Pembangunan Bak Limbah dan Strategi Pengelolaan Limbah

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:50 WIB

Kunjungan Kerja Perdana Kapolsek Teluk Meranti ke Kantor Camat, Perkuat Sinergitas

Senin, 9 Februari 2026 - 01:49 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Perkuat Peran dalam Ketahanan Energi Nasional

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Riau Sambangi Lokasi:  Tegaskan Scientific Crime Investigation dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Gajah

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

Husni Tamrin Terima Kunjungan Silaturahmi Danrem 031/Wira Bima

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:00 WIB

Diduga Abaikan Putusan MA, Aktivitas Penebangan PT Arara Abadi Masih Berlangsung di Lahan Adat Batin Sengeri

Berita Terbaru