Banpres Rp92 Miliar Masuk Kas Aceh, Pemda Diminta Tancap Gas Tangani Banjir

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 15:32 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindoneaia.com Banda Aceh — Pemerintah Aceh resmi menerima Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp92 miliar untuk penanganan darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Dana tersebut telah masuk ke kas daerah dan siap digunakan untuk mempercepat pemulihan warga terdampak.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Reza Saputra, SSTP, M.Si, menyampaikan bahwa Banpres tersebut dialokasikan sebesar Rp20 miliar untuk Pemerintah Aceh dan masing-masing Rp4 miliar bagi 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir. Ia menegaskan, seluruh pemerintah daerah penerima wajib bergerak cepat merealisasikan anggaran tersebut.

“Saat ini seluruh pemda sedang dalam proses pencairan. Kita minta dana ini segera dimanfaatkan untuk penanganan darurat banjir, jangan sampai terlambat,” ujar Reza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Reza, penyaluran dan penggunaan Banpres telah memiliki landasan hukum yang kuat, sesuai amanah Presiden Republik Indonesia serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/9772/SJ tertanggal 11 Desember 2025. Aturan tersebut memberi ruang percepatan bagi pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

Baca Juga :  Ketua RAPI Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Anggota RAPI Terdampak Banjir di Bireuen dan Pidie Jaya

Ia merinci, setidaknya terdapat tiga poin utama percepatan yang diatur. Pertama, belanja bantuan pusat dapat dilakukan secara langsung tanpa terhambat prosedur birokrasi yang tidak relevan dalam kondisi darurat. Kedua, percepatan pergeseran anggaran guna mendukung operasional tanggap darurat. Ketiga, penjaminan akuntabilitas penggunaan dana melalui mekanisme pertanggungjawaban yang sah dan terdokumentasi.

“Dana sudah tersedia, regulasi sudah jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian dan kecepatan bertindak. Jangan sampai prosedur mengalahkan kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Reza menambahkan, prioritas penggunaan anggaran harus difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti logistik pangan, sandang, perlengkapan tidur, air bersih, dan sanitasi. Selain itu, layanan kesehatan, kerohanian, serta dukungan psikososial juga menjadi perhatian, disusul perbaikan sarana darurat, hunian sementara, dan kebutuhan operasional penanganan bencana di lapangan.

Selama masa tanggap darurat yang ditetapkan hingga 25 Desember 2025, seluruh pembiayaan dapat langsung dibebankan melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Pencairan dana oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) pun diwajibkan maksimal satu hari kerja setelah Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) diajukan oleh SKPD terkait.

Baca Juga :  Camat Kembang Tanjong Semangat Damai Memberikan materi dalam Tapuga Pidie Merawat Damai, Menyatukan Langkah Menuju Aceh Meucuhu

Selain Banpres, Pemerintah Aceh juga telah menerima bantuan dari pemerintah daerah di luar Aceh dengan total lebih dari Rp14 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp8,8 miliar direncanakan direalisasikan pada Senin mendatang untuk disalurkan kepada 18 kabupaten/kota terdampak, sesuai arahan Gubernur Aceh.

Pemerintah Aceh memastikan akan melakukan monitoring ketat terhadap seluruh realisasi Banpres dan bantuan lainnya. Setiap penggunaan anggaran harus tepat sasaran, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini bukan semata soal serapan anggaran, melainkan tentang kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kita tidak sedang mengurus angka, tetapi menyelamatkan dan memulihkan kehidupan warga,” pungkas Reza. (Redaksi)

 

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:09 WIB

Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Nelayan Sabang Curhat Soal BBM dan Kapal, Jamaluddin Idham Dorong Solusi Nyata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kejari Nagan Raya Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:27 WIB

Nagan Raya Darurat Mafia Solar Subsidi, Pola Berulang Dari 2 Ton Drum Hingga Truk Tangki 5 Ton Tak Pernah Terputus

Berita Terbaru