KAMPAR-RIAU– Selasa 12 Mei 2026, waspadaindonesia.com / Langit cerah Pukul 07.00 WIB, barisan 400 siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau tegap di halaman sekolah. Senin 11 Mei 2026 Pembina upacara kali ini bukan kepala sekolah. Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau Tatang Yudiansyah, S.HI.
“Anak-anak SMA Negeri Plus ini jangan mau kalah sama sekolah di Jawa. Kita di Riau juga bisa jadi juara,” kata Tatang membuka amanat. Tepuk tangan siswa pecah.
Tatang mengapresiasi program sekolah yang tidak hanya kejar nilai rapor. Menurutnya, SMA Negeri Plus konsisten buka dua jalur prestasi: akademik dan non akademik.
“Saya dengar di sini ada yang lolos OSN, ada juga yang juara desain nasional. Itu baru betul. Talenta jangan dipaksa seragam,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Rusnani, M.Pd., membenarkan. Jalur akademik sekolah diperkuat lewat pembinaan olimpiade, riset, dan kelas intensif masuk PTN. Jalur non akademik difasilitasi lewat 21 ekskul, mulai robotik, teater, sampai tahfiz. “Asrama kita siap mendampingi anak sesuai minatnya,” kata Rusnani.
Sinergi antara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Kesiswaan, Humas, Sarana dan Prasarana, Komite, IKA Plus dan Stakeholder lainnya dapat mewujudkan prestasi yang gemilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di depan siswa, Tatang juga singgung soal literasi digital. Ia minta siswa berani lawan hoaks.
“Kalau dapat info di WA, cek dulu. Jangan langsung sebar. Kalian generasi cerdas informasi,” pesannya.
Salah satu siswa kelas 11, Fahmi Rizaq Jaswar mengaku termotivasi.
“Baru kali ini pembina upacara bahas hoaks. Biasanya soal disiplin saja,” katanya sambil tertawa.
Usai upacara, Tatang tidak langsung pulang. Ia dikerubungi siswa di bawah tiang bendera. Ada yang tanya cara lapor sengketa informasi, ada yang curhat soal grup WA kelas yang isinya prank. “Bagus. Artinya anak-anak ini melek,” ucap Tatang.
Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, M.Pd., yang ditemui usai acara menyebut kunjungan pejabat publik jadi energi tambahan.
“Kami tidak mau anak sekadar pintar. Harus juga paham hak dan etika sebagai warga digital,” katanya.
Kolaborasi sekolah dengan Komisi Informasi dinilai penting untuk ekosistem pendidikan Riau. Tidak hanya mencetak juara olimpiade, tapi juga generasi yang kritis, terbuka, dan bertanggung jawab di ruang publik.
Sumber: Humas SMA Negeri Plus Provinsi Riau
Reporter: Idam Lanun
Editor: Rosbinner.Hutagaol





































